Nurhayati
Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Akidah Akhlak Berbasis Metode Visual, Auditory, Reading/Write And Khinesthetic (VARK) di Madrasah Ibtidaiyah Khusnul Fatima; Hartono; Nurhayati; Muhammad Iqbal
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 12 No. 4 Nopember (2023): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, 1) Gambaran bahan ajar Aqidah Akhlak Kelas 1 yang digunakan pada saat ini, 2) Menghasilkan bahan ajar Aqidah Akhlak yang valid, 3) Menghasilkan bahan ajar Aqidah Akhlak yang praktis, dan 4) Menghasilkan bahan ajar yang Aqidah Akhlak yang efektif. Dengan prosedur penelitian model Borg and Gall, yang telah disederhanakan menjadi empat langkah yaitu terdiri dari tahap analisis kebutuhan, tahap mendesain, tahap pengembangan dan tahap uji coba produk. Hasil dari penelitian ini adalah bahan ajar yang berupa buku teks Akidah Akhlak berbasis VARK dengan hasil uji validitas, diperoleh skor penilaian 92 dari skor maksimal 104 dengan tingkat persentase kevalidan 88,5%, dari validator pertama. Hasil ini diperoleh dari empat aspek penilaian yaitu isi, kebahasaan,penyajian, dan kegrafikan, dengan indikator penilaian sebanyak 26 butir pernyataan. Adapun hasil validasi dari validator kedua dengan skor perolehan 101 dari jumlah skor maksimal 104, dengan persentase tingkat kevalidan 96,2%, dengan nilai rata-rata penilaian adalah 96,5. Sehingga buku produk dinyatakan sangat valid. Selanjutnya uji kepraktisan dengan skor perolehan 71 dari skor maksimal 76 terhitung dari 19 butir pernyataan, dengan persentase tingkat kepraktisan adalah 93,5% yang diperoleh dari praktisi. Sedangkan hasil yang diperoleh dari uji kepraktisan peserta didik adalah skor 1.472 dari skor maksimal 1.620, persentase tingkat kepraktisan 91% dengan nilai rata-rata 90. Sehingga produk buku teks dinyatakan memenuhi kriteria kepraktisan. Terkhir hasil uji keefektifan, yang memperoleh hasil dari 22 peserta didik yang diberikan soal post tes, sebanyak 15 orang peserta didik memperoleh hasil yang sangat tinggi dengan persentase 69%, sedangkan 6 orang memperoleh nilai tinggi dengan persentase 27% , dan 1 diantaranya memperoleh nilai sedang dengan persentase 4%.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN “SMART APP CREATOR (SAC)” PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI 1 MOWEWE Reski Aulia; Nurhayati; Suhrah
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran Smart app creator (SAC) merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk membuat berbagai macam aplikasi multimedia interaktif berbasis desktop, mobile dan web. Media pembelajaran ini dapat dijadikan sumber belajar yang dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar peserta didik dan mempermudah guru dalam mengajar sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan efisien. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah kelas XI IIS 2 yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik  pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner/pembagian angket terhadap responden dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis hasil penelitian ini digunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik ketika belajar menggunakan media pembelajaran smart app creator (sac). Hal ini terlihat pada persentase yang didapatkan pada siklus I yaitu 76% peserta didik setuju dengan menggunakan media smart app creator (SAC) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Serta 14% peserta didik kurang setuju dengan penggunaan media smart app creator (SAC) dan 9,99% yang tidak setuju dengan pengunaan media smart app creator (SAC) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Sedangkan persentase yang didapatkan pada siklus II yaitu 92,99% peserta didik sangat setuju dengan menggunakan media smart app creator (SAC)  dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam  Dan Budi Pekerti. Serta 4% peserta didik kurang setuju dan  2,99% tidak setuju dengan penggunaan media smart app creator (SAC) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam  dan Budi Pekerti.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS POWTOON PADA MATA PELAJARAN AKIDAH  AKHLAK KELAS VII MTS.S AT-TARBIYAH ISLAMIYAH KOLAKA Rani Mayasa Kolaka; Nurhayati; Muh. Iqbal
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan permasalahan yang terjadi di kelas VII MTs.S At-Tarbiyah Islamiyah Kolaka, hal yang menjadi hambatan dalam pembelajaran Akidah Akhlak yaitu minat belajar peserta didik masih dikatakan belum cukup baik. Hal ini  disebabkan antusias peserta didik dalam belajar rendah, peserta didik merasa kurang bersemangat untuk mengikuti pembelajaran, sehingga peserta didik cenderung tidak aktif dan tidak merasa bagian dari kelas. Selain itu dalam pelaksanaan pembelajaran belum menggunakan media pembelajaran yang menarik dan bervariasi sehingga menyebabkan keaktifan belajar peserta didik rendah, rendahnya keaktifan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran menyebabkan minat belajar yang rendah bagi peserta didik. Untuk itu dibutuhkan media pembelajaran audio-visual seperti video animasi berbasis Powtoon yang dapat menumbuhkan minat belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian Pengembangan atau Research and Development dengan menggunakan model ADDIE yang tahapnya meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen pra penelitian, pedoman wawancara, lembar validasi ahli media dan ahli materi, lembar angket respons peserta didik, lembar respons guru dan lembar tes minat belajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1)Prototype dari pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis Powtoon menggunakan metode ADDIE. 