Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Enhancing Competitiveness in Indonesia's Furniture Craft Industry: A Five Porter Analysis Sri Herliana; Qorri Aina; Umi Zuraida; Syifaya Qorina; Nur Lawiyah
International Journal of Applied Business and International Management Vol 8, No 3 (2023): December 2023
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v8i3.2697

Abstract

Indonesia's craft industry, encompassing traditional crafts such as batik printing, weaving, and furniture, plays a vital role in the nation's cultural identity. Micro, Small, and Medium-sized Enterprises (MSMEs) are key players, propelling the growth of creative cities. Among them, the furniture industry is prominent, despite a minor dip in 2022 exports. Notably, the United States accounts for 58.5% of Indonesian furniture exports and is the main export destination. This study employs the Five Porter Analysis to explore external factors influencing the furniture craft sector. The findings emphasize the importance of ensuring a stable supply of raw materials, aligning products with international preferences, promoting sustainable resource management, fostering innovation, and navigating international trade regulations. Government support is pivotal. The results demonstrate the need for a comprehensive strategy to sustain competitiveness. It calls for capacity building, market research, and global collaboration to strengthen Indonesia's position in the international market. This research offers valuable insights for policymakers, industry stakeholders, and MSMEs to enhance Indonesia's furniture craft industry's competitiveness while preserving its rich cultural heritage.
Enhancing Competitiveness in Indonesia's Furniture Craft Industry: A Five Porter Analysis Sri Herliana; Qorri Aina; Umi Zuraida; Syifaya Qorina; Nur Lawiyah
International Journal of Applied Business and International Management Vol 8, No 3 (2023): December 2023
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v8i3.2697

Abstract

Indonesia's craft industry, encompassing traditional crafts such as batik printing, weaving, and furniture, plays a vital role in the nation's cultural identity. Micro, Small, and Medium-sized Enterprises (MSMEs) are key players, propelling the growth of creative cities. Among them, the furniture industry is prominent, despite a minor dip in 2022 exports. Notably, the United States accounts for 58.5% of Indonesian furniture exports and is the main export destination. This study employs the Five Porter Analysis to explore external factors influencing the furniture craft sector. The findings emphasize the importance of ensuring a stable supply of raw materials, aligning products with international preferences, promoting sustainable resource management, fostering innovation, and navigating international trade regulations. Government support is pivotal. The results demonstrate the need for a comprehensive strategy to sustain competitiveness. It calls for capacity building, market research, and global collaboration to strengthen Indonesia's position in the international market. This research offers valuable insights for policymakers, industry stakeholders, and MSMEs to enhance Indonesia's furniture craft industry's competitiveness while preserving its rich cultural heritage.
Strategi Pengembangan Promosi untuk Produk Buatan Pengrajin Lokal Adisya Resti Rahmadanti; Sri Herliana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.321

Abstract

Mode telah menjadi salah satu hal utama yang memiliki makna pribadi saat memilih untuk membeli produk fashion. Hal ini juga berlaku untuk produk sepatu. Selain menjadi kebutuhan dasar manusia, sepatu juga erat kaitannya dengan tuntutan mode untuk penampilan yang ideal utamanya bagi wanita. Berbagai preferensi wanita sebagai konsumen dalam memilih model sepatu bergantung dari beberapa faktor. Salah satunya yaitu terkait cara sebuah brand dalam mempromosikan tampilan dan desain produk melalui social media. Banyak konsumen yang juga mencari inovasi sepatu baru dengan model feminin untuk pemakaian sehari-hari mereka. Pada penelitian ini dipilih sebuah brand sepatu dengan merek Privet sebagai representative perusahaan fesyen yang khusus bergerak di bidang sepatu wanita dengan mode feminim, yang sesuai dengan topik permasalahan penelitian. Privet bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk memproduksi sepatu dengan model dan kualitas yang setara dengan sepatu bermerek atau impor. Untuk mendukung dan terlibat aktif dalam gerakan #LocalPride, dilakukan penelitian terkait strategi promosi konten social media Privet guna meningkatkan minat beli konsumen wanita terhadap produk sepatu buatan pengrajin lokal. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan analisa kompetitor menggunakan Porter’s Five Forces untuk merumuskan strategi promosi menggunakan pendekatan Promotion Mix. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, ditemukan bahwa strategi peningkatan promosi dilakukan dengan fokus menggunakan iklan atau ads melalui social media Instagram. Setelah dilakukan uji coba, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ads menjadi salah satu strategi yang cukup relevan karena dapat menghasilkan jumlah views sampai 98% dari total sebaran iklan ke user Instagram yang telah disesusaikan. Kedepannya, diharapkan agar uji coba penggunaan ads maupun bentuk promosi lain mampu diterapkan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam persebaran di pasar online.
Strategi Pengembangan Promosi untuk Produk Buatan Pengrajin Lokal Adisya Resti Rahmadanti; Sri Herliana
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.321

