Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Proses Penanganan Pembiayaan yang Bermasalah di Koperasi Simpan Pinjam BMT Amana Sejahtera Mariana Mariana; Tutut Dewi Astuti
Jurnal Akuntan Publik Vol. 2 No. 3 (2024): September: Jurnal Akuntan Publik
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jap-widyakarya.v2i3.4024

Abstract

The process of handling financing aims to identify strategies for addressing problematic financing in savings and loan cooperatives or BMT (Baitul Maal Wat Tamwil). The research method employed is qualitative, utilizing structured interviews, field observations, and documentation for data collection. The primary factors contributing to problematic financing in BMTs are identified as internal factors (suboptimal analysis of documents and adherence to financing standard operating procedures) and external factors (dishonesty and untrustworthiness among members, malicious intentions, procrastination by members, and unintentional factors such as relocation and natural disasters). Handling strategies involve communication via mobile phones (WhatsApp messages or calls), issuing warning letters, and executing collateral. Efforts to mitigate problematic financing include strict adherence to standard operating procedures, adequate task allocation, the application of prudence principles, and enhancement of employee skills.
Pemberdayaan UMKM Melalui Edukasi Literasi Keuangan dan Pembutan Google Map pada Toko Kelontong Dibabarsari Ivan Adiguna; Tutut Dewi Astuti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PKL ini dilakukan pada  toko kelontong di kawasan Babarsari, Sleman, Yogyakarta, dengan tujuan mengetahui kondisi pengelolaan keuangan usaha serta pemanfaatan Google Maps sebagai alat pemetaan pesaing. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara tidak terstruktur, dilanjutkan dengan edukasi dan pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa pemilik toko belum memisahkan uang usaha dan uang pribadi, serta belum mencatat keuangan secara sistematis. Pemilik juga belum memanfaatkan Google Maps untuk melihat persaingan usaha di sekitarnya. Setelah diberikan edukasi sederhana, pemilik toko mulai menunjukkan kesediaan untuk mencatat keuangan dan memanfaatkan Google Maps, meskipun perubahan ini masih perlu dibiasakan lebih lanjut.