Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

BUKU PUZZLE ELEKTRONIK MULTIBAHASA UNTUK ANAK USIA DINI Ivon Ambarsari; Mohammad Hafidz Mifthahul Arifian; Ilham Agustiansyah; Nur Lailil Safa’ah; Erma Rahayu Lestari
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 1 No. 3 (2023): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/neraca.v1i3.191

Abstract

Woodiest buku puzzle elektronik multibahasa untuk anak usia dini” adalah susunan beberapa limbah kayu menjadi buku puzzle dan terdapat empat bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jawa dan bahasa Arab, juga terdapat puzzle alphabet yang dapat membantu anak dalam kemampuan motorik. Adapun pangsa pasar kami adalah para orang tua, ibu-ibu muda yang memiliki anak usia dini, anak-anak usia dini yang berusia 0-6 tahun, intansi pendidikan seperti sekolah taman kanak-kanak dan PAUD, baby class, dan bimbel anak usia dini. Tujuan pembuatan produk Woodiest untuk mengetahui cara memproduksi produk Woodiest, untuk mengetahui strategi pemasaran produk Woodiest. Metode pelaksanaan mencakup: Aspek Produksi, Pemasaran dan Menejemen usaha. Laporan hasil capaian yaitu 100 persen laporan pencapaian yang sudah dilakasanakan. Dari laporan diatas, dapat kita ketahui produk Woodiest sudah laku terjual sebanyak 100 produk.
Exploring Students’ Use of Chatbot AI for Solving Grammar Tasks Erma Rahayu Lestari; Banu Wicaksono
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4637

Abstract

Due to the emergence of artificial intelligence technologies, chatbots have gained significant traction in diverse sectors, encompassing education. Within the English education department specifically, the use of chatbots for grammar tasks has been a topic of interest. This study aims to investigate how students utilize the chatbot ChatGPT to solve grammar tasks assigned by their lecturer. The grammar tasks given to the students were in multiple-choice, dialogue and paragraph gap filling, and picture series story tasks. These tasks were closely integrated with the writing skills component and were completed by 28 first-year English Education Department students. This qualitative study was conducted through reflective reports and in-depth interviews with the participants. The study found that there were three distinct methods of utilizing ChatGPT to solve grammar tasks. The first method was copy-pasting, where students would simply copy and paste the required sentences into the chatbot for an automated response. The second method, L1 L2 translation, involved translating sentences of their response from their native language into English using the chatbot. The third method, detail-directed instruction, involved students providing specific instructions to the chatbot on how they wanted their response to be formatted.
BUDIDAYA MAGGOT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DI DESA CARANGREJO Annisah Wahyu Ningrum; Nattika Nattika; Trise Nanda Ayu Khotimah; Titian Nada Faradisa; Tsamania Ayu Putri Rizqiani; M. Rofix; Erma Rahayu Lestari
JP-MAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): JP-MAS: Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Jombang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/yy2dvr23

