Yohanes Papu
Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Pendidikan Dan Bahasa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KONDISI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS VII SMP SANTO KRISTOFORUS I Maria Fransiska Titu; Yