Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Integrasi Kurikuler Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuningan Sopidi, Sopidi; Nugroho, Dimas Aji; Syibromilisi, Syibromilisi
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 2 (2024): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving the quality of Islamic education at Madrasah Aliyah requires a holistic approach, one of which is through curricular integration. This research aims to analyze the implementation of synchronization integration in improving the quality of Islamic religious education at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuningan. The research method used is a qualitative approach, aiming to explain phenomena such as implementation, policies, curricular integration, evaluation, etc., holistically. Data collection includes observation, interviews, and documentation, with data analysis techniques involving data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings indicate that all elements and activities at MAN 1 Kuningan show integration or interdependence, enhancing effective and efficient learning and producing quality students ready to adapt to society. Additionally, curricular integration at MAN 1 Kuningan focuses not only on knowledge transfer but also on character and ethics development. Results show that students not only understand religious concepts but also apply them in daily life, thus forming a strong foundation for achieving Islamic educational goals of intellectual excellence and moral integrity. Keywords: Integration; Curricular; PAI
Integrasi Kurikuler Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuningan Sopidi, Sopidi; Nugroho, Dimas Aji; Syibromilisi, Syibromilisi
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/permata.v5i2.3014

Abstract

Improving the quality of Islamic education at Madrasah Aliyah requires a holistic approach, one of which is through curricular integration. This research aims to analyze the implementation of synchronization integration in improving the quality of Islamic religious education at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuningan. The research method used is a qualitative approach, aiming to explain phenomena such as implementation, policies, curricular integration, evaluation, etc., holistically. Data collection includes observation, interviews, and documentation, with data analysis techniques involving data reduction, presentation, and conclusion drawing. Findings indicate that all elements and activities at MAN 1 Kuningan show integration or interdependence, enhancing effective and efficient learning and producing quality students ready to adapt to society. Additionally, curricular integration at MAN 1 Kuningan focuses not only on knowledge transfer but also on character and ethics development. Results show that students not only understand religious concepts but also apply them in daily life, thus forming a strong foundation for achieving Islamic educational goals of intellectual excellence and moral integrity. Keywords: Integration; Curricular; PAI
Manajemen kurikulum pesantren:Integrasi Antara Kurikulum Salafiyah, Gontor dan Umum (Penelitian Di Pondok Pesantren Riyadlul 'Ulum Wadda'wah) Wardatushobariah, Neng; Sopidi, Sopidi; Syibromilisi, Syibromilisi
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Pendidikan Islam Berbasis Kritis, Kolaboratif, dan Kontekstual
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v7i1.601

