Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Community Based Environmental Engineering and Management

KAJIAN MENGENAI PANDANGAN PENGGUNA TERHADAP SARANA SANITASI DI SMK NEGERI COMPRENG, KABUPATEN SUBANG Deni Rusmaya; Hary Pradiko; Reviardi Redi Nugroho
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 3 No. 1 (2019): Vol. 3 No.1, Maret 2019
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.749 KB) | DOI: 10.23969/jcbeem.v3i1.1498

Abstract

Sarana sanitasi sekolah merupakan kebutuhan penting yang harus diperhatikan kualitas dan kuantitasnya untuk menjaga kondisi lingkungan dan kesehatan tetap baik dan terjaga. SMK Negeri Compreng merupakan satu-satunya sekolah kejuruan yang terdapat di Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang terdapat di SMK Negeri Compreng berkaitan dengan fasilitas sanitasi berdasarkan pandangan penggunanya. Metode yang digunakan adalah penyebaran kuisioner terhadap pengguna fasilitas sanitasi. Berdasarkan survey tersebut, diperoleh bahwa sebanyak responden 79,4% berpendapat fasilitas air bersih layak. Sedangkan terhadap fasilitas air limbah, terdapat 62,9% responden yang berpendapat fasilitas tersebut layak. Responden yang menyatakan bahwa fasilitas drainase layak hanya 32,4%, sedangkan yang menyatakan bahwa fasilitas pengelolaan sampah layak adalah 40,8%. Dilihat secara keseluruhan fasilitas sanitasi, sebanyak 54% responden menyatakan masih layak digunakan. Hasil kajian memperlihatkan bahwa prioritas perbaikan fasilitas sanitasi adalah pada sarana drainase dan pengelolaan sampah.
EVALUASI KINERJA PROGRAM SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (SANIMAS) DALAM SEKTOR AIR LIMBAH: (STUDI DI KABUPATEN SELUMA PROVINSI BENGKULU TAHUN 2012-2015) Lili Mulyatna; Hary Pradiko; Diki Abdurahman
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 1 No. 1 (2017): Vol. 1 No.1. September 2017
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.023 KB) | DOI: 10.23969/jcbeem.v1i1.1365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Program SANIMAS di Kabupaten Seluma dengan meninjau aspek teknis, pemanfaatan, keuangan, dan pengelolaan. Evaluasi dilakukan dengan cara pembobotan dan skoring. Pembobotan dan skoring dilakukan dengan menetapkan parameter evaluasi. Kemudian dinilai untuk masing-masing aspek sehingga didapat angka yang mewakili fasilitas sanitasi pada tiap lokasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa untuk aspek teknis: sumber air tidak kontinu, kran air, bak air, lantai, dan pintu kamar mandi rusak; aspek pemanfaatan: 8 bangunan MCK+ dalam keadaan tidak terawat dan rusak, jumlah pengguna tidak mencapai target yang telah direncanakan, limbah yang dihasilkan belum termanfaatkan; aspek kelembagaan: pengelolaan tidak dilakukan dengan baik oleh KSM dan masyarakat setempat, KSM tidak aktif, tidak ada monitoring dari tenaga fasilitator terhadap KSM yang sudah terbentuk sehingga informasi yang didapatkan dari hasil pelatihan tidak diaplikasikan; aspek keuangan :tidak ada pembukuan dan laporan keuangan, penarikan iuran tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dari hasil penilaian untuk Desa Kuti Agung, Desa Pasar Seluma, Desa Tanjungan dan Desa Talangsali mendapatkan nilai terkecil yaitu 1 dengan kategori E (sangat buruk). Untuk Desa Taba Lubuk Puding mendapatkan nilai tertinggi yaitu 3,2 termasuk dalam kategori B (baik). Sedangkan untuk desa yang lain dengan total nilai antara 1,92-2,64 termasuk dalam kategori C dan D. Untuk memperbaiki kinerja.
KAJIAN BEBAN PENCEMARAN LIMBAH CAIR DENGAN PARAMETER BOD DAN DO DARI AREA PERMUKIMAN DI SUNGAI CITEPUS Hary Pradiko; Yonik Meilawati Yustiani; Santika Santika
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 2 No. 2 (2018): Vol. 2 No.2, September 2018
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.12 KB) | DOI: 10.23969/jcbeem.v2i2.1459

