Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Model Penerapan Drainase Berwawasan Lingkungan Skala Individu di Lahan Permukiman Kawasan Bandung Utara Pradiko, Hary; Sabar, Arwin; Soewondo, Prayatni; Suryadi, Yadi; Jatikusuma, Indragiri
Jurnal Teknik Sipil Vol 24, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1852.239 KB) | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.10

Abstract

AbstrakPerubahan luas lahan terbangun dapat mempengaruhi ekstremitas debit air yang menimbulkan ancaman banjir dan kekeringan di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS). Penanganan limpasan air hujan dengan drainase lingkungan sudah diterapkan. Akan tetapi lahan permukiman di perkotaan sangat terbatas, sehingga membutuhkan solusi pengendalian dari limpasan air hujan yang efektif dan efisien. Teknik peresapan air yang dikaji dalam penelitian ini adalah penerapan sumur resapan dalam suatu persil permukiman di Kawasan Konservasi Bandung Utara untuk mendapatkan model penerapan sumur resapan yang efektif untuk penerapan konsep zero runoff. Metode perhitungan yang digunakan adalah metode rasional untuk limpasan permukaan dan Metode Sunjoto untuk peresapan air. Lokasi penelitian adalah suatu persil di kawasan permukiman Bandung Utara. Hasil perhitungan limpasan pada periode ulang hujan 20 tahun drain 1 sebesar 0,0182 m3/det dan drain 2-3 sebesar 0,0104 m3/det. Dibuat sumur resapan A berdiameter 0,8 m dan kedalaman 15 m berkemampuan resap 0,0244 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 1 dan sumur resapan B berdiameter 1,2 m dan kedalaman 10 m berkemampuan resap 0,0181 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 2-3. Sumur resapan yang dibuat dapat menampung limpasan air hujan pada periode ulang hujan 20 tahun, sehingga konsep zero runoff dapat diterapkan di persil-persil lain yang ada di Kawasan Bandung Utara.Abstract The increasing of land use can affect an extreme waterflow posed a threat of flooding and drought in downstream watershed. Handling runoff using the drainage system has been implemented. But the urban settlement land is very limits, so its necessary to control runoff effectively and efficiently. The objective of this research is to apply zero runoff concept using infiltration wells in a small part of settlement in North Bandung. The used methods are a rational method and Sunjoto method. The research location is a part of settlement area in North Bandung. The results show that on 20-year rainfall return period, the runoff from drain 1 is about 0.0182 m3/s and from drain 2-3 is about 0.0104 m3/s. The first infiltration wells (A) (diameter of 0.8 m and a depth of 15 m) can infiltrate 0.0244 m3/s to absorb from drain 1 and the second one (B) (diameter of 1.2 m and a depth of 10 m) can infiltrate 0.0181 m3/s to absorb from drain 2-3. The infiltration wells can accommodate runoff in the 20-year rainfall return period, so the zero runoff concept can be applied in other settlement parts that exist in North Bandung area.
OPTIMIZATION MODEL OF LAND USE PLANNING TO REDUCE LAND EROSION LEVEL: CASE STUDY IN THE UPPER CIUJUNG RIVER BASIN Soentoro, Edy Anto; Muhardiono, Imam; Suryadi, Yadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26, No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.4

