Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan fitur-fitur dalam aplikasi zoom cloud meeting pada implementasi pembelajaran daring membaca pemahaman Siswa Sekolah Dasar Yeni Hadianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i5.21248

Abstract

Pembelajaran daring merupakan proses belajar berbasis pada jaringan internet dimana tidak ada pertemuan langsung atau tatap muka antara guru dan siswa. Disisi lain pembelajaran membaca pemahaman memerlukan komunikasi yang baik antara guru dan siswanya. Hasil survei dari beberapa lembaga menunjukan tingkat kemampuan membaca pemahaman yang masih rendah. Untuk itu perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman melalui pemanfaatan aplikasi daring. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan aplikasi dapat memberikan pengaruh positif terhadap pembelajaran bahasa. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa penggunaan fitur aplikasi dapat membantu siswa memahami isi teks bacaan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi fitur-fitur aplikasi Zoom Cloud Meeting yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eskploratif guna memperdalam pengetahuan dan mencari ide-ide baru dalam perumusan masalah atau pengembangan hipotesis. Hasil penelitian menunjukan terdapat fitur-fitur menarik dalam Zoom Cloud Meetings yang dapat digunakan untuk pembelajaran membaca pemahaman diantaranya Share screen, Chat room, Breakout Room, Gallery View, Reactions, Raise Hand, Nonverbal Feedback, dan Polls. Kata Kunci: Pembalajaran daring, membaca pemahaman, fitur Zoom Cloud Meetings.
Pemberdayaan Guru SD melalui Workshop Bercerita berbasis Deep Learning sebagai Sarana Self-healing Trisna Nugraha; Yeni Hadianti; Evi Susanti; Ardian Renata Manuardi
JE (Journal of Empowerment) Vol. 6 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v6i2.5755

Abstract

Abstrak Guru sekolah dasar berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan refleksi dan kesadaran diri peserta didik. Dalam konteks ini, penguasaan teknik bercerita menjadi strategi efektif untuk menerapkan pembelajaran bermakna berbasis deep learning yang mendorong keterlibatan emosional dan pemaknaan pengalaman belajar. Namun, banyak guru belum memperoleh pelatihan yang membantu mereka memadukan storytelling dengan praktik reflektif guna mendukung kreativitas dan kesejahteraan emosional. Program pengabdian masyarakat “Bercerita untuk Jiwa” dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan profesional guru sekolah dasar melalui pelatihan storytelling berbasis deep learning dan praktik self-healing. Kegiatan difokuskan pada empat aspek utama: pemahaman pembelajaran bermakna, keterampilan storytelling edukatif, integrasi nilai budaya lokal, serta penguatan kesejahteraan emosional. Dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), guru terlibat aktif dalam perencanaan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi, sedangkan data diperoleh melalui kuesioner pra–pasca pelatihan. Sebanyak 32 guru dari KKG Kolonel Masturi Cimahi berpartisipasi, dan hasil analisis menunjukkan peningkatan keterampilan pedagogis, kreativitas, dan keyakinan diri (Effect Size = 1,9 atau efek sangat besar). Pelatihan sederhana namun bermakna ini melahirkan karya cerita guru dan mendorong pengembangan soal kontekstual yang menciptakan pengalaman belajar lebih hidup dan relevan bagi siswa. Abstract Primary school teachers play a vital role in creating learning processes that go beyond knowledge acquisition by fostering students’ reflection and self-awareness. In this context, mastery of storytelling techniques serves as an effective strategy for implementing meaningful learning based on deep learning, which encourages emotional engagement and the construction of personal meaning. However, many teachers have not received adequate training to integrate storytelling with reflective practice that supports creativity and emotional well-being. The community service program “Bercerita untuk Jiwa” was designed to address the professional development needs of primary school teachers through deep learning-based storytelling training and self-healing practices. The activities focused on four main aspects: understanding meaningful learning, developing educational storytelling skills, integrating local cultural values, and strengthening emotional well-being. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, teachers were actively involved in planning, training, mentoring, and evaluation, while data were collected through pre- and post-training questionnaires. Thirty-two teachers from the Kolonel Masturi Teacher Working Group participated, and the analysis results showed improvements in pedagogical skills, creativity, and self-confidence (Effect Size = 1.9, indicating a very large effect). This simple yet meaningful training inspired teachers to produce original stories and develop contextual word problems, creating more engaging and relevant learning experiences for students.