Abstract

Desa Carangrejo merupakan desa yang memiliki banyak potensi pengolahan sampah dari perputaran system pengambilan bank sampah. Pengolahan sampah anorganik yang sudah sesuai masih belum didukung dengan pemanfaatan sampah organik yang baik. Melalui program pengabdian masyarakat Membangun Desa KKN-Tematik Universitas PGRI Jombang melakukan terobosan baru terhadap pemanfaatan limbah sampah organik yang ada di TPS Desa Carangrejo melalui Budidaya Maggot. Tujuan dari program ini (1) Memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik melalui budidaya Maggot, (2) Meningkatkan kesadaran peduli lingkungan dalam pemanfaatan sampah organik melalui kegiatan pengelolaan budidaya Maggot. Manfaat Program ini bagi masyarakat desa Carangrejo dapat memberikan pengetahuan dan pelatihan keterampilan terkait dengan teknik budidaya maggot untuk meningkatkan pemanfaatan sampah organik di desa Carangrejo. Metode yang diterapkan adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi, untuk menentukan tempat budidaya maggot. Dilajutkan dengan pelaksanaan sosialisasi tentang budidaya dan pemasaran Maggot/Lalat BSF, lalu pelatihan budidaya Maggot/Lalat BSF dan pendampingan pengolahan sampah organic melalui teknik budidaya maggot, dan evaluasi sebagai langkah akhir. Hasil rekapitulasi akhir menunjukkan bahwa keterampilan peserta dalam mengolah sampah organik meningkat dari 25% menjadi 83%.. Tanggapan masyarakat 100% menyetujui bahwa teknik budidaya maggot merupakan jalan altermatif yang efektif untuk pengolahan sampah organik. 
Utilizing Technology to Enhance Second Language Acquisition in Undergraduate English Language Education Students: Students Perspective Ira Novinda; Erma Rahayu Lestari; Citra Imannisa
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 4 No. 1 (2026): NJMS - Agustus 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah proses pemerolehan bahasa kedua (Second Language Acquisition/SLA) dengan menyediakan pengalaman belajar yang lebih personal, interaktif, dan fleksibel. Sebagai calon pendidik bahasa Inggris, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris diharapkan mampu memanfaatkan AI dalam proses belajar maupun pembelajaran di masa depan. Namun, penelitian yang mengkaji jenis AI yang digunakan oleh mahasiswa dari berbagai angkatan serta persepsi mereka terhadap kontribusi AI dalam SLA masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aplikasi AI yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris serta mengetahui persepsi mereka terhadap peran AI dalam mendukung pemerolehan bahasa kedua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 53 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas PGRI Jombang dari angkatan 2021, 2022, dan 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diadaptasi dari Muhtar et al. [14] serta Milon dan Iqbal [15], kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT, Grammarly, dan DeepL merupakan aplikasi AI yang paling banyak digunakan, dengan pola penggunaan yang berbeda pada setiap angkatan. Selain itu, mayoritas mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap AI karena dinilai mampu meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris, memberikan umpan balik yang cepat dan bermanfaat, mendukung pembelajaran yang fleksibel dan personal, meningkatkan penguasaan tata bahasa dan empat keterampilan berbahasa, meningkatkan motivasi belajar, serta mendukung pencapaian akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi pendamping belajar yang penting dalam pemerolehan bahasa kedua dan mendukung pembelajaran bahasa yang lebih mandiri
Students’ Perceptions of The Usage of Chatgpt In The Editing And Revising Process of Writing Skills Kaila Nur Laila; Erma Rahayu Lestari
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 6 (2026): NJMS - Januari 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates English as a Foreign Language (EFL) university students’ perceptions of using ChatGPT in the revising and editing stages of academic writing. The rapid integration of artificial intelligence tools in language learning has raised important questions regarding their pedagogical role, particularly in writing instruction. Employing a descriptive quantitative research design, this study involved 54 English Education students from the 2023 and 2024 cohorts at Universitas PGRI Jombang. Data were collected through a validated online questionnaire consisting of 24 Likert-scale items distributed via Google Forms. The questionnaire examined students’ perceptions across six aspects, including writing development, explanation quality, revising process, editing process, positive effects, and negative effects. Data were analyzed using descriptive statistics to determine response tendencies. The findings reveal that students generally hold positive perceptions of ChatGPT as a supportive tool in revising and editing, particularly in improving grammatical accuracy, sentence structure, and idea organization. However, concerns related to overreliance and reduced independent critical thinking were also identified. The study concludes that ChatGPT can function as an effective supplementary tool in EFL writing instruction when used critically and under pedagogical guidance. The results offer implications for integrating AI-assisted tools into academic writing courses.
ECO FUTURE DE DURIO: INOVASI KULIT BUAH DURIAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN IBU PKK DESA SAMBIREJO DENGAN MENERAPKAN KONSEP ZERO WASTE Chalimatus Sa’diyah; Ahmad Firman Syah; Santika Aliyah Firdaus; Fariska Nur Fauziah; Arifin Hidayat; Banu Wicaksono; Erma Rahayu Lestari
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): July 2025
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v2.i3.165

Abstract

Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, merupakan salah satu desa di Kabupaten Jombang yang terkenal sebagai penghasil buah durian. Banyaknya pohon durian di desa ini mendorong masyarakat setempat untuk membuka usaha wisata durian. Namun, wisata durian ini juga menyumbang limbah kulit durian hingga lebih dari satu ton per tahun karena masyarakat hanya mengonsumsi daging buah durian, meninggalkan 65-80% bagian buah lainnya sebagai sampah. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Jombang memberikan solusi inovatif dengan memberdayakan ibu-ibu PKK Desa Sambirejo dalam mengaplikasikan konsep zero waste. Limbah kulit durian diolah menjadi bahan bakar alternatif berupa briket arang dan bahan pangan berupa tepung durian yang bisa dimanfaatkan menjadi berbagai makanan olahan seperti makaroni, mie, dan aneka kue. Metode pelaksanaan program ini meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Program ini menawarkan pengembangan dan inovasi usaha yang diharapkan dapat mengoptimalkan ekonomi masyarakat setempat dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Diharapkan program ini dapat menjadi model pengelolaan limbah berkelanjutan yang memanfaatkan potensi lokal dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Keberlanjutan program ini juga diharapkan dapat mengurangi penumpukan limbah kulit durian yang terus meningkat seiring banyaknya hasil panen durian di Desa Sambirejo setiap musimnya.