Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Mengatasi Siswa Mengalami Gangguan Emosional di SMK NU Mekanika Sapari, Sapari
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 4 No. 1 (2024): Bimbingan Konseling & Teknologi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v4i1.462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kondisi gangguan emosional siswa di SMK NU Mekanika, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghalangi upaya guru bimbingan dan konseling dalam menangani masalah tersebut, serta menganalisis strategi yang digunakan oleh para guru untuk mengatasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini fokus pada peran guru bimbingan dan konseling dalam konteks sekolah tersebut. Melalui teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi, peneliti memperoleh gambaran komprehensif tentang tantangan yang dihadapi oleh guru dalam membantu siswa mengelola gangguan emosional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru bimbingan dan konseling di SMK NU Mekanika menghadapi berbagai hambatan dalam melaksanakan tugas mereka. Faktor-faktor seperti ketidakaktifan siswa dalam kegiatan bimbingan dan konseling serta keterbatasan sarana dan waktu yang dialokasikan untuk layanan tersebut menjadi hambatan utama dalam upaya penanggulangan gangguan emosional siswa. Pengumpulan data yang cermat membantu mengungkapkan kompleksitas tantangan yang dihadapi oleh guru bimbingan dan konseling dalam menyediakan layanan yang efektif bagi siswa.
MULTIKULTURALISME DALAM SISTEM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH Sapari, Sapari
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2019): Transformasi dan Dinamika Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v1i2.46

Abstract

Salah satu aspek humanisme yang sekarang ramai dibicarakan dan menjadi isu-isu penting dalam wacana perdebatan adalah mengenai paham pluralisme dan multikulturalisme dalam berbagai bidang kajian. Berbagai interpretasi dan pemikiran yang berkembang ditengah masyarakat mengenai kedua isu tersebut. Munculnya wacana tersebut juga tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia yang ditakdirkan Allah memiliki keragaman etnik, budaya, dan agama. Studi ini mengkaji mengenai wacana pluralisme dan multikulturalisme dalam sistem pendidikan agama Islam dan bagaimana keberadaannya dalam sistem pendidikan agama Islam. Studi ini mengadopsi penelitian kepustakaan (Library Research) dimana berisi koleksi materi yang mendalam pada satu atau beberapa subjek. Adapun subyek atau materi yang dikaji dalam studi ini adalah mengenai. Studi ini menyimpulkan bahwa memasukkan nilai-nilai pluralisme dan multikulturalisme dalam sistem pendidikan agama Islam merupakan suatu keniscayaan, sebagai upaya dan langkah kongkrit dalam mentransformasikan pola pemahaman keagamaan yang inklusif, dinamis, dan fleksibel dengan tanpa mengabaikan dimensi-dimensi kesakralan ajaran agama.
TAREKAT SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN MENTAL (STUDI ANALISIS TERHADAP TAWASULAN DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA CIREBON) Sapari, Sapari
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2020): Pengelolaan Pendidikan Islam: Pendekatan Spiritual, Sosial, dan Ekonomi untuk P
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v2i2.49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Prosesi Tradisi Tawasulan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul; (2) mengetahui tujuan para santri mengikuti Tradisi Tawasulan di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul;(3) mengetahui efek psikologis Tradisi Tawasulan terhadap para santri dan masyarakat yang ada di Pondok Pesantren Nurul Huda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Deskriptif adalah metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang, bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Sedangkan pendekatan fenemonologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu.. Hasil penelitian dapat disimpulkan: Tradisi Tawasulan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul memberikan implikasi psikologis positif bagi para santri dan masyarakat sekitar. Bagi para santri Tradisi Tawasulan memberikan dampak psikologis munculnya kesadaran diri yang membatin tentang pentingnya rasa tanggung jawab dalam menimba ilmu di Pondok. Perasaan tersebut mendorong para santri untuk serius dan tekun dalam mengaji dan menjalani kehidupan sehari- hari sesuai dengan tata nilai yang ada di Pondok Pesantren. Bagi masyarakat sekitar, Tradisi Tawasulan memberikan Implikasi psikologis munculnya totalitas kepasrahan atas segala kehendak Allah dengan disertai keyakinan bahwa Allah akan memberikan ketenangan jiwa dan dapat menghindarkan mereka dari kegoncangan jiwa. Sehingga kepatuhan rasa tersebut mendorong seseorang lebih siap dalam menghadapi setiap perubahan dan kemajuan Zaman.
Model Pendidikan Nilai-Nilai Multikultural di Era Keterbukaan Informasi Di Pesantren Wilayah Kabupaten Cirebon Sapari, Sapari
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2023): Pendidikan Islam dan Penguatan Nilai-Nilai Karakter
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v5i1.211

