Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Ergonomi dalam Narasi Visual: Analisis Workstation melalui Semiotika Ruang dan Waktu di Film Dimsum Martabak Ahmad Riyadi Swandhani; Bintang Nugraha; Nur Sabariah; Sheila Andita Putri
MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 7 No 02 (2025): Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/mavis.v7i02.2079

Abstract

This study aims to analyze the use of ergonomics in the visual narrative of the film Dimsum Martabak through a spatial and temporal semiotics approach. Ergonomics, which focuses on the design and organization of optimal workspaces, has a significant impact on individual comfort and productivity within the work environment. The film, as a work of art, presents workspaces that function not only as places of physical interaction but also as mediums for communicating character dynamics and social relationships. The spatial and temporal semiotics approach is employed to explore how spatial elements in the film—such as layout and workstations—as well as the use of time in scenes, convey messages about ergonomics in everyday life. This analysis reveals how the film shapes viewers’ understanding of the importance of ergonomics within a broader visual context, and how workspace design can influence the physical and psychological well-being of the characters. The findings of this research are expected to contribute to a deeper understanding of how visual elements in film can reflect ergonomic conditions in real life.
Perancangan lampu dekoratif interior berkelanjutan berbasis eksplorasi material limbah serbuk kayu menggunakan metode SCAMPER Achmad Zaki Rahadian; Alvian Fajar Setiawan; Bintang Nugraha
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.57

Abstract

Material limbah serbuk kayu merupakan hasil sampingan dari industri furnitur yang sering kali dianggap tidak bernilai dan dibuang dengan cara pembakaran yang mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali potensi limbah serbuk kayu sebagai bahan alternatif dalam perancangan produk lampu dekorasi interior yang ramah lingkungan serta memiliki nilai estetika dan fungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dalam pengumpulan data serta metode desain SCAMPER, yang dilakukan melalui studi kasus di PT Griya Fortuna Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif yang dilakukan berbagai eksperimen pencampuran serbuk kayu dengan bahan pengikat seperti resin epoxy, acrylic resin water-based, dan lem PVAc. Dengan studi kasus di PT Griya Fortuna Internasional, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah serbuk kayu dapat dijadikan material alternatif dalam pembuatan produk dekorasi interior dengan mencampurkannya dengan bahan komposit lain. Produk yang dirancang dimulai dengan eksplorasi material, pembuatan sketsa ide, pembuatan prototipe, dan pengujian produk. Hasil survei menunjukkan minat tinggi pada dekorasi interior berbahan dasar serbuk kayu, dengan preferensi gaya minimalis dan warna netral. Produk yang dihasilkan tidak hanya mendukung pengelolaan limbah, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi pada industri kreatif. Penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap inovasi pengolahan limbah serbuk kayu yang mendukung prinsip keberlanjutan.
Strategies to Increase Visitors by Developing Aspects of Attractions in Alam Santosa Bintang Nugraha; Ranti Rachmawanti
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i10.1190

Abstract

Traditional games are an integral part of Indonesian culture and have been passed down from generation to generation. Traditional games have a positive impact on child development, but are currently facing considerable challenges due to the rapid development of technology that has changed the interests of the millennial generation. To ensure the preservation of traditional games, several conservation efforts have been made, such as integrating traditional games into the concept of desa wisata. The concept of desa wisata is a significant trend in the tourism industry. In addition to presenting an authentic experience, a desa wisata can illustrate the unique life and traditions of rural communities, for example Alam Santosa in Cikadut Village. Alam Santosa was established to introduce culture with a number of buildings with Sundanese architecture and typical West Javanese art. One of the tourism products featured at Alam Santosa is cultural education in the form of playing traditional games or commonly referred to as kaulinan barudak. However, currently the availability of attractions and amenities at Alam Santosa has not provided a positive experience for visitors. This research was conducted to answer the solution of improving the visitor experience at Alam Santosa by utilizing the surrounding potential to provide an authentic experience. The result of the design that has been carried out is the development of bebedilan with the concept of building-games to provide a positive experience that can be proven by a visitor satisfaction rate of 90%.
Designing modular camera bags for outdoor photographers: A human-centered response to visual culture and environmental challenges in Indonesia Dewi Pitaloka Sari; Hanif Azhar; Bintang Nugraha
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40843

