Indira Vidiari Juhanna
Departemen Fisioterapi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEKUATAN OTOT LENGAN MEMENARUHI KEMAMPUAN CHEST PASS SISWA PEMAIN BASKET DI DENPASAR Ketut Mascita Hening Pratiwi; Indira Vidiari Juhanna; Made Niko Winaya; Ni Wayan Tianing
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 2 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i02.p13

Abstract

Pendahuluan: Permainan basket membutuhkan komunikasi dan teknik kepada setiap anggota tim untuk mencapai keberhasilan dalam sebuah pertandingan. Terdapat beragam teknik dalam permainan basket, salah satunya chest pass. Chest pass membentuk kerjasama tim dalam permainan sehingga terjadi momentum permainan yang baik. Kemampuan chest pass yang baik dapat diperoleh dari kemampuan otot untuk kerkontraksi melawan tahanan dari otot disekitarnya, atau dapat disebut sebagai kekuatan otot lengan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang, dimana penelitian dan pengukuran dilakukan satu kali.Terdapat 90 sampel dalam penelitian ini dengan pengambilan sampel purposive sampling. Pengukuran dengan push and pull dynamometer dibutuhkan untuk mengetahui kekuatan otot lengan dan wall bounch test untuk mengukur kemampuan chest pass. Hasil: Uji hipotesis dengan Chi-square didapatkan p sebesar 0,000 (p<0,05) dan nilai korelasi r = 0,79 yang memiliki korelasi yang sangat kuat dan searah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan terdapat hubungan kekuatan otot lengan dengan kemampuan chest pass. Sampel yang memiliki kekuatan otot yang baik memiliki kemampuan chest pass yang baik.
Faktor Tingkat Risiko Ergonomi terhadap Terjadinya Keluhan Muskuloskeletal pada Penjahit Kota Denpasar Evi Happy Cintia Sihombing; Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Indira Vidiari Juhanna; Putu Ayu Sita Saraswati
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p12

Abstract

Pendahuluan: Penjahit adalah contoh pekerjaan yang berpotensi mengakibatkan terjadinya keluhan muskuloskeletal. Ada banyak faktor yang dapat mengakibatkan munculnya keluhan muskuloskeletal pada penjahit, salah satunya adalah faktor risiko ergonomi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi adanya korelasi antara tingkat risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal pada penjahit di Kota Denpasar. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross sectional bersifat analitik yang dilakukan di Kota Denpasar pada bulan Agustus 2022 secara offline. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 penjahit. Dari hasil penelitian pengukuran tingkat risiko ergonomi menggunakan kuesioner REBA, didapatkan hasil tingkat risiko ergonomi penjahit berada dalam kategori risiko sedang sebanyak 65 orang (81,3%) dan sisanya berada di kategori tinggi yaitu sebanyak 15 orang (18,8%). Sedangkan berdasarkan hasil pengukuran keluhan muskuloskeletal menggunakan kuesioner NBM didapatkan keluhan rendah sebanyak 27 orang (33,8%), keluhan sedang sebanyak 36 orang (45%) dan sisanya memiliki keluhan tinggi sebanyak 17 orang (21,3%). Hasil: Uji hipotesis spearman’s rho digunakan untuk menganalisis hubungan tingkat risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal pada penjahit di Kota Denpasar dan didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p< 0,05) Simpulan: Penelitian ini menunjukan adanya hubungan tingkat risiko ergonomi dengan keluhan muskuloskeletal pada penjahit di Kota Denpasar. Kata kunci: tingkat risiko ergonomi, keluhan muskuloskeletal, penjahit