Muhamad Mujadid
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Korelasi Antara Fasilitas dan Lingkungan Pembelajaran dengan Capaian Pembelajaran Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon Mujadid, Muhamad
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.74 KB) | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v1i2.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara fasilitas dan lingkungan pembelajaran secara bersamaan dengan capaian pembelajaran mahasiswa Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang termasuk dalam jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga sampai tujuh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon sebanyak 100 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 41 mahasiswa dengan menggunakan teknik random sampling. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment Pearson dan uji korelasi ganda yang didahului dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara fasilitas dan lingkungan pembelajaran secara simultan dengan capaian pembelajaran, dengan nilai koefisien korelasi 0,785 Hal ini menunjukkan derajat korelasi yang kuat. Temuan ini berarti bahwa semakin baik fasilitas dan lingkungan pembelajaran maka semakin baik pula capaian pembelajaran.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Peningkatan Karakter Religius di MA NU Putra Buntet Pesantren Cirebon Elmontadzery, Ahmad Yazid Fadin; Basori, Adib Rofiuddin; Mujadid, Muhamad
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Transformasi Pendidikan Islam: Moderasi, Inovasi Pembelajaran, dan Penguatan Ka
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v6i1.413

Abstract

Fenomena meningkatnya kenakalan remaja dan perilaku menyimpang di kalangan pelajar Indonesia marak terjadi di Indonesia, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan Islam dan implementasinya. Nilai-nilai pendidikan Islam seharusnya tidak hanya dipelajari pada ranah kognitif semata, melainkan harus dapat meresap ke dalam pribadi siswa sehingga dapat tercermin dalam karakter keseharian siswa. Namun keberagaman pemahaman keislaman dan lingkungan tentu dapat menjadi faktor penting dalam proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam meningkatkan karakter religius. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengeksplorasi bagaimana proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam melalui berbagai metode, termasuk wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Temuan Penulisan menunjukkan bahwa proses internalisasi dilakukan melalui kegiatan dalam kurikulum formal dan nonformal. Kegiatan dalam kurikulum formal dilakukan pada setiap mata pelajaran disisipkan nilai-nilai keislaman. Sedangkan pada kegiatan nonformal dilakukan dengan pembiasaan ibadah, ceramah dan kegiatan keagamaan lainnya, serta keteladanan guru dalam berbagai aspek menjadi faktor pendukung proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam meningkatkan karakter religius siswa
IMPLEMENTASI MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DI SMK BINA CENDEKIA Firdos, M Firdos iskandar; Bahrul Hayat , Ahmad; Mujadid, Muhamad
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana di SMK Bina Cendekia serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan manajemen sarana dan prasarana dilakukan secara terstruktur dengan melibatkan berbagai pihak. Proses mencakup perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, hingga penghapusan. Sumber dana berasal dari dana BOS, SPP, dan bantuan perusahaan mitra. Faktor pendukung utama adalah tim yang berpengalaman dan kerja sama eksternal, sementara faktor penghambat adalah terbatasnya anggaran dan kurangnya pemahaman siswa tentang pemeliharaan fasilitas. Sistem manajemen yang melibatkan berbagai pihak berperan penting dalam keberhasilan pengelolaan sarana dan prasarana.
Quovadis Kebijakan Study Tour Sekolah? : Sebuah Perbedaan Perspektif Antara Kebijakan Gubernur Jawa Barat dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Amir, Faizal; Muhamad Mujadid; Moh Saiful Bakhril Amin
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v7i2.686

Abstract

This study aims to analyze the policy dynamics behind the study tour ban issued by the Governor of West Java and compare it with the approach taken by the Ministry of Primary and Secondary Education. Using a qualitative-descriptive approach and grounded in several theoretical frameworks—including the Policy Cycle Theory, Multiple Streams Framework (MSF), Asymmetric Decentralization and Intergovernmental Relations (IGR), Contextual Teaching and Learning (CTL), Experiential Learning, Critical Theory in Education, and the Advocacy Coalition Framework (ACF)—this research finds that the policy divergence stems from differences in policy stages, central-local government dynamics, and conflicting values between pedagogical goals and social justice concerns. A survey of 62 respondents comprising teachers, school principals, retired educators, and education officials reveals that most support out-of-school learning activities, provided they are educational, affordable, safe, and inclusive. The findings suggest that a total ban on study tours contradicts the principles of contextual learning and character education. Therefore, a redefinition of study tours as structured educational visits is necessary, along with improved policy coordination between central and regional authorities to realize an equitable, relevant, and student-centered education policy.
The Influence of Akidah Akhlak Learning and Digital Literacy on Students’ Anti-Cyberbullying Behavior Sopidi, Sopidi; Ilman NZ, Zidni; Bahrul Hayat, Ahmad; Mujadid, Muhamad; Sapari, Sapari
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 8 No 2 (2025): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v8i2.33277

Abstract

Cyberbullying has emerged as a critical issue among adolescents, necessitating effective educational interventions. This study aims to analyze the effect of integrating Akidah Akhlak learning and digital literacy on students’ anti-cyberbullying behavior. The study employed a positivist quantitative approach using a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design, as it utilized existing classes without random assignment of participants. The research was conducted at MTs NU Putra 2 Buntet Pesantren Cirebon and involved 47 students, consisting of 23 seventh-grade students as the experimental group and 24 eighth-grade students as the control group. The sampling technique applied was purposive sampling as well as total sampling, since the entire accessible population was included in the study. Data were collected using standardized and validated questionnaires to measure students’ attitudes and behaviors related to cyberbullying. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics with the assistance of SPSS version 26, including normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using the Independent Sample t-test at a significance level of 5% (p < 0,05). The results revealed a significant difference in post-test scores between the experimental and control groups (Sig. 0,000 < 0,05), with the experimental group achieving a higher mean score (85,50) compared to the control group (72,15). It can be concluded that integrating spiritual values through Akidah Akhlak learning with digital literacy competencies is effective in strengthening students’ anti-cyberbullying behavior; therefore, schools are encouraged to systematically combine moral education with the enhancement of digital literacy.