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan yaitu; 1) Implementasi Integrasi ketiga jenis kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran di pesantren 2) strategi pelaksanaan integrasi ketiga jenis kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran di pesantren 3) Dampak integrasi kurikulum terhadap kualitas lulusan pesantren dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan masyarakat, 4) Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengintegrasikan kurikulum Salafiyah, Gontor, dan umum, dan bagaimana solusi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data diperoleh dari Ketua Yayasan, Kepala bagian Kurikulum, ustadz ustadzah, Para santri dan Alumni Jenis penelitian ini adalah studi kasus . Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Manajemen Kurikulum Pesantren : Integrasi Antara Kurikulum Salafiyah, Gontor dan Umum, Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Dalam Pengimplementasian 3 kurikulum di pesantren condong, seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dalam sistem asrama (boarding school) selama 24 jam, Pembelajaran dilaksanakan dari pagi-sore dimana bukan hanya umum saja tapi dicampur dengan pelajaran gontor dan salafiyah, selain itu diluar jam sekolah juga ada kegiatan yang mendukung seperti kegiatan ekstrakulikuler, muhadzoroh, mudzakaroh, mufrodzah, bandongan, sorogan dan lain sebagainya. 2) Strategi pelaksanaan integrasi ketiga jenis kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran di pesantren Condong yakni (a) penggabungan nilai PANCA JIWA dan PANCA JANGKA, (b) mengadakan pelatihan, bimbingan untuk meningkatkan kompetensi para guru, (c) mengadakan evaluasi/supervisi setiap bulan, (d) Pembuatan RPP yang baik dan benar, (e) mengadakan kumpulan setiap minggu dala rangka evaluasi, (f) memberikan reward kepada guru. 3) Dampak integrasi kurikulum terhadap kualitas lulusan pesantren dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan masyarakat yakni : (a) menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi agama yang kuat, (b) lulusannya mampu bersaing di era globalisasi, (c) keterampilan bahasa asingdan kepemimpinannya sangat kental/sangat baik sekali, (d) mampu menjadi Da’i / Ustad-ustadzah, (e) banyak alumni yang melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Ternama di Indonesia dan Perguruan Tinggu Luar negeri, (f) mampu dan siap bersaing di dunia kerja. 4) Tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam mengintegrasikan kurikulum Salafiyah, Gontor, dan umum, dan bagaimana solusi yang diterapkan yakni : santri baru merasa terbebani dan belum bisa adaptasi dengan adanya integrasi tiga kurikulum ini Salah satu solusi yang digunakan yakni setelah sholat isya sampai jam 22.00 WIB anak2 diberi waktu untuk belajar bersama yng dinamakan Mudzakaroh yakni mempelajari pelajaran yang belum dipahami ataupun mengerjakan tugas dengan dibimbing oleh walikelas masingmasing. Selain dari itu solusinya yakni para guru juga tidak sungkan untuk memberikan penjelasn ulang kepada santri yang belum mengerti. Kata Kunci : Strategi, Integrasi, Kurikulum, Pesantren
The Influence of Akidah Akhlak Learning and Digital Literacy on Students’ Anti-Cyberbullying Behavior Sopidi, Sopidi; Ilman NZ, Zidni; Bahrul Hayat, Ahmad; Mujadid, Muhamad; Sapari, Sapari
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 8 No 2 (2025): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v8i2.33277

Abstract

Cyberbullying has emerged as a critical issue among adolescents, necessitating effective educational interventions. This study aims to analyze the effect of integrating Akidah Akhlak learning and digital literacy on students’ anti-cyberbullying behavior. The study employed a positivist quantitative approach using a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design, as it utilized existing classes without random assignment of participants. The research was conducted at MTs NU Putra 2 Buntet Pesantren Cirebon and involved 47 students, consisting of 23 seventh-grade students as the experimental group and 24 eighth-grade students as the control group. The sampling technique applied was purposive sampling as well as total sampling, since the entire accessible population was included in the study. Data were collected using standardized and validated questionnaires to measure students’ attitudes and behaviors related to cyberbullying. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics with the assistance of SPSS version 26, including normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using the Independent Sample t-test at a significance level of 5% (p < 0,05). The results revealed a significant difference in post-test scores between the experimental and control groups (Sig. 0,000 < 0,05), with the experimental group achieving a higher mean score (85,50) compared to the control group (72,15). It can be concluded that integrating spiritual values through Akidah Akhlak learning with digital literacy competencies is effective in strengthening students’ anti-cyberbullying behavior; therefore, schools are encouraged to systematically combine moral education with the enhancement of digital literacy.
Integration of Pesantren Curriculum and Higher Education Basori, Adib Rofiuddin; Nugraha, Mulyawan Safwandy; Sopidi, Sopidi; Syibromilisi, Syibromilisi
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.516

Abstract

This study analyzes the amalgamation of the pesantren curriculum and secondary education at STIT Buntet Pesantren Cirebon, focusing on Islamic tenets and academic criteria within the framework of modern education. This study aims to elucidate the implementation of the integration of the pesantren and higher curriculum at STIT Buntet Pesantren Cirebon, as well as to identify the elements that facilitate and impede its achievement. Employing a qualitative case study methodology, data are collected via participant observation, in-depth interviews, and document analysis from the Chairperson, Vice Chairperson, Head of Study Program, and students. This study explains that the integration process centers on three fundamental pillars: faith, knowledge, and charity, with a strong emphasis on moderation (wasathiyah) in the curriculum. Although integration has been successful, the problem lies in the use of pesantren values as indicators in academic evaluation, and character development in the classroom takes time. This study emphasizes the importance of optimizing the implementation of an integrative curriculum, contributing to the literature by demonstrating the application of Islamic principles in the context of practical and academic education.