Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Meta Analisis : Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA Wahyu Badarudin; Ananda Putri; Falya Adnin; Sekar Kinasih; Salma Junifah
SPIZAETUS: JURNAL BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI Vol 4, No 3 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i3.280

Abstract

Keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar siswa. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran yang digunakan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model guided inquiry dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada jenjang SMA mata Pelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan mengumpulkan studi-studi. Populasi yang digunakan merupakan data dari sebuah jurnal ataupun skripsi yang menerapkan guided inquiry dalam pembelajaran biologi pada siswa SMA. Pengumpulan data dengan melakukan pencarian di google schoolar menggunakan kata kunci “Efektivitas model guided inquiry terhadap hasil belajar” biologi SMA Analisis data menggunakan software Microsoft Excel dan JASP. Terdapat 8 studi yang dipilih, 4 studi memiliki nilai effect size dengan kategori sangat tinggi yaitu 1.86, 1.91, 1.33 dan 1.15. Hasil analisis data menggunakan model random effect menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Ketika menerapkan guided inquiry terhadap hasil belajar biologi dengan nilai p-value 0,01<0,05 dan termasuk kategori tinggi dengan nilai mean effect size 0,969. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan guided inquiry efektif dalam meningkatkan hasil belajar biologi siswa SMA.
Identifikasi Jenis Makrofungi di Kawasan Curug Cikotak Rhahillia, Laya; Purwasi, Reti; Nurhafifah, Ifah; Oktaviani, Haifa Dwi; Adnin, Falya; Khotimah, Annisa; Khastini, Rida Oktorida
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v8i1p63-70

Abstract

Indonesia, sebagai negara megabiodiversitas, memiliki kekayaan fungi yang luar biasa namun belum sepenuhnya teridentifikasi dan tedokumentasi dengan baik. Curug Cikotak menjadi lokasi yang menarik untuk penelitian identifikasi makrofungi. Kondisi kawasan sekitar air terjun yang lembab dan kaya akan bahan organik, menyediakan habitat yang ideal bagi berbagai jenis fungi yang mungkin belum pernah didokumentasikan sebelumnya. Kondisi mikroklimat yang unik di sekitar air terjun, seperti kelembaban tinggi, suhu yang relatif stabil, dan ketersediaan substrat yang beragam, menciptakan niche ekologis yang dapat mendukung keberadaan spesies fungi yang khas dan mungkin endemik. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi makrofungi di Curug Cikotak. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada keberlimpahan makrofungi di Kawasan Air Terjun Curug Cikotak. Kondisi lingkungan yang lembab dan kaya nutrisi di sekitar kawasan Air Terjun menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan jamur. Data lapangan dianalisis secara deskriptif mencakup ciri morfologi fungi dan substratnya. Penelitian ini dilakukan pengukuran parameter lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya, dan kelembaban. Hasil dari penelitian ini telah Ditemukan total 8 spesies yang termasuk dalam 5 famili berbeda. Dari 8 spesies tersebut, 6 spesies telah teridentifikasi hingga tingkat spesies, sementara 2 spesies (Polyporus sp. dan Laetiporus sp.) hanya teridentifikasi hingga tingkat genus. Dari hasil eksplorasi juga ditemukan jamur makroskopis yang bersifat racun yaitu spesies Amanita bisporigera. Habitat dari beberapa jamur yang telah ditemukan tersebut didominasi pada tanah, pohon dan kayu-kayu yang sudah lapuk. Penyebaran jamur Basidiomycetes dipengaruhi oleh banyak faktor lingkungan, termasuk ketinggian tempat, curah hujan, suhu, dan kelembaban.