Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi dan potensial untuk dikembangkan. Permasalahan utama pada usaha budidaya kepiting bakau adalah sintasan, pertumbuhan, dan produksi yang relatif masih rendah yang disebabkan sifat kanibalisme kepiting dan pakan yang kurang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis pakan segar terhadap sintasan, pertumbuhan, dan produksi kepiting bakau yang dipelihara sistem baterai di tambak. Penelitian dilaksanakan di unit pertambakan rakyat di Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang dicobakan adalah perbedaan jenis pakan segar yang terdiri terdiri atas 4 perlakuan yaitu: ikan tembang, kerang darah, usus ayam, dan cacing tanah dengan masing-masing 3 kelompok. Wadah pemeliharaan berupa kurungan bambu berbentuk persegi panjang berukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing 4 x 1 x 1 yang disekat menjadi 36 kotak kecil berjumlah 3 buah. Hewan uji yang digunakan adalah kepiting bakau (S. olivacea) dengan bobot 100-110g/ekor sebanyak 108 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan segar tidak berpengaruh nyata pada sintasan (p > 0,05) berkisar 92,59–100%, tetapi berpengaruh sangat nyata pada laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak dan produksi kepiting bakau. Laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak, dan produksi kepiting bakau terbaik dihasilkan pada ikan tembang, kerang darah masing-masing 0,98-1,00%/hari, 35,67-36,67 g, dan 1202-1278 g, sedangkan terendah pada cacing tanah yaitu 0,71%/hari, 24,66 g, dan 1069 g.