Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kecemasan Matematika dan Permasalahannya dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selly Anastassia Amellia Kharis; Nur Mahin; Hirawati Lubis; Arman Haqqi Ana Zili; Anton Robiansyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i1.4735

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Proses pembelajaran tatap muka secara langsung berubah menjadi proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, karena durasi waktu yang dibutuhkan relatif singkat dan cepat, proses pergantian ini mengalami beberapa masalah. Salah satunya adalah kecemasan matematika (mathematics anxiety). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi kecemasan matematika pada peserta didik dan pendidik dalam PJJ. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran yang sesuai dapat mencegah dan mengurangi kecemasan matematika yang terjadi. Salah satu model pembelajaran yang dapat mengurangi kecemasan matematika adalah flipped classroom. Flipped classroom mensyaratkan siswa untuk melihat materi pembelajaran terlebih dahulu baik melalui video, website, tutorial yang disiapkan oleh guru, animasi, mulitimedia, dan sebagainya. Selain model pembelajaran, media pembelajaran yang interaktif juga dapat mencegah dan mengurangi kecemasan matematiks. Berbagai faktor menjadi penyebab dalam munculnya kecemasan matematika, seperti motivasi belajar, tekanan dalam mengajar matematika, penguasaan teknologi. Perlu adanya intervensi dalam mengatasi kecemasan matematika sehingga kecemasan tidak terus terjadi dan berpengaruh dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa atau proses pengajaran yang dilakukan oleh guru.
BILANGAN KETERHUBUNGAN PELANGI DAN KETERHUBUNGAN PELANGI KUAT pada GRAF K_m⊙C_n dan GRAF K_m⊙W_n Hirawati lubis; Kiki Ariyanti Sugeng; Denny Silaban
JURNAL SAINTIKA UNPAM Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Matematika FMIPA Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jsmu.v6i1.34723

Abstract

Lintasan pelangi merupakan lintasan pada sesuatu graf yang setiap busurnya diwarnai dengan warna berbeda. Bilangan keterhubungan pelangi pada graf  ataupun dapat disimbolkan  adalah warna minimal yang dibutuhkan untuk memberikan warna busur-busur di suatu lintasan pada graf  sehingga setiap pasang simpul dihubungkan oleh suatu lintasan dengan warna yang berbeda. Lintasan pelangi  geodesic di  adalah lintasan pelangi yang panjangnya sama dengan  dimana  merupakan jarak antara  dan . Graf  dikatakan memiliki keterhubungan pelangi kuat  jika geodesic  untuk dua simpul  dan  di  adalah lintasan pelangi. Bilangan keterhubungan pelangi kuat  merupakan banyaknya pewarnaan minimum yang dibutuhkan untuk membuat  terhubung pelangi kuat. Misalkan  adalah graf dengan . Suatu korona  dari dua graf  dan  adalah graf yang diperoleh dengan mengambil satu salinan dari graf  dan  salinan dari , kemudian pada simpul ke-  dari  dikaitkan, ke setiap simpul salinan ke-  dari . Pada penelitian ini meliputi hasil kajian tentang  dan  pada graf K_m⊙C_n dan GRAF K_m⊙W_n
Kreasi Patchwork dengan Pendekatan Geometri Berpeluang Membuka Lapangan Kerja Produksi Kreatif di RT 05 Kelurahan Teritih Lubis, Hirawati; Aprianti, Euis; Sonia, Sonia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 4 (2025): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i4.173

Abstract

Patchwork didefinisikan sebagai seni menggabungkan potongan kain perca menjadi satu sehingga dapat dikreasikan menjadi produk bernilai tambah seperti selimut, sarung bantal, pakaian dan kreasi lainnya. Patchwork menjadi solusi pengolahan limbah industri fashion yang dapat mengubah limbah yang tidak bernilai menjadi bernilai jual tambah. Pada dasarnya patchwork hanya menggabungkan berbagi macam perca menjadi satu kesatuan utuh. Namun, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkenalkan dan menerapkan geometri matematika dalam proses perancangan pola patchwork, sehingga menghasilkan desain yang lebih terkonsep, esteteik, dan bernilai tambah. Metode pelaksanaan PkM meliputi sosialisasi dan pelatihan langsung kepada Masyarakat khususnya di RT 05 Kelurahan Teritih mengenai konsep dasar geometri bidang yang diaplikasikan dalam pembuatan pola patchwork. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap penerapan geometri dalam desain patchwork dan munculnya minat untuk membuka usaha kecil berbasis daur ulang kain perca. Melalui kegaiatan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengolah limbah kain secara kreatif dan bernilai jual, tetapi juga memahami konsep matematika di balik pola patchwork, serta mengembangkan peluang melalui produk patchwork yang inovatif dan berdaya saing.
Development of an Air Quality Classification System Using SMOTE-Based Random Forest and XAI Analysis Arip Kristiyanto; Hirawati Lubis
ZETROEM Vol 8 No 1 (2026): ZETROEM
Publisher : Prodi Teknik Elektro Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/ztr.v8i1.7586

Abstract

South Tangerang City is a critical environmental issue that requires an accurate and transparent classification system. This study aims to develop an air quality classification model using a machine learning algorithm integrated with data balancing techniques and model interpretation methods. The methodology used includes pre-processing of Air Pollutant Standard Index (ISPU) data for the 2020–2022 period into three categories: Good, Moderate, and Unhealthy. The dataset used is 1096, Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) is applied to handle class imbalance, and hyperparameter optimization is performed using GridSearchCV. The experimental results show that the Random Forest algorithm outperforms the baseline SVM and KNN models, achieving an accuracy of 0.81 and an F1-Score of 0.75 after SMOTE and tuning. Explainable AI (XAI) analysis using SHAP reveals that sulfur dioxide (SO₂) is the most dominant feature influencing model decisions, and it is spatially correlated with industrial activities and heavy transportation in the South Tangerang area. The final model was then deployed to the Hugging Face Spaces cloud platform via the Gradio interface to provide publicly accessible classification services. This study demonstrates that integrating Random Forests and SHAP produces a classification system that is not only highly performant but also scientifically transparent, supporting air pollution mitigation.