Abstract

AbstractUncontrolled changes in land use located in the upstream river can result in land erosion, which will eventually increase river sedimentation as well as floods, reduce the estimated planned life of the downstream reservoir, and reduce soil productivity due to the loss of nutrients. This study is aimed to find the best land use pattern through optimization, in order to reduce the level of land erosion. The optimization model used is the Linear Programming (LP) method which is combined with the USLE method and Geographic Information System software based on raster grids. The potential sedimentation prediction that is collected from the measurement data in the river is used to calibrate the simulation of the real conditions of land erosion. The optimization results of this study in the Upper Ciujung river basin, Banten, can be obtained by expanding as much as possible the area of corn-fields/moors to become plantations (which are denser and bigger tree fields) or even forests. The results can reduce the level of land erosion by 38.0%, or from 99.03 tons/ha/year to 61.32 tons/ha/year. However, the results above cannot be generally applied in all locations. What can be generally accepted is that the optimization model of this study can be used to reduce the level of land erosion by regulating the size of the area and location of each type of land use, and by considering the factors of soil erodibility, slope, and rain erosivity at the site.AbstrakPerubahan tata guna lahan yang tidak terkendali di daerah hulu aliran sungai dapat mengakibatkan erosi lahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan sedimentasi di sungai dan banjir, mengurangi umur rencana waduk di hilirnya, serta menurunkan produktivitas tanah karena lapisan hara yang hilang. Penelitian ini ditujukan untuk mencari pola tata guna lahan yang terbaik dengan cara optimasi guna mengurangi tingkat erosi lahan. Model optimasi yang digunakan adalah metode program linier (LP) yang digabung dengan metode USLE dan software SIG (system informasi geografis) berbasis raster grid. Prediksi potensi sedimentasi dari data pengukuran sedimen di sungai digunakan untuk kalibrasi simulasi kondisi nyata erosi lahan. Hasil optimasi pada penelitian di Sub DAS Ciujung Hulu, Provinsi Banten, bisa didapat dengan merubah seluas mungkin areal ladang/tegalan yang sudah ada untuk menjadi kebun campuran atau hutan. Hasilnya dapat memperkecil tingkat erosi lahan sebesar 38,0%, atau turun dari semula sebesar 99.03 ton/ha/thn menjadi 61,32 ton/ha/thn. Namun hasil tersebut diatas tidak bisa berlaku secara umum di semua lokasi. Yang bisa berlaku umum adalah bahwa model optimasi dari studi ini dapat dipakai untuk mengurangi tingkat erosi lahan dengan mengatur luas areal dan penempatan lokasi jenis-jenis penggunaan lahan, dengan mempertimbangkan faktor erodibilitas tanah, kemiringan lereng, dan erosivitas hujan di lokasi.
Effectiveness Analysis of Canal Blocking in Sub-peatland Hydrological Unit 5 and 6 Kahayan Sebangau, Central Kalimantan, Indonesia Yadi Suryadi; Indratmo Soekarno; Ivan Aliyatul Humam
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 53 No. 2 (2021)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2021.53.2.5

Abstract

The height of canal blocking has a significant influence on re-wetting peatland, depending on the canal’s distance. An effective canal in good condition has to raise the groundwater table to -0.4 m below ground level according to the Indonesian Ministry of Environment and Forestry (MENLHK). The effectiveness of different canal blockings was modeled by Freewat software with variation of canal distance (200 m, 250 m, 300 m, 350 m, and 400 m) and blocking height (0.2 m, 0.3 m, 0.4 m, 0.5 m, 0.6 m). This simulation was carried out using recharge and evapotranspiration data covering 20 years. The input of the conductivity value was done using 50 m/day according to the calibration. From the modeling, 0.6 m high canal blockings give a satisfactory result at every canal distance. The study took place during the annual dry season, when recharge was almost zero and average evapotranspiration was 6 mm/day. Adjusting the canal blocking to a maximum of 0.6 m and the canal distance to 400 m, the groundwater table slowly rose 0.38 m and it took 30 days to reach full-re-wetting capacity. This study revealed that the effectiveness of canal blocking is directly related to evapotranspiration and recharge, which has a positive correlation with the groundwater rise and the re-wetting period.
Model Penerapan Drainase Berwawasan Lingkungan Skala Individu di Lahan Permukiman Kawasan Bandung Utara Hary Pradiko; Arwin Sabar; Prayatni Soewondo; Yadi Suryadi; Indragiri Jatikusuma
Jurnal Teknik Sipil Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2017.24.1.10

