Nurhayati Nurhayati
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN SCABIES DI DESA KEBUN KELAPA, KEC. SECANGGANG, KAB. LANGKAT Nurhayati Nurhayati; Agil Maritho Lauchan; Dia Sari Narulita B r Manurung; Dwi Hirdanti; Dwi Melisa Putri; Elvina Elvina; Indah Rahayu Ritonga; Rifanny Ananta Dharma; Riri Anggraini; Saidana Wahyudi Putra MS; Salsabila Salsabila; Sarda Mauliyand; Sofyan Alri Ansyah Tanjung; Yulia Tri Utami; Putri Safira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15763

Abstract

Penularan skabies yang disebabkan oleh tungau betina Sarcoptes scabei var. hominis, dapat terjadi karena kontak langsung atau tidak langsung dengan kulit penderita. Faktor risiko penyebab skabies yaitu sosial ekonomi, usia penderita, jenis kelamin, personal hygiene, sanitasi lingkungan, budaya, dan manajemen pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan kejadian skabies serta perbedaan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.. Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional menggunakan studi survei analitik dengan pendekatan cross sectional dengan total sampel 31 orang. Penelitian menggunakan instumen berupa tes dalam bentuk kusoiner yang berisikan soal-soal yang mengenai Hubungan Personal Hygiene dan Saintasi Lingkungan dengan Kejadian Scabies. Instrumen tes diberikan kepada warga Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat. Analisis menggunakan analisis distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi Square dan Mann-Whitney Test dengan p-value kurang dari 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara subvariabel personal hygiene yang meliputi: kebersihan kulit, penggunaan antiseptik, kebersihan pakaian dan alat solat, kebersihan handuk, kebersihan tangan dan kuku, kebersihan tempat tidur, dan kebersihan genitalia, dengan kejadian skabies. Sub-variabel sanitasi lingkungan meliputi pencahayaan dan kebersihan air, berhubungan secara signifikan dengan kejadian skabies. Serta terdapat perbedaan yang signifikan personal hygiene dan sanitasi lingkungan antara laki-laki dengan perempuan yang bisa mempengaruhi kejadian skabies di Desa Kebun Kelapa, Kec. Secanggang Kab. Langkat.
MENGELOLA PERILAKU POLA HIDUP SEHAT MASYAKAT PESISIR DI DAERAH BELAWAN PROVINSI SUMATERA UTARA Nurhayati Nurhayati; Amelia Putri; Dina Dina; Ismi Larasati Hasibuan; Nadia Syaibah Nasution; Nadila Chairani; Rahmadani Sagala; Shelly Safira Maulia; Sofia Rahma Ujung; Supriati Munthe; Talitha zulaika; Widya Kinanti; Yasmine Anta Syahri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15767

Abstract

Pola hidup sehat perlu diterapkan sejak awal agar memberikan dampak positif bagi tubuh. Menjalani pola hidup sehat merupakan cara termudah untuk menjaga kebugaran badan dan mencegah tubuh terserang dari penyakit. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah kumpulan perilaku dan kegiatan yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari baik bagi individu maupun di masyarakat sehingga terciptanya peningkatan derajat kesehatan di masyarakat. Kesehatan adalah harta paling berharga dari kehidupan, seluruh aktivitas hanya bisa dilakukan ketika kondisi badan sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengedukasi masyarakat untuk membiasakan hidup bersih dan sehat, yang dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara secara langsung kepada setiap masyarakat dan juga dengan memberikan kuesioner yang diisi oleh masyarakat di daerah Belawan. Penelitian yang dilakukan ini menghasilkan jawaban yang relevan sehingga terdapatnya kesamaan jawaban informan, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner.  Beberapa kuesioner yang diisi meliputi pengguan air bersih, mencuci tangan dengan sabun dan memberikan jarak kurang lebih 10 meter antara rumah dengan jamban. Hasil yang dicapai melalui kuesioner tersebut yaitu masyarakat sudah menerapkan pola hidup sehat secara tepat secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya peningkatan persentasi pola hidup bersih dan sehat, mulai dari penggunaan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, dan memberikan jarak 10 meter antara rumah dengan jamban.