2)  Kevalidan pengembangan  media pembelajaran video animasi berbasis Powtoon diperoleh hasil persentase 90% dengan kriteria “Sangat Valid” berdasarkan hasil penilaian Ahli Media dan 89% penilaian dari Ahli Materi dengan kriteria “Sangat Valid”. Dan Kepraktisan pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis Powtoon dinyatakan “Sangat Layak” berdasarkan hasil penilaian dari Respons Peserta Didik yakni 96%” dan 80,5% dari penilaian Respons Guru dengan kriteria “Layak” 3) Keefektifan pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis Powtoon  dinyatakan efektif berdasarkan hasil tes minat peserta didik sebelum menggunakan media Powtoon persentase minat belajar peserta didik 61,39% naik menjadi 89,92% setelah menggunakan media pembelajaran video animasi berbasis Powtoon.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “PROBLEM BASED LEARNING (PBL)” PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IV SD IT AL MAWADDAH WARRAHMAH KOLAKA Jum Astuty; Muhammad Asra; Nurhayati
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran yang terjadi di SDIT Al Mawaddah Warrahmah Kolaka dinilai masih kurang menarik karena pembelajaran yang diberikan masih kurang bervariasi sehingga terlihat peserta didik pasif. Terutama dalam kegiatan dan proses belajar tentang pelajaran Aqidah Akhlak perlunya perhatian guru dalam membelajarkan peserta didiknya agar pembelajaran tidak monoton yang akhirnya akan mempengaruhi proses dan hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, perlunya guru menemukan solusi terbaik dalam permasalahan yang ada sehingga peserta didik mampu memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam belajar yang lebih kritis, mandiri, dan menyenangkan. Sehingga solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada, yakni mengubah model pembelajaran guru dengan menerapkan model pembelajaran baru dalam suatu penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV SDIT Al Mawaddah Warrahmah Kolaka”.Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 11 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila ketuntasan hasil belajar peserta didik mencapai 85% atau secara keseluruhan telah mencapai nilai KKM 85 pada mata pelajaran Aqidah Akhlak dalam penggunaan model pembelajaran Probblem Based Learning (PBL). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar peserta didik ketika belajar menggunakan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang sesuai prosedur. Hal ini terbukti pada hasil persentase siklus I yaitu mencapai 73% sedangkan pada hasil persentase siklus II mencapai100%.
PENANAMAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK PADA KEGIATAN KEROHANIAN ISLAM (ROHIS) DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KOLAKA Sartika; Nurhayati; Ade Saputra
Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah (JTPM)
Publisher : Universitas Sains Islam Al Mawaddah Warrahmah Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Religious moderation is seen and religious attitudes and practices that reflect the true meaning of religious teachings from well-known communities and spread benefits are called madrasah are the first place to make changes, in order to shape the morals and morals of students through Islamic spiritual activities (Rohis). The iam of this research is 1) To find out the implementation of religious moderation values in the participant of Madrasah Aliyah Negeri 1 Kolaka, 2) To find out the implementation of activities Islamic spirituality (Rohis) at Madrasah Aliyah Negeri 1 Kolaka, 3) To find out what the supporting and inhibiting factors are instilling religious moderation values in islamic spiritual activities (Rohis) at Madrasah Aliyah Negeri 1 Kolaka. The research method used includes a qualitative approach to phenomenological research. The research subjects were resident of Madrasah Aliyah Negeri 1 Kolaka consisting of the Madrasah Head, teachers and students. Data collection methods used included observation, interviews, documentation. The results of this research show that 1) there is an instillation of moderation religious values in students through Islamic spiritual activities (Rohis) at Madrasah Aliyah Negeri 1 Kolaka. Moderation values are instilled in accordance with the focus of study in the from of tawassuth, tasamuh or tolerance (infaq). Friday which is held every Friday and ramadan safari which is held once a year in the holy month of ramadan) I’tidal. Qudwah (carrying out dhuha prayers, zikir, zuhur prayers, tadarrus, kultum every day, and commemorating major Islamic holidays once a year) 2) Islamic spiritual activities (Rohis) have been carried out well with several activities, namely a) Dhuha and zikir prayers together, b) zuhur prayers in congregation ah tadarrus and kultum, c) celebration of the great Islamic holiday, d) safari ramadan. e) infaq furn at through this activity, students are taught the values of religious moderation and directly put into practice using the discussion method and the practical method of activities, which are coached directly by the supervisor teacher. This activity is an activity carried out outside of class with the iam of increasing and broadening knowledge. Students in the lessons learned 3) supporting factors, namely the quality of professional teachers, a religious culture and adequate facilities. While the inhibitors are the influence of social media, an environment that is not conducive.