Abstract

Sungai Citepus merupakan sungai yang mengalir melalui daerah Barat kota Bandung dengan berbagai kegiatan masyarakatnya, antara lain permukiman padat/ kegiatan penduduk sehari-hari seperti MCK, home industri atau industri kecil, sehingga sungai Citepus juga merupakan tempat yang potensi untuk pembuangan air limbah dari kegiatan tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kualitas air sungai, berdasarkan kualitas indikator pencemaran di Sungai Citepus yang telah dilakukan pada musim hujan. Pengambilan sampel air dilakukan secara sesaat/grab, pengambilan sampel dilakukan di 5 titik pengamatan dimulai di daerah hulu (jl.Dr.Setiabudhi) sampai hilir (Jl.Caringin).Tingkat pencemaran air sungai ditentukan berdasarkan parameter kualitas air BOD dan DO. Persamaan yang digunakan adalah Teori Streeter – Phelps. Dari hasil perhitungan diperoleh bagian hulu sungai kadar BOD-nya antara 6,8 – 7,2 mg/l dan kadar DO 8,4 mg/l. dan dibagian hilir sungai kadar BOD-nya antara 7,0 – 7,5 mg/l dan kadar DO 0,5 – 0,9 mg/l. Berdasarkan hasil diatas maka kondisi sungai dibadian hulu kadar BOD di daerah ini telah melebihi ambang batas (tercemar), tetapi nilai DO sesuai dengan ambang batas, begitu juga dengan bagian hilir sungai nilai BOD telah melewati ambang batas (tercemar) dan kadar DO dibawah ambang batas, menurut SK Gubernur Jawa Barat N0.39 Tahun 2001 yaitu nilai BOD sebesar 6 mg/l dan DO sebesar >3 mg/l.
Mapping Water and Sanitation Condition to Improve Universal Access in Bandung City Astri Widiastuti Hasbiah; Lili Mulyatna; Hary Pradiko; Hidayat Hidayat; Evi Afiatun; Hermin Aulia Racmie; Nine Triani
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 7 No. 2 (2023): Vol. 7 No.2, September 2023
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v7i2.10260

Abstract

Many developing countries lack the necessary infrastructure for clean water supply and sanitation facilities, especially in urban areas. Cities in Indonesia are also facing this problem. The rapid growth of urban areas puts a strain on existing water and sanitation infrastructure, making it difficult to meet the increasing demand for services. This can lead to inadequate mapping and planning for future needs. Water and sanitation mapping is an important tool for monitoring access to clean water and sanitation facilities to gather accurate data and improving access to clean water and sanitation. The purpose of this study is mapping water and sanitation condition and calculate the sanitation index. The mapping carried out includes source of drinking water, wastewater, drainage system, and solid waste disposal. The study was conducted in RW 06 Pasirluyu, a community neighbourhood in Bandung City. The methods used are questionnaire interviews and direct observation. The total respondents of study locations were 225 houses, but only 101 houses were willing to participate in the study. The study results show that 89% of respondents clean water source comes from deepwell groundwater for cooking and washing, wheran openmain source for drinking water is from bottled water, 89% of respondents use septic tank for their wastewater, 11% of respondents dispose their wastewater into open channels or conduct open defecation, 89% of the draineage is open drainage system, and 61% of the respondents conducted solid waste separation. Sanitation index assessment in RW 06 Pasirluyu calculated scored 1.25 for drinking water aspect, 1.23 domestic wastewater aspect. 1.21 drainage aspect, 1.02 domestic waste aspect. Overall, based on the sanitation index assessment results, the RW 06 Pasirluyu is classified as good.
The Effectiveness of the Electrocoagulation Process in Reducing TDS Concentration in Brackish Water in Subang Regency Afiatun, Evi; Yustiani, Yonik Meilawati; Pradiko, Hary; Rahayu, Giga Galuh; Suju, Anis Dwiantoro
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 9 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v9i2.32579

Abstract

Brackish water is a water resource that has the potential to be used as raw water, but has limitations due to high levels of total dissolved solids (TDS) This study aims to analyze the effectiveness of the electrocoagulation method in reducing these pollutant parameters in brackish water samples from Subang Regency. The groundwater samples were taken in the area of the Diniyah Takmiliyah Awaliyah Islamic Madrasa School. The research was conducted using a prototype electrocoagulation device with a pair of aluminum plates, varying voltages (10, 12, 14, and 15 volts), varying flow rates (0.06 L/second and 0.08 L/second), and conditions with and without a plate settler in the sedimentation unit. The results showed that increasing the voltage significantly reduced TDS levels. The highest efficiency was achieved at 10 volts with a flow rate of 0.06 L/second, reducing TDS from 3,400 mg/L to 3,110 mg/L (8.5%). Meanwhile, the lowest efficiency was achieved at 12 volts with a flow rate of 0.08 L/second, at 2.1%. Overall, this study confirms that electrocoagulation can be an alternative brackish water treatment technology in coastal areas. Although the TDS reduction efficiency is still limited, this method can be further developed as part of an integrated system to support sustainable clean water availability.