Priyono Priyono
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efek Penggunaan Dosis Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) Mohamad Ananda Haryanto; Priyono Priyono; Efi Nikmatu Sholihah
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 19, No 2 (2023): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v19i2.3393

Abstract

Penelitian ini berjudul “Efek Penggunaan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata L.)” bertujuan untuk menganalisis efek dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil 3 varietas jagung manis (Zea mays saccharata L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Juni 2023, di Kebun Benih Hortikultura Tohudan Colomadu, Karanganyar. Ketinggian tempat ±105 mdpl, jenis tanah regosol dan pH tanah 6,5-7. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial, dengan metode Split Plot terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu 3 macam varietas jagung manis dan 4 macam dosis pupuk NPK, Varietas jagung manis (V) terdiri dari V1: Varietas Sweet Boy, V2 : Varietas Bonanza F1, V3 : Varietas Talenta. Dosis pupuk NPK (D) terdiri dari D0 : Tanpa Pupuk NPK (kontrol), D1 : Dosis Pupuk NPK 5 g/tanaman, D2 : Dosis Pupuk NPK 10 g/tanaman, D3 : Dosis Pupuk NPK 15 g/tanaman. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ 5%. Pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah tongkol per tanaman (tongkol), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), berat segar tongkol berkelobot (g), berat segar tongkol tanpa kelobot (g), dan berat segar brangkasan (g). Hasil penelitian ini yaitu perlakuan varietas Bonanza dan dosis pupuk NPK 10 g/tanaman (V2D2) mengahasilkan nilai tertinggi pada parameter jumlah daun sebesar 14,33 helai, parameter diameter batang sebesar 2,79 cm, parameter jumlah tongkol per tanaman sebesar 2,00 tongkol, parameter panjang tongkol sebesar 20,17 cm, parameter diameter tongkol sebesar 4,80 cm, parameter berat segar tongkol tanpa kelobot sebesar 390,09 g per tanaman, dan parameter berat segar brangkasan 234,15 g. Sedangkan perlakuan varietas Bonanza dan dosis pupuk NPK 15 g/tanaman menghasilkan nilai tertinggi untuk parameter tinggi tanaman sebesar 149,61 cm. Perlakuan varietas Talenta dan dosis pupuk NPK 10 g/tanaman (V3D2) menghasilkan nilai tertinggi pada parameter pengamatan berat segar tongkol berkelobot sebesar 397,97 g/tanaman. Kata kunci : dosis pupuk NPK, jagung manis, varietas
Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Guano Phosphate dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Anzzuri Nerasuri Mahenrick; Priyono Priyono; Efi Nikmatu Sholihah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk guano fosfat dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tohudan, Karanganyar, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu pupuk guano fosfat (0, 24, 48, dan 72 g/tan) dan pupuk NPK 16-16-16 (0, 3, 4,2, dan 5,4 g/tan), yang dikombinasikan menjadi 16 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat brangkasan basah dan kering, muncul bunga, jumlah bunga dan polong, panjang polong, berat biji kering, dan berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk guano fosfat dan pupuk NPK masing-masing berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, muncul bunga, jumlah bunga, jumlah polong, panjang polong, berat biji kering, dan berat 100 biji kering. Interaksi signifikan antara kedua jenis pupuk terjadi pada tinggi tanaman, berat brangkasan basah, jumlah polong, dan berat 100 biji kering. Kombinasi pupuk organik dan anorganik memberikan pengaruh sinergis terhadap ketersediaan unsur hara, sehingga mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kacang hijau. Dengan demikian, penggunaan kombinasi pupuk guano fosfat dan NPK 16-16-16 dapat menjadi strategi pemupukan yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau secara berkelanjutan.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Wildan Ramadhan; Priyono Priyono; Saiful Bahri; Dewi Ratna Nurhayati
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11030

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) adalah tanaman legum penting yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan hasil adalah dengan memupuk menggunakan kombinasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci dan pupuk fosfor (SP-36), yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah serta menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi POC urin kelinci dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas Kutilang. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2025 di Kebun Benih TPH Tohudan, Karanganyar, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 30, dan 60 ml/L) dan dosis SP-36 (0, 200, dan 300 kg/ha) dengan sembilan kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC urin kelinci lebih berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif, sedangkan SP-36 memengaruhi fase pembungaan, jumlah bunga, jumlah polong, bobot biji kering per tanaman, serta bobot 100 biji. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi tanpa POC urin kelinci (0 ml/L) dengan dosis pupuk SP-36 sebesar 200 kg/ha, yang memberikan hasil generatif tertinggi pada tanaman kacang hijau.