Saidana Wahyudi Putra MS
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN PENGUNAAN APLIKASI SELULER DAN PERANGKAT PEMANTAUAN KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MAHASISWA Dwi Melisa Putri; Dwi Hirdanti; Nofi Susanti; Nadia Syaibah Nasution; Agil Maritho Lauchan; Saidana Wahyudi Putra MS
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.16462

Abstract

Dalam era digital saat ini, aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan dapat memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan manajemen penyakit tidak menular pada mahasiswa. Dengan meningkatnya pengetahuan dan penggunaan aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan, diharapkan mahasiswa dapat lebih efektif dalam mengelola penyakit tidak menular mereka. Ini pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka dan membantu mencegah komplikasi yang mungkin timbul akibat penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan penggunaan aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan dalam meningkatkan manajemen penyakit tidak menular pada mahasiswa. Dalam penelitian ini, digunakan metode sampling kuota yang merupakan teknik untuk menentukan sampel dari populasi dengan karakteristik khusus hingga mencapai jumlah yang diinginkan (kuota). Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa di  Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang terdiri dari 50 orang responden. Analisis data yang digunakan adalah metode statistik deskriptif dan analisa korelasi product moment. Sedangkan pengolahan data digunakan program SPSS Ver 24.0 for windows. Hasil analisis penelitian yang didapatkan yang mengenai Analisis Tingkat Penggunaan Aplikasi Seluler dan Perangkat Pemantauan Kesehatan dalam Meningkatkan Manajemen Penyakit Tidak Menular pada Mahasiswa  dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa sudah mengetahui seberap pentingnya penggunaan aplikasi seluler dan perangkat pemantauan kesehatan dalam meningkatkan manajemen penyakit tidak menular dilihat dari hasil kuesioner yang menggunakan uji validitas dan rehabilitas hasil kuesioner dinyatakan valid dan realibel.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN SCABIES DI DESA KEBUN KELAPA, KEC. SECANGGANG, KAB. LANGKAT Nurhayati Nurhayati; Agil Maritho Lauchan; Dia Sari Narulita B r Manurung; Dwi Hirdanti; Dwi Melisa Putri; Elvina Elvina; Indah Rahayu Ritonga; Rifanny Ananta Dharma; Riri Anggraini; Saidana Wahyudi Putra MS; Salsabila Salsabila; Sarda Mauliyand; Sofyan Alri Ansyah Tanjung; Yulia Tri Utami; Putri Safira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15763

Abstract

Penularan skabies yang disebabkan oleh tungau betina Sarcoptes scabei var. hominis, dapat terjadi karena kontak langsung atau tidak langsung dengan kulit penderita. Faktor risiko penyebab skabies yaitu sosial ekonomi, usia penderita, jenis kelamin, personal hygiene, sanitasi lingkungan, budaya, dan manajemen pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies serta perbedaan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.. Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional menggunakan studi survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan total sampel 31 orang. Penelitian menggunakan instumen berupa tes dalam bentuk kusoiner yang berisikan soal-soal yang mengenai Hubungan Personal Hygiene dan Saintasi Lingkungan dengan Kejadian Scabies. Instrumen tes diberikan kepada warga Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat. Analisis menggunakan analisis distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi Square dan Mann-Whitney Test dengan p-value kurang dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara subvariabel personal hygiene yang meliputi: kebersihan kulit, penggunaan antiseptik, kebersihan pakaian dan alat solat, kebersihan handuk, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan tempat tidur, dan kebersihan genitalia, dengan kejadian skabies. Sub-variabel sanitasi lingkungan meliputi pencahayaan dan kebersihan air, berhubungan secara signifikan dengan kejadian skabies. Serta terdapat perbedaan yang signifikan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan yang bisa mempengaruhi kejadian skabies di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.