Abstract

AbstrakPerubahan luas lahan terbangun dapat mempengaruhi ekstremitas debit air yang menimbulkan ancaman banjir dan kekeringan di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS). Penanganan limpasan air hujan dengan drainase lingkungan sudah diterapkan. Akan tetapi lahan permukiman di perkotaan sangat terbatas, sehingga membutuhkan solusi pengendalian dari limpasan air hujan yang efektif dan efisien. Teknik peresapan air yang dikaji dalam penelitian ini adalah penerapan sumur resapan dalam suatu persil permukiman di Kawasan Konservasi Bandung Utara untuk mendapatkan model penerapan sumur resapan yang efektif untuk penerapan konsep zero runoff. Metode perhitungan yang digunakan adalah metode rasional untuk limpasan permukaan dan Metode Sunjoto untuk peresapan air. Lokasi penelitian adalah suatu persil di kawasan permukiman Bandung Utara. Hasil perhitungan limpasan pada periode ulang hujan 20 tahun drain 1 sebesar 0,0182 m3/det dan drain 2-3 sebesar 0,0104 m3/det. Dibuat sumur resapan A berdiameter 0,8 m dan kedalaman 15 m berkemampuan resap 0,0244 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 1 dan sumur resapan B berdiameter 1,2 m dan kedalaman 10 m berkemampuan resap 0,0181 m3/dt untuk meresapkan limpasan drain 2-3. Sumur resapan yang dibuat dapat menampung limpasan air hujan pada periode ulang hujan 20 tahun, sehingga konsep zero runoff dapat diterapkan di persil-persil lain yang ada di Kawasan Bandung Utara.Abstract The increasing of land use can affect an extreme waterflow posed a threat of flooding and drought in downstream watershed. Handling runoff using the drainage system has been implemented. But the urban settlement land is very limits, so it's necessary to control runoff effectively and efficiently. The objective of this research is to apply zero runoff concept using infiltration wells in a small part of settlement in North Bandung. The used methods are a rational method and Sunjoto method. The research location is a part of settlement area in North Bandung. The results show that on 20-year rainfall return period, the runoff from drain 1 is about 0.0182 m3/s and from drain 2-3 is about 0.0104 m3/s. The first infiltration wells (A) (diameter of 0.8 m and a depth of 15 m) can infiltrate 0.0244 m3/s to absorb from drain 1 and the second one (B) (diameter of 1.2 m and a depth of 10 m) can infiltrate 0.0181 m3/s to absorb from drain 2-3. The infiltration wells can accommodate runoff in the 20-year rainfall return period, so the zero runoff concept can be applied in other settlement parts that exist in North Bandung area.
Optimization Model of Land Use Planning to Reduce Land Erosion Level: Case Study in the Upper Ciujung River Basin Edy Anto Soentoro; Imam Muhardiono; Yadi Suryadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 26 No 3 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2019.26.3.4