Abstract

Outdoor photography represents an evolving visual culture practice within Indonesia’s digital society, where mobility, self-expression, and environmental adaptability are increasingly crucial. However, existing photography gear often fails to address the contextual challenges faced by outdoor photographers, particularly in relation to unpredictable tropical weather and the demands of a mobile digital lifestyle. This study responds to this gap by designing a modular camera bag using a Human-Centered Design (HCD) approach. Employing a qualitative case study method with participatory elements, the research integrates interviews, field observations, and questionnaires involving urban outdoor photographers. The design process follows the IDEO Human-Centered Design (HCD) framework, consisting of the stages of Inspiration, Ideation, and Implementation, and is supported by a thematic analysis of field data to derive actionable design insights. The resulting design emphasizes spatial flexibility, weather-resistant materials, and a modular system that promotes sustainability and personalization. Beyond addressing functional requirements, the bag embodies visual identity and reflects how everyday object design can negotiate cultural expressions, environmental adaptation, and digital mobility within Indonesia’s socio-visual landscape.   Fotografi outdoor merupakan praktik yang berkembang dalam masyarakat digital Indonesia, yang ditandai oleh interaksi antara mobilitas, ekspresi diri, dan adaptasi lingkungan. Meskipun mengalami pertumbuhan, perlengkapan fotografi yang ada seringkali mengabaikan tantangan kontekstual yang dihadapi oleh fotografer outdoor, termasuk cuaca tropis yang tidak menentu dan tuntutan gaya hidup digital yang mobile. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan merancang tas kamera modular menggunakan pendekatan Human-Centered Design (HCD), dengan metode kualitatif berupa wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner yang melibatkan fotografer outdoor urban. Proses desain mengikuti kerangka kerja HCD IDEO, yang terdiri dari tahap inspirasi, ideasi, dan implementasi, serta didukung oleh analisis tematik data lapangan untuk menghasilkan wawasan desain yang aplikatif. Desain akhir menitikberatkan pada fleksibilitas ruang, material tahan cuaca, dan modularitas untuk mendukung keberlanjutan dan personalisasi pengguna. Selain memenuhi aspek fungsional, tas ini berfungsi sebagai artefak budaya yang mewujudkan identitas visual serta merundingkan hubungan antara mobilitas digital, kondisi lingkungan, dan ekspresi budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas kerangka desain produk yang responsif secara budaya dengan mengintegrasikan dimensi sosial-budaya dan lingkungan, serta menjadi model inovasi berkelanjutan dalam konteks lanskap sosio-visual Indonesia.  
A TRAINING ON THE USE OF THE "EDUKASIH" WEBSITE AS AN ADAPTIVE LEARNING MEDIA FOR CHILDREN WITH DOWN SYNDROME siwi Anjarsari; Tsamarah Nadiyah; Ariesta Beta Nandya; Bintang Nugraha
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i4.11013

Abstract

Agar anak dengan Down Syndrome dapat memahami dan mempertahankan informasi dengan lebih baik, mereka membutuhkan pengulangan materi, visual yang jelas, dan alur belajar yang sederhana. Namun, media pembelajaran yang digunakan di sekolah seringkali tidak dapat diakses kembali di rumah dan tidak sepenuhnya menyesuaikan dengan kebutuhan belajar setiap siswa. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan tentang penggunaan website "EDUKASIH" sebagai media pembelajaran adaptif untuk anak-anak Down Syndrome di SLB Negeri Cinta Asih Soreang. Ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola materi, tugas, dan pemantauan perkembangan belajar siswa. Proses pelaksanaan mencakup: (1) menentukan kebutuhan pembelajaran dan kesiapan pengguna (guru/staf), (2) membuat materi pelatihan dan petunjuk penggunaan, (3) memberikan pelatihan tatap muka berbasis praktik langsung (hands-on), termasuk manajemen akun, unggah materi, pembuatan latihan sederhana, dan penggunaan fitur pemantauan, (4) membantu implementasi di kelas dan di rumah dengan dukungan teknis terjadwal, dan (5) mengevaluasi pemahaman guru, observasi penggunaan, dan umpan balik melalui pre-test dan post-test. Luaran kegiatan termasuk meningkatkan literasi digital siswa, kemampuan guru untuk menggunakan EDUKASIH, ketersediaan modul dan panduan operasional, dan meningkatkan akses belajar berkelanjutan bagi siswa Down Syndrome melalui media yang lebih sesuai, mudah dipahami, dan dapat digunakan secara konsisten.
Redesign Music Photographer Vest: Camera Equipment Organization Solutions for High Mobility Ahmad Riyadi Swandhani; Bintang Nugraha; Syaridza Mubarak
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 15 No. 1 (2026): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v15i1.72575

Abstract

The recent surge in the number of music festivals in Indonesia has presented both opportunities and challenges for photographers documenting pivotal moments at these events. A diverse array of photographic tools, including cameras, lenses, spare batteries, and other accessories, often pose constraints in mobilizing and organizing equipment amidst crowds. This research endeavors to design a vest that enhances the work efficiency and mobility of photographers within a dynamic music festival environment. Employing a qualitative approach, this study utilizes data collection methods such as observations, interviews, questionnaires, and documentation within the active photography community. The design process employs the SCAMPER method, encompassing Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, and Reverse, to ensure the resulting vest aligns with the photographers’ needs. The findings indicate that vests with specialized compartment designs facilitate the organization of camera equipment, simplify access during work, and safeguard equipment from damage during crowd mobilization. This product is anticipated to serve as a practical solution that enhances the comfort and safety of photographers at music festivals. Furthermore, this research can serve as a reference for the development of analogous products in the future. The redesign was conceived as a critical response to the inadequacy of the previous design in meeting the evolving demands of users.
Analisis Pengaruh Inovasi Produk Pada Media Sosial Intagram Alam Santosa Dengan Pendekatan Model AISAS Bintang Nugraha; Nur Sabariah; Ahmad Riyadi Swandhani
MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 8 No 01 (2026): Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LPPM Universitas Bhinneka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/mavis.v8i01.2226

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh inovasi produk kaulinan barudak melalui konsep 4Es terhadap perilaku konsumen digital di Instagram Alam Santosa menggunakan model AISAS. Dengan metode deskriptif kualitatif melalui triangulasi data melalui analisis konten, observasi, dan studi dokumen Instagram Insights. Penelitian menemukan bahwa inovasi produk telah hadir namun belum terintegrasi optimal dalam komunikasi pemasaran terstruktur. Hambatan tersebut meliputi rendahnya kontinuitas konten pada Attention, keterbatasan narasi edukatif pada Interest, minimnya informasi terstruktur pada Search, ketiadaan alur transaksi pada Action, dan rendahnya prompting user-generated content pada tahap Share. Penelitian menghasilkan rekomendasi strategis integrasi 4Es pada setiap tahapan AISAS untuk optimalisasi konten digital. Kontribusi mencakup perspektif teoretis relevansi AISAS untuk ekowisata digital berbasis budaya lokal dan panduan praktis bagi pengelola destinasi wisata.