Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS DOSIS BIOSLURRY CAIR TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT DALAM PAKAN IKAN Andi Masriah; Anny Hary Ayu Suardi; Alpiani Alpiani; St Zaenab; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.641

Abstract

Sumber probiotik yang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah bioslurry. Bioslurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik). Manfaat Bioslurry diantaranya adalah sebagai bioaktivator mikroba probiotik dan sebagai sumber pakan ikan. Mikroorganisme efektif yang terkandung dalam bioaktivator antara lain bakteri asam laktat (lactobacillus) dan bakteri penghancur (decomposer). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang lebih efektif dalam peningkatan kadar protein terlarut dalam pakan ikan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan (12 satuan percobaan). Perlakuan yang diuji tersebut adalah: (A) 20 mL bioslurry/100 gram pakan; (B) 30 mL bioslurry/100 gram pakan; (C) 40 mL bioslurry/100 gram pakan; (D) 50 mL bioslurry/100 gram pakan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar protein terlarut dalam pakan ikan sebelum dan setelah diinkubasi dengan limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova) dan jika terdapat perbedaan yang nyata (sig.<0,05) akan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Berdasarkan hasil analisis ragam (anova) terlihat bahwa pemberian berbagai konsentrasi bioslurry berpengaruh nyata (sig.<0,05) terhadap kadar protein terlarut pakan ikan. Semakin tinggi konsentrasi bioslurry dalam pakan ikan semakin tinggi pula kadar protein terlarut yang dihasilkan. Nilai protein terlarut terendah terdapat pada perlakuan 20 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 23,506 mg/10 mL dan nilai protein terlarut tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 65,349 mg/10 mL.  
PENGARUH BERBAGAI PAKAN SEGAR TERHADAP SINTASAN, PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEPITING BAKAU (Scylla olivacea) YANG DIPELIHARA SISTEM BATERAI DI TAMBAK Nur Fadilah; Anny Hary Ayu Suardi; Ruqayyah Jamaluddin
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v16i1.36362

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi dan potensial untuk dikembangkan. Permasalahan utama pada usaha budidaya kepiting bakau adalah sintasan, pertumbuhan, dan produksi yang relatif masih rendah yang disebabkan sifat kanibalisme kepiting dan pakan yang kurang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis pakan segar terhadap sintasan, pertumbuhan, dan produksi kepiting bakau yang dipelihara sistem baterai di tambak. Penelitian dilaksanakan di unit pertambakan rakyat di Desa Mandalle, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang dicobakan adalah perbedaan jenis pakan segar yang terdiri terdiri atas 4 perlakuan yaitu: ikan tembang, kerang darah, usus ayam, dan cacing tanah dengan masing-masing 3 kelompok. Wadah pemeliharaan berupa kurungan bambu berbentuk persegi panjang berukuran panjang, lebar dan tinggi masing-masing 4 x 1 x 1   yang disekat menjadi 36 kotak kecil berjumlah 3 buah. Hewan uji yang digunakan adalah kepiting bakau (S. olivacea) dengan bobot 100-110g/ekor sebanyak 108 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan segar tidak berpengaruh nyata pada sintasan (p > 0,05) berkisar 92,59–100%, tetapi berpengaruh sangat nyata pada laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak dan produksi kepiting bakau.   Laju pertumbuhan harian, pertumbuhan mutlak, dan produksi kepiting bakau terbaik dihasilkan  pada ikan tembang, kerang darah masing-masing 0,98-1,00%/hari, 35,67-36,67 g, dan 1202-1278 g, sedangkan terendah pada cacing tanah yaitu 0,71%/hari, 24,66 g, dan 1069 g.