Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pemahaman murid akibat dominasi metode ceramah yang menyebabkan keterlibatan murid dalam proses pembelajaran belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman murid kelas X KS2 SMK Negeri 7 Kota Tangerang Selatan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 murid kelas X KS2. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas pembelajaran, dokumentasi, dan evaluasi hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Antusiasme murid meningkat dari 20% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, sedangkan keterampilan murid dalam diskusi, presentasi, dan tanya jawab meningkat dari 35% menjadi 75%. Peningkatan juga terjadi pada pemahaman murid terhadap materi Pendidikan Pancasila, yaitu dari 27,5% pada siklus I menjadi 72,5% pada siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan penelitian sebesar 70%. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid, sehingga efektif dalam meningkatkan pemahaman murid terhadap materi Pendidikan Pancasila di SMK.