Abstract

AbstractUncontrolled changes in land use located in the upstream river can result in land erosion, which will eventually increase river sedimentation as well as floods, reduce the estimated planned life of the downstream reservoir, and reduce soil productivity due to the loss of nutrients. This study is aimed to find the best land use pattern through optimization, in order to reduce the level of land erosion. The optimization model used is the Linear Programming (LP) method which is combined with the USLE method and Geographic Information System software based on raster grids. The potential sedimentation prediction that is collected from the measurement data in the river is used to calibrate the simulation of the real conditions of land erosion. The optimization results of this study in the Upper Ciujung river basin, Banten, can be obtained by expanding as much as possible the area of corn-fields/moors to become plantations (which are denser and bigger tree fields) or even forests. The results can reduce the level of land erosion by 38.0%, or from 99.03 tons/ha/year to 61.32 tons/ha/year. However, the results above cannot be generally applied in all locations. What can be generally accepted is that the optimization model of this study can be used to reduce the level of land erosion by regulating the size of the area and location of each type of land use, and by considering the factors of soil erodibility, slope, and rain erosivity at the site.AbstrakPerubahan tata guna lahan yang tidak terkendali di daerah hulu aliran sungai dapat mengakibatkan erosi lahan, yang pada akhirnya akan meningkatkan sedimentasi di sungai dan banjir, mengurangi umur rencana waduk di hilirnya, serta menurunkan produktivitas tanah karena lapisan hara yang hilang. Penelitian ini ditujukan untuk mencari pola tata guna lahan yang terbaik dengan cara optimasi guna mengurangi tingkat erosi lahan. Model optimasi yang digunakan adalah metode program linier (LP) yang digabung dengan metode USLE dan software SIG (system informasi geografis) berbasis raster grid. Prediksi potensi sedimentasi dari data pengukuran sedimen di sungai digunakan untuk kalibrasi simulasi kondisi nyata erosi lahan. Hasil optimasi pada penelitian di Sub DAS Ciujung Hulu, Provinsi Banten, bisa didapat dengan merubah seluas mungkin areal ladang/tegalan yang sudah ada untuk menjadi kebun campuran atau hutan. Hasilnya dapat memperkecil tingkat erosi lahan sebesar 38,0%, atau turun dari semula sebesar 99.03 ton/ha/thn menjadi 61,32 ton/ha/thn. Namun hasil tersebut diatas tidak bisa berlaku secara umum di semua lokasi. Yang bisa berlaku umum adalah bahwa model optimasi dari studi ini dapat dipakai untuk mengurangi tingkat erosi lahan dengan mengatur luas areal dan penempatan lokasi jenis-jenis penggunaan lahan, dengan mempertimbangkan faktor erodibilitas tanah, kemiringan lereng, dan erosivitas hujan di lokasi.
Kajian Sedimentasi di Muara Sungai ciletuh, Kabupaten Sukabumi Yadi Suryadi; Afrizal Maulana Sutrisna; Mohammad Bagus Adityawan; Asrini Chrysanti; Bagus Pramono Yakti; Widyaningtias Widyaningtias; Iwan Kridasantausa Hadihardaja
Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 2 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2020.27.2.5

Abstract

AbstractFishermen around Ciletuh estuary were having difficult times due to their lack of fish cathments. This happens because of sedimentation on Ciletuh estuary, causing the fishermen unable to moor their boats. Sedimentations in Ciletuh estuary is the accumulation of the sediment transport from Ciletuh river. Therefore, analysis is performed regarding hidrology, tidal, wave and sedimentation. The sedimentation modeling is performed by using Delft3D with 3 conditions: wet season, dry season and flood condition. Concluded that the highest sedimentation happens when flood condition is in return periode of 2 years, with the value of sedimentation reaching 2 meters high.AbstrakNelayan di sekitar muara Sungai Ciletuh mengalami masa sulit akibat hasil tangkapan ikan yang terus berkurang. Hal ini terjadi karena muara Sungai Ciletuh mengalami pendangkalan, mengakibatkan nelayan menjadi kesulitan untuk menambatkan perahu mereka. Sedimentasi yang terjadi di muara Sungai Ciletuh merupakan akumulasi dari angkutan sedimen yang dibawa oleh aliran sungai yang berasal dari erosi di DAS Ciletuh. Oleh karena itu dilakukan analisis hidrologi, pasang surut, gelombang, dan sedimentasi yang terjadi di muara Sungai Ciletuh. Pemodelan menggunakan Delft3D dilakukan dengan tiga kondisi; musim kering, musim basah dan kondisi banjir. Disimpulkan bahwa sedimentasi paling besar yang terjadi di muara Sungai Ciletuh pada saat kondisi banjir dengan periode ulang 2 tahun, dengan nilai sedimentasi mencapai ketinggian 2 meter.
Aspek Sumber Daya Manusia yang Kompeten Sebagai Pendukung Utama Urban Farming Ernawati Ernawati; Indratmo Soekarno; Joko Siswanto; Yadi Suryadi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2021.009.01.01