Abstract

Mode telah menjadi salah satu hal utama yang memiliki makna pribadi saat memilih untuk membeli produk fashion. Hal ini juga berlaku untuk produk sepatu. Selain menjadi kebutuhan dasar manusia, sepatu juga erat kaitannya dengan tuntutan mode untuk penampilan yang ideal utamanya bagi wanita. Berbagai preferensi wanita sebagai konsumen dalam memilih model sepatu bergantung dari beberapa faktor. Salah satunya yaitu terkait cara sebuah brand dalam mempromosikan tampilan dan desain produk melalui social media. Banyak konsumen yang juga mencari inovasi sepatu baru dengan model feminin untuk pemakaian sehari-hari mereka. Pada penelitian ini dipilih sebuah brand sepatu dengan merek Privet sebagai representative perusahaan fesyen yang khusus bergerak di bidang sepatu wanita dengan mode feminim, yang sesuai dengan topik permasalahan penelitian. Privet bekerja sama dengan pengrajin lokal untuk memproduksi sepatu dengan model dan kualitas yang setara dengan sepatu bermerek atau impor. Untuk mendukung dan terlibat aktif dalam gerakan #LocalPride, dilakukan penelitian terkait strategi promosi konten social media Privet guna meningkatkan minat beli konsumen wanita terhadap produk sepatu buatan pengrajin lokal. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan analisa kompetitor menggunakan Porter’s Five Forces untuk merumuskan strategi promosi menggunakan pendekatan Promotion Mix. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, ditemukan bahwa strategi peningkatan promosi dilakukan dengan fokus menggunakan iklan atau ads melalui social media Instagram. Setelah dilakukan uji coba, dapat disimpulkan bahwa penggunaan ads menjadi salah satu strategi yang cukup relevan karena dapat menghasilkan jumlah views sampai 98% dari total sebaran iklan ke user Instagram yang telah disesusaikan. Kedepannya, diharapkan agar uji coba penggunaan ads maupun bentuk promosi lain mampu diterapkan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam persebaran di pasar online.
Asymmetric Effect of Macroeconomic Variables on Rice Prices Sri Herliana
International Journal of Accounting and Finance in Asia Pasific (IJAFAP) Vol 6, No 3 (2023): October 2023
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijafap.v6i3.2629

Abstract

Rice price movements are basically influenced by movements in macroeconomic variables. This paper analyzes whether there is an asymmetric effect of macroeconomic variables on rice prices in Thailand as the largest rice exporter in ASEAN. In analyzing the asymmetric effects of macroeconomic variables (inflation and exchange rates) on rice prices in ASEAN countries, data on rice prices, exchange rates and inflation are used. This study focused on Thailand, one of the ASEAN exporting countries. The type of data used is monthly time series data with a time span of quarterly data from 2015Q1 to 2019Q1. The estimation evaluation results indicate that using a nonlinear model to examine the effect of inflation and the exchange rate on rice prices is preferable to using a linear model. The Wald's test estimation results in the short term show that for the NARDL model with asymmetric effects in the long and short term, Thailand has only a significant inflation variable while the Exchange Rate is not significant. Long- term Wald test estimation results show that the NARDL model in Thailand is not significant in all models.