Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan lampu dekoratif interior berkelanjutan berbasis eksplorasi material limbah serbuk kayu menggunakan metode SCAMPER Achmad Zaki Rahadian; Alvian Fajar Setiawan; Bintang Nugraha
Jurnal Desain Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i1.57

Abstract

Material limbah serbuk kayu merupakan hasil sampingan dari industri furnitur yang sering kali dianggap tidak bernilai dan dibuang dengan cara pembakaran yang mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali potensi limbah serbuk kayu sebagai bahan alternatif dalam perancangan produk lampu dekorasi interior yang ramah lingkungan serta memiliki nilai estetika dan fungsional. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dalam pengumpulan data serta metode desain SCAMPER, yang dilakukan melalui studi kasus di PT Griya Fortuna Internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksploratif yang dilakukan berbagai eksperimen pencampuran serbuk kayu dengan bahan pengikat seperti resin epoxy, acrylic resin water-based, dan lem PVAc. Dengan studi kasus di PT Griya Fortuna Internasional, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah serbuk kayu dapat dijadikan material alternatif dalam pembuatan produk dekorasi interior dengan mencampurkannya dengan bahan komposit lain. Produk yang dirancang dimulai dengan eksplorasi material, pembuatan sketsa ide, pembuatan prototipe, dan pengujian produk. Hasil survei menunjukkan minat tinggi pada dekorasi interior berbahan dasar serbuk kayu, dengan preferensi gaya minimalis dan warna netral. Produk yang dihasilkan tidak hanya mendukung pengelolaan limbah, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi pada industri kreatif. Penelitian ini akan memberikan kontribusi terhadap inovasi pengolahan limbah serbuk kayu yang mendukung prinsip keberlanjutan.
Strategies to Increase Visitors by Developing Aspects of Attractions in Alam Santosa Bintang Nugraha; Ranti Rachmawanti
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i10.1190

Abstract

Traditional games are an integral part of Indonesian culture and have been passed down from generation to generation. Traditional games have a positive impact on child development, but are currently facing considerable challenges due to the rapid development of technology that has changed the interests of the millennial generation. To ensure the preservation of traditional games, several conservation efforts have been made, such as integrating traditional games into the concept of desa wisata. The concept of desa wisata is a significant trend in the tourism industry. In addition to presenting an authentic experience, a desa wisata can illustrate the unique life and traditions of rural communities, for example Alam Santosa in Cikadut Village. Alam Santosa was established to introduce culture with a number of buildings with Sundanese architecture and typical West Javanese art. One of the tourism products featured at Alam Santosa is cultural education in the form of playing traditional games or commonly referred to as kaulinan barudak. However, currently the availability of attractions and amenities at Alam Santosa has not provided a positive experience for visitors. This research was conducted to answer the solution of improving the visitor experience at Alam Santosa by utilizing the surrounding potential to provide an authentic experience. The result of the design that has been carried out is the development of bebedilan with the concept of building-games to provide a positive experience that can be proven by a visitor satisfaction rate of 90%.
Designing modular camera bags for outdoor photographers: A human-centered response to visual culture and environmental challenges in Indonesia Dewi Pitaloka Sari; Hanif Azhar; Bintang Nugraha
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 9 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v9i2.40843

Abstract

Outdoor photography represents an evolving visual culture practice within Indonesia’s digital society, where mobility, self-expression, and environmental adaptability are increasingly crucial. However, existing photography gear often fails to address the contextual challenges faced by outdoor photographers, particularly in relation to unpredictable tropical weather and the demands of a mobile digital lifestyle. This study responds to this gap by designing a modular camera bag using a Human-Centered Design (HCD) approach. Employing a qualitative case study method with participatory elements, the research integrates interviews, field observations, and questionnaires involving urban outdoor photographers. The design process follows the IDEO Human-Centered Design (HCD) framework, consisting of the stages of Inspiration, Ideation, and Implementation, and is supported by a thematic analysis of field data to derive actionable design insights. The resulting design emphasizes spatial flexibility, weather-resistant materials, and a modular system that promotes sustainability and personalization. Beyond addressing functional requirements, the bag embodies visual identity and reflects how everyday object design can negotiate cultural expressions, environmental adaptation, and digital mobility within Indonesia’s socio-visual landscape.   Fotografi outdoor merupakan praktik yang berkembang dalam masyarakat digital Indonesia, yang ditandai oleh interaksi antara mobilitas, ekspresi diri, dan adaptasi lingkungan. Meskipun mengalami pertumbuhan, perlengkapan fotografi yang ada seringkali mengabaikan tantangan kontekstual yang dihadapi oleh fotografer outdoor, termasuk cuaca tropis yang tidak menentu dan tuntutan gaya hidup digital yang mobile. Penelitian ini mengatasi kesenjangan tersebut dengan merancang tas kamera modular menggunakan pendekatan Human-Centered Design (HCD), dengan metode kualitatif berupa wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner yang melibatkan fotografer outdoor urban. Proses desain mengikuti kerangka kerja HCD IDEO, yang terdiri dari tahap inspirasi, ideasi, dan implementasi, serta didukung oleh analisis tematik data lapangan untuk menghasilkan wawasan desain yang aplikatif. Desain akhir menitikberatkan pada fleksibilitas ruang, material tahan cuaca, dan modularitas untuk mendukung keberlanjutan dan personalisasi pengguna. Selain memenuhi aspek fungsional, tas ini berfungsi sebagai artefak budaya yang mewujudkan identitas visual serta merundingkan hubungan antara mobilitas digital, kondisi lingkungan, dan ekspresi budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas kerangka desain produk yang responsif secara budaya dengan mengintegrasikan dimensi sosial-budaya dan lingkungan, serta menjadi model inovasi berkelanjutan dalam konteks lanskap sosio-visual Indonesia.