Abstract

Urban farming pada dasarnya adalah pola/metode (sisipkan kata benda) pertanian yang dilakukan oleh penduduk kota dengan mengusung konsep keterbatasan ruang. Untuk mewujudkan terciptanya urban farming tentu diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai keinginan dan kemampuan lebih untuk melakukan/melaksanakan (sisipkan kata kerja) urban farming itu sendiri. Dengan lahan yang terbatas dan kesibukan masyarakat tentunya akan sangat sulit untuk menerapkan urban farming. Secara garis besar pola bertani di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua yaitu bertani secara tradisional dan bertani dengan teknologi terkini dalam bentuk teknologi komunikasi dan informasi (ICT) untuk manajemen (E-Gorvernance), Internet of Thing (IoT), serta kecerdasan buatan (Artficial Intelectual, AI). Oleh karena itu, perlu rancangan skenario, terutama sumber daya manusia yang mumpuni untuk mendukung urban farming. Dengan menggalakan urban farming yang didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten akan berkontribusi terhadap ketahanan pangan, karena secara tidak langsung urban farming mewujudkan kemandirian pangan dengan kemandirian pangan ini diharapkan urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan. Sumber daya manusia yang kompeten sangat diperlukan untuk mendukung urban farming, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kemauan dan kerjasama dari manusianya sendiri dalam hal ini masyarakat dan pemerintah. Kompetensi seseorang sangat ditentukan oleh lima unsur, yaitu motif (motive), watak, konsep diri, pengetahuan, dan keterampilan. Niat yang dimiliki masyarakat untuk melakukan urban farming masih di kisaran 24 %, yang melakukan urban farming 2% sehingga hasil kerja belum maksimal Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat yang didukung dengan visi dan misi yang didukung dengan strategi, tujuan dan program/bisnis yang terarah. Diharapkan urban farming dapat memberi kontribusi untuk ketahanan pangan. Kontribusi pemerintah dan masyarakat sangat berperan untuk terwujudnya urban farming yang diharapkan
Hydrodynamics Analysis in Bedono Beach Demak Regency, Central Java Indonesia : Open Resource Processing for Modeling Rahim Mustaqim; Widyaningtias Widyaningtias; Ingerawi Sekaring Bumi; Yadi Suryadi; Eka Oktariyanto Nugroho; Hadi Kardhana; Mohammad Bagus Adityawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2022.29.3.3

Abstract

Abstract Input data derived from open resources is used as variables in numerical model calculation. Hydrodynamic analysis at Bedono Beach is modeled using a combination of open software models Delft3D-Flow and Delft3D-Wave. The model domain uses a combination of national bathymetry from BATNAS and national topography from DEMNAS. The driving force on this model are the tides of TPXO 7.2 and the wave results of hindcasting from National Oceanic Atmospheric and Administration (NOAA) wind data. The important water level elevation of HHWL = 1,156 m, MHWL = 1.060 m, MSL = 0.600 m, MLWL = 0.140 m, LLWL = 0,044 m are obtained from observation point on grid model. In addition, the significant wave height and significant peak period for each nautical direction are calculated and being input for open boundary in wave model. The result of one month hydrodynamic visualization after simulation complete can be seen using a quickplot menu from Delft3D. Keywords: Bedono beach, open resource, Delft3D, hydrodynamic, visualization Abstrak Data masukan yang berasal dari sumber online digunakan sebagai variabel dalam perhitungan model numerik. Analisis hidrodinamika di Pantai Bedono dimodelkan menggunakan kombinasi software Delft3D-Flow dan Delft3D-Wave. Domain model menggunakan kombinasi batimetri nasional dari BATNAS dan topografi nasional dari DEMNAS. Gaya penggera pada model yaitu pasang surut TPXO 7.2 dan gelombang hasil hindcasting dari data angin National Oceanic Atmospheric and Administration (NOAA). Elevasi muka air penting HHWL = 1,156 m, MHWL = 1,060 m, MSL = 0,600 m, MLWL = 0,140 m, LLWL = 0,044 m diperoleh dari titik pengamatan pada grid model. Selain itu, tinggi gelombang signifikan dan periode puncak signifikan untuk setiap arah laut dihitung dan menjadi masukan untuk boundary dalam model gelombang. Hasil visualisasi hidrodinamika selama satu bulan setelah simulasi selesai dapat dilihat dan dianalisa menggunakan menu quickplot dari Delft3D. Kata-kata Kunci: : Pantai Bedono, open resource, Delft3D, hidrodinamika, visualisasi
Upaya Penerapan Hidup Sehat dan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bimbingan Belajar dan Parenting di Desa Mekarsaluyu Hernawati Hernawati; Astri Sri Lestari; Handani Handani; Mulyanti Mulyanti; Neneng Dian; Yadi Suryadi
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v2i3.6125

