Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUKURAN TES KEBUGARAN JASMANI TERHADAP SANTRI PUTRA USIA 13-15 TAHUN DI PONDOK PESANTREN BUSTANUL ULUM Khusnul Khuluq
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 6 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i6.498

Abstract

Tes kebugaran jasmani Indonesia termasuk ke dalam tes untuk mengukur kebugaran jasmani anak dan remaja, penulis berasumsi bahwa pemahaman tes ini perlu diberikan kepada para santri putra karena melihat kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, jarang sekali di adakan olahraga bersama dan bahkan di jadwal kegiatan setiap harinya olahraga pun tidak ada. Maka setelah para santri mengetahui tingkat kebugaran mereka, diharapkan bahwa olahraga sangatlah penting untuk meningkatkan kebugaran mereka, dan supaya olahraga dijadikan jadwal atau rutinitas pada setiap minggu di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif tentang Kebugaran Jasmani Terhadap Santri Putra Usia 13-15 Tahun. Lokasi penelitian: di Pondok Pesantren Bustanul Ulum. Teknik pengambilan data menggunakan tes. Analisis data dalam penelitian kuantitatif merupakan tahap yang dilakukan setelah seluruh data telah terkumpul. Pada tahap ini, data akan dikelompokkan berdasarkan variabel yang diteliti dan jenis responden yang terlibat. Selanjutnya, data akan disajikan secara sistematis untuk setiap variabel yang menjadi fokus penelitian. Proses analisis juga mencakup perhitungan statistik yang diperlukan untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian tersebut. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil dari survei menunjukan bahwa tingkat kondisi kebugaran jasmani santri putra usia13-15 tahun di Pondok Pesantren Bustanul Ulum berada pada kategori “sangat baik” sebesar 16,25%, “baik” sebesar 23,13%, “sedang” sebesar 28,13%, “kurang” sebesar 22,50%, dan “kurang sekali” sebesar 10%. Hasil yang dapat disimpulkan tentang tingkat kondisi kebugaran jasmani santri putra usia13-15 tahun di Pondok Pesantren Bustanul Ulum adalah 15,7 yang berarti berada dalam klasifikasi “Sedang”.
IMPROVING TEACHERS PERFORMANCE AND SKILLS THROUGH TRAINING ON THE UTILIZATION OF LARGE LANGUAGE MODEL TECHNOLOGY Rengga Prakoso Nugroho; Muhammad Syifaul Qolbi; Khusnul Khuluq; Muhammad Rifky Maulana; Wahyu Dwi Pamungkas
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 7 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juli
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i7.720

Abstract

Mastery of technological competence within the TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) framework is crucial for educators to succeed in increasingly digital learning environments. This article explores the development and implementation of training on using large language models (LLM) for educators, focusing on their ability to integrate this technology into the learning process. While LLMs are controversial, they offer significant potential to support learning, such as content creation, self-directed learning, and student evaluation. However, the effectiveness of using LLMs heavily depends on the clarity of instructions given by the user, often posing a major challenge. This study employs a simplified Action Learning model comprising three stages: design, implementation, and evaluation. During the design phase, a needs analysis revealed participants' low confidence and understanding of AI technology. The training implementation involved registration, material presentation, and hands-on practice with supervision. Evaluation covered three levels of Kirkpatrick's model: reaction, learning, and knowledge transfer. The evaluation results indicated a significant increase in participants' confidence in using AI, though concerns about the impact of AI on students' critical and creative thinking skills remain. The conclusion suggests that the training effectively enhances participants' understanding and skills in utilizing LLMs. It recommends further research involving a broader range of participants and the use of LMS technology for tracking learning outcomes. The training underscores the importance of improving TPACK competence amid disruptive technological advancements