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan non formal yang memegang teguh semangat ajaran Islam Rahmatan Lil’aalamiin dalam pengajaran keilmuannya, harus mampu menjadi model (pilot Project) pendidikan yang menerapkan semangat keterbukaan dalam pembelajarannya, sekaligus memiliki output santri yang soleh secara individu dan penggerak kesalehan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pendidikan nilai-nilai multikultural di era keterbukaan informasi di pesantren wilayah kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian Pondok Buntet Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam multikultural dibuktikan dengan keragaman santri atau masyarakat yang ada di Pondok Buntet Pesantren, dan tidak pernah ada sesuatu yang bersifat rasis, diskriminatif, maupun anarkis. Meskipun secara suku, ras maupun budaya mereka berbeda-beda. Melihat fakta tersebut, membuktikan bahwasanya konsep pendidikan multikultural yang diajarkan di lingkungan Pondok Buntet Pesantren berjalan dengan baik. Konsep pendidikan multikultural di lingkungan Pondok Buntet Pesantren telah sesuai dengan penyelenggaraan pendidikan nasional yang tertuang dalam Pasal 4 UU N0. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Peran Guru BK dalam Mengurangi Perilaku Siswa Mencontek Yasin Muhammad Syibli; Sapari, Sapari
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 1 No. 1 (2021): Implementasi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.53 KB) | DOI: 10.54213/jieco.v1i1.75

Abstract

This study aims to determine the role of counseling teachers in reducing student cheating behavior at MTs Nurul Huda Munjul Cirebon, to determine the shape of the role of counseling teachers, and to determine the obstacles and ways to reduce student cheating behavior in class VIII-A at MTs Nurul Huda Munjul Cirebon. The subjects in this study were the principal, supervisors and students. This type of research is qualitative research, which examines the role of counseling teachers in reducing student cheating behavior in the classroom. This research has also obtained results that the role of counseling teachers in reducing student cheating behavior in class VIII-A MTs Nurul Huda Munjul Cirebon has a positive impact. The Guiding Teacher performs its role by providing information services and group guidance to students, by providing information material related to reducing student cheating behavior and group guidance services that can train them to reduce their cheating habit. Implementation of this guidance and counseling service is carried out by a counseling teacher who is supported by the cooperation of the homeroom teacher, subject teacher, student deputy head of the student division and the principal. The role of counseling teachers creates positive reactions from the behavior and mindset of students. Teachers feel happy and feel helped in reducing student cheating behavior, and students are more enthusiastic in following the implementation of guidance and counseling, and have knowledge of the bad cheating behavior. The role of the guidance and counseling teacher aims to provide more insight into the bad behavior of cheating, so that students can think again when they want to cheat, and at least students reduce their habit of cheating during the exam. The role of the guidance and counseling teacher has obstacles due to the unavailability of a special counseling schedule for classrooms and the absence of a counseling room
Etika Politik dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam Akmal Haris, Mohammad; Sapari, Sapari
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2024): Strategi Pembelajaran Pendidikan Islam: Membangun Karakter dan Kompetensi Relig
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v6i2.501

Abstract

Tantangan yang sering dihadapi dalam menerapkan Pendidikan Agama Islam sebagai fondasi etika politik beberapa di antaranya adalah dualisme sistem pendidikan, di mana di beberapa negara, terdapat pemisahan antara pendidikan agama dan pendidikan umum, yang menyebabkan nilai-nilai agama Islam tidak selalu diintegrasikan dalam pendidikan politik. Kedua, pragmatisme politik, dalam praktik politik yang sering kali pragmatis, penerapan nilai-nilai etika agama Islam bisa menjadi tantangan, terutama ketika kekuasaan menjadi tujuan utama. Ketiga, globalisasi dan sekularisme, tantangan globalisasi dan sekularisme sering kali mendorong masyarakat untuk menjauh dari nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan publik dan politik, sehingga Pendidikan Agama Islam perlu beradaptasi dengan konteks modern tanpa kehilangan esensinya. Kajian tentang etika politik dalam perspektif Pendidikan Agama Islam ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini digunakan untuk memahami fenomena secara mendalam berdasarkan interpretasi dan makna yang terkandung dalam ajaran Islam serta penerapannya dalam konteks politik. Langkah-langkah umum dalam pendekatan kualitatif tersebut antara lain melalui kajian literatur, mengkaji secara mendalam sumber-sumber primer (Al-Qur’an dan Hadis) serta literatur sekunder (pendapat para ulama, buku, jurnal) tentang etika politik dalam Islam. Kemudian analisis isi (content analysis), menganalisis teks-teks ajaran agama Islam yang relevan dengan etika politik, seperti prinsip keadilan, amanah, syura, dan maslahat. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan landasan penting dalam pembentukan etika politik yang berkarakter dan bermoral. Melalui Pendidikan Agama Islam, individu dan masyarakat dibentuk untuk memahami nilai-nilai keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan amanah yang menjadi dasar dari politik yang beretika. Pendidikan Agama Islam tidak hanya membentuk pemimpin yang berintegritas, tetapi juga mendorong partisipasi politik yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan masyarakat.
Dinamika Psikologis Santri dalam Mengakses Layanan Bimbingan dan Konseling di Pesantren Faiz Musthofa Abbas; Sapari
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.453

Abstract

Santri di pesantren menghadapi berbagai tantangan psikologis, namun akses terhadap layanan bimbingan dan konseling (BK) masih terbatas. Faktor psikologis seperti rasa malu, stigma sosial, dan persepsi terhadap efektivitas konseling menjadi kendala utama dalam mencari bantuan. Penelitian ini mengeksplorasi dinamika psikologis santri dalam mengakses layanan bimbingan dan konseling di pesantren melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dan wawancara mendalam kepada santri dan konselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma budaya pesantren, pemahaman agama, dan kewibawaan Kiyai mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan santri mencari pertolongan. Mayoritas pelajar enggan menggunakan layanan konseling karena khawatir dianggap lemah atau kurang iman. Kajian ini menekankan perlunya reformasi layanan bimbingan dan konseling di pesantren agar lebih adaptif terhadap kebutuhan psikologis santri dan mengurangi hambatan struktural dan sosial yang menghambat aksesibilitasnya.
Dinamika Problem dan Tantangan Guru Bimbingan dan Konseling di MANU Putri Buntet Pesantren winda, winda; Sapari, Sapari; Mustofa Abbas, Faiz; BakhriL Amin, M. Saiful; Shofiyah, Zulaehatus
Journal of Islamic Education Counseling Vol. 5 No. 1 (2025): Dinamika Profesi Konselor Sekolah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jieco.v5i1.688

Abstract

This study aims to examine the dynamics of the role, problems, and strategies developed by BK teachers in facing challenges in schools located in Islamic boarding schools, especially in MANU Putri Buntet Pesantren. Using a qualitative approach and case study method, data were obtained through interviews, field observations, and documentation. The data analysis technique used was the Miles and Huberman interactive model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that BK teachers face various internal and external problems, including limited facilities and infrastructure, negative perceptions of BK services, and gaps between counseling approaches and traditional Islamic boarding school values. In responding to these challenges, BK teachers develop collaborative strategies, Islamic value-based approaches, and service method innovations. These findings emphasize the importance of strengthening the role of BK teachers in the context of Islamic boarding schools to create counseling services that are culturally, spiritually, and academically relevant. This study provides conceptual and practical contributions to the development of BK service models based on values ​​and local contexts.
Pendekatan Etika Manajemen Berbasis Kearifan Pesantren Di Era Disrupsi: Model Dan Implementasi MZ, Yusuf; Sapari, Sapari
Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/alwajih.v2i1.669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model etika manajemen berbasis kearifan pesantren dalam menghadapi tantangan era disrupsi. Di tengah perubahan teknologi yang cepat dan lingkungan bisnis yang dinamis, pesantren memiliki peran penting dalam memberikan landasan etika yang kuat bagi pengelolaan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan beberapa pesantren yang ada di lingkungan Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen untuk mengeksplorasi nilai-nilai kearifan lokal pesantren dalam membentuk prinsip-prinsip etika manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model etika manajemen pesantren menekankan pada nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan keberlanjutan, yang diterapkan secara integratif dalam praktik manajemen sehari-hari. Implementasi model ini membantu pesantren menjaga integritas dan reputasi di tengah perubahan sosial dan teknologi, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan organisasi yang etis dan berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model etika manajemen pesantren dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk menerapkan pendekatan etis dalam manajemen, khususnya di era disrupsi. Kata Kunci: Etika manajemen, kearifan lokal pesantren, era disrupsi, model manajemen, implementasi
The Influence of Akidah Akhlak Learning and Digital Literacy on Students’ Anti-Cyberbullying Behavior Sopidi, Sopidi; Ilman NZ, Zidni; Bahrul Hayat, Ahmad; Mujadid, Muhamad; Sapari, Sapari
Bahasa Indonesia, Bahasa English Vol 8 No 2 (2025): Muaddib: Islamic Education Journal
Publisher : Program Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muaddib.v8i2.33277

Abstract

Cyberbullying has emerged as a critical issue among adolescents, necessitating effective educational interventions. This study aims to analyze the effect of integrating Akidah Akhlak learning and digital literacy on students’ anti-cyberbullying behavior. The study employed a positivist quantitative approach using a quasi-experimental method with a Non-equivalent Control Group Design, as it utilized existing classes without random assignment of participants. The research was conducted at MTs NU Putra 2 Buntet Pesantren Cirebon and involved 47 students, consisting of 23 seventh-grade students as the experimental group and 24 eighth-grade students as the control group. The sampling technique applied was purposive sampling as well as total sampling, since the entire accessible population was included in the study. Data were collected using standardized and validated questionnaires to measure students’ attitudes and behaviors related to cyberbullying. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistics with the assistance of SPSS version 26, including normality tests, homogeneity tests, and hypothesis testing using the Independent Sample t-test at a significance level of 5% (p < 0,05). The results revealed a significant difference in post-test scores between the experimental and control groups (Sig. 0,000 < 0,05), with the experimental group achieving a higher mean score (85,50) compared to the control group (72,15). It can be concluded that integrating spiritual values through Akidah Akhlak learning with digital literacy competencies is effective in strengthening students’ anti-cyberbullying behavior; therefore, schools are encouraged to systematically combine moral education with the enhancement of digital literacy.