Abstract

AbstractHealthy living and good character are the needs of every Indonesian child, including the children of Mekarsaluyu Village. Mekarsaluyu Village is a village located in Cimenyan District, Bandung Regency, West Java Province. The road infrastructure in this village is in poor condition. The distance between RWs is very far and the road is very worrying. The awareness of the people of Mekarsaluyu Village in terms of education is still lacking, the majority of the population graduated from elementary school, many also dropped out of school, there are some residents who have graduated from high school and even graduated from college. influencing the formation of the quality of society, especially the next generation is the field of education. Through this community service activity, students are required to play a role in solving problems according to their capacity. Education is taken as the theme in this activity because education is one aspect of developing, organizing, shaping, maturing, directing humans and furthermore, the best education is to move education from an early age. Therefore, character education for children is carried out through tutoring and the provision of various creative and innovative learning methods. There are several specific educational programs that are carried out to improve the character of children's competitiveness, namely through education according to their needs. Apart from tutoring activities, it is also through parenting activities. This activity is expected to be the beginning of opening public awareness of the importance of education for children from an early age for a better future. Keywords: Character Education, Healthy living, ParentingAbstrak      Hidup sehat dan karakter yang baik merupakan kebutuhan setiap anak Indonesia, termasuk di dalamnya ada anak-anak Desa Mekarsaluyu. Desa Mekarsaluyu ini merupakan desa yang berada di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Provinsi JAwa Barat.. Infrastruktur jalan di desa ini dalam kondisi kurang baik. Jarak antar RW sangat berjauhan dan medan jalannya pun sangat di khawatirkan.Kesadaran masyarakat Desa Mekarsaluyu dalam hal pendidikan masih kurang, mayoritas penduduk lulus SD, banyak juga yang putus sekolah, ada beberapa warga yang sudah lulus SMA bahkan lulus Perguruan Tinggi.Salah satu sektor yang berpengaruh terhadap pembentukan kualitas masyarakat khususnya generasi penerus adalah bidang pendidikan. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, mahasiswa dituntut untuk berperan dalam menyelesaikan masalah sesuai kapasitas yang dimiliki. Pendidikan diambil sebagai tema dalam kegiatan inipengabdian dikarenakan pendidikan merupakan salah satu aspek dalam pengembangan, menata, membentuk, mendewasakan, mengarahkan manusia dan lebih lanjutnya pendidikan yang terbaik adalah menggerakan pendidikan yang sejak dini. Maka dari itu pendidikan karakter kepada anak-anak dilakukan melalui bimbingan belajar dan pemberian berbagai metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Ada beberapa program pendidikan yang spesifik dan dilakukan untuk meningkatkan karakter daya saing anak-anak yaitu melalui pendidikan yang sesuai kebutuhannya.  Selain melalui kegiatan bimbingan belajar juga melalui kegiatan parenting.Dengan adanya kegiatan ini diharapkan sebagai awal dari terbukanya kesadaran masyarkat  akan pentingnya Pendidikan bagi anak sejak dini untuk masa depan yang lebih baik.Kata Kunci: Hidup sehat, Pendidikan Karakter, Parenting
PENGARUH KEBERADAAN BENDUNGAN LEUWIKERIS DAN BENDUNGAN MATENGGENG TERHADAP ALOKASI AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) CITANDUY Yusanuari Alaniri; Yadi Suryadi
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jsda.v19i2.857

