Wahyuning Tiyas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Angklung Sebagai Bahan Pembelajaran di Sekolah dan Masyarakat Dadang Dwi Septiyan; Wahyuning Tiyas; Rian Permana
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v8i2.22315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan dan metode dalam pembelajaran angklung di sekolah dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif yaitu mendeskripsikan, menguraikan, dan menggambarkan masalah yang dikaji dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan angklung sebagai bahan pembelajaran dengan menggunakan metode hand sign Kodaly adalah pemilihan yang tepat guna, karena dalam pembelajaran angklung mengandung unsur pengembangan kemampuan dasar pada peserta didik di bidang musik yang meliputi kemampuan intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisik dan kreativitas, serta mengandung nilai kearifan local. Data yang didapat juga menunjukkan keefektifan penggunaan metode hand sign Kodaly. Data tersebut didapat dari pengamatan secara langsung di SMPN 4 Kota Serang, SMAN 2 Krakatau Steel Cilegon, dan PKK Kota Serang.
Pengembangan Tari Olang-olang Kreasi Sebagai Media Pembelajaran Seni Tari melalui Pendekatan Borg & Gall dan Alma M. Hawkins Wahyuning Tiyas
MATRA: Jurnal Seni Musik Tari Teater & Rupa Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/m.v5i1.41795

Abstract

Tari Olang-olang merupakan tari tradisional masyarakat Suku Sakai di Kabupaten Bengkalis, Riau, yang berfungsi sebagai bagian dari ritual pengobata. Dengan adanya pengembangan tari Olang-olang kreasi ini adalah bentuk upaya pelestarian budaya melalui inovasi bentuk penyajian yang lebih adaptif dan edukatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses penciptaan Tari Olang-Olang Kreasi dengan mengintegrasikan model Research and Development (R&D) Borg dan Gall sebagai kerangka pengembangan produk dan metode penciptaan tari Alma M. Hawkins sebagai kerangka proses penciptaan tari. Penelitian dilakukan melalui empat tahap utama, yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, pengembangan produk, validasi dan uji coba, serta implementasi produk akhir. Proses penciptaan meliputi tahapan eksplorasi, improvisasi, dan komposisi yang berangkat dari karakteristik gerak burung elang sebagai sumber inspirasi. Hasil penelitian menghasilkan Tari Olang-Olang Kreasi berdurasi 6 menit 32 detik dengan struktur gerak pembuka, inti, dan penutup yang berpijak pada estetika tari Melayu. Karya ini didedikasikan sebagai bentuk media pembelajaran seni tari yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
TRANSFORMASI KREATIVITAS WARGA BINAAN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ANSAMBEL GITAR BERBASIS PROJECT DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Ardiyana, Gito; Syamsul Rizal; Wahyuning Tiyas; Adi Maulana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.50171

Abstract

This study aims to analyze the transformation of inmates’ creativity through the implementation of a project-based guitar ensemble learning model at Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Rangkasbitung. The study is motivated by the importance of creativity development as part of the rehabilitation process for inmates through music education that is educational, expressive, and humanistic. Creativity in this study focuses on the inmates’ ability to generate new ideas, develop variations in musical performance, and realize these ideas through guitar ensemble performances.This research employed a qualitative approach using a case study method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis used Creswell’s model, consisting of data organization, general sense, meaning interpretation, description, and data interpretation. The validity of the data was strengthened through source triangulation and technique triangulation. The results of the study show that the implementation of Project Based Learning (PJBL) was able to encourage the gradual transformation of inmates’ creativity through the guitar ensemble learning process. Creativity was reflected in the inmates’ ability to develop variations in guitar picking techniques, rhythm patterns, playing dynamics, and simple musical arrangements of the song Apuse. In addition, the inmates also experienced improvements in social and emotional aspects, such as increased confidence in expressing ideas, teamwork skills, self-confidence, discipline, and responsibility throughout the learning process. The transformation of creativity occurred because the inmates were actively involved in the planning, implementation, and performance stages of the group music project. Therefore, the implementation of the Project Based Learning model in guitar ensemble learning can serve as an effective rehabilitation medium for developing inmates’ creativity and social skills within correctional institutions.