Abstract

ABSTRACT The Citanduy watershed service area, which is located in Cilacap Regency, Ciamis Regency, Pangandaran Regency and Banjar City, is currently experiencing an increase in population growth, residential facilities, and the number of immigrants, so that the demand for raw water in these areas is increasing. On the other hand, the availability of water in the area is decreasing, so it is necessary to study potential sources of raw water to determine the solutions to be taken in order to meet the demand for raw water supply and develop potential water resources in the study area. The purpose of this study is to simulate water allocation using the WEAP (Water Evaluation And Planning) software in the Citanduy watershed area. In the data analysis section, two water balance simulation scenarios were created based on the various suggestions to be recommended for developing the potential of water resources in the study area. From the two scenarios that were implemented, a recommendation emerged to build a new irrigation area of 18.800 ha, the Leuwikeris Reservoir with a volume of 69,56 million m3 and the Matenggeng Reservoir with a volume of 500 million m3. With the plan to meet these water needs, it is necessary to conduct a feasibility study of water allocation in order to find out how technically feasible both the Citanduy River and the Leuwikeris Dam are in meeting the water needs as previously planned. Given the strategic location of West Java and Central Java Provinces and the many irrigation areas located within them, the need for and demand for water services will continue to increase over time.Keywords : simulation of water allocation, Citanduy watershed, Leuwikeris reservoir, Matenggeng reservoir. ABSTRAKDaerah layanan DAS Citanduy, yang terdapat di Kabupaten Cilacap, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran  dan Kota Banjar saat ini terus mengalami peningkatan pertumbuhan jumlah penduduk, fasilitas pemukiman, dan jumlah pendatang, sehingga kebutuhan air baku di wilayah tersebut semakin meningkat. Di sisi lain ketersediaan air di wilayah tersebut semakin berkurang, sehingga diperlukan adanya suatu studi potensi sumber air baku untuk menentukan solusi yang akan diambil dalam rangka memenuhi kebutuhan penyediaan air baku dan pengembangan potensi sumber daya air di wilayah studi. Tujuan dari studi ini adalah melakukan simulasi alokasi air dengan menggunakan perangkat lunak WEAP (Water Evaluation And Planning) di wilayah DAS Citanduy. Pada bagian analisis data, dibuat dua skenario simulasi neraca air berdasarkan berbagai usulan yang ingin direkomendasikan untuk mengembangkan potensi sumber daya air di wilayah studi. Dari kedua skenario yang dijalankan, muncul sebuah rekomendasi untuk membangun daerah irigasi baru seluas 18.800 Ha, Waduk Leuwikeris dengan volume 69,56 juta m3 dan Waduk Matenggeng dengan volume 500 juta m3. Dengan rencana pemenuhan kebutuhan air tersebut, maka diperlukan adanya suatu kajian kelayakan alokasi air guna mengetahui seberapa layak secara teknis baik Sungai Citanduy maupun  Bendungan Leuwikeris dalam memenuhi kebutuhan air seperti yang telah direncanakan sebelumnya. Mengingat letak Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah yang cukup strategis serta banyaknya daerah irigasi yang terletak di dalamnya, kebutuhan dan permintaan layanan air akan terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.Kata Kunci:  simulasi alokasi air, DAS Citanduy, waduk Leuwikeris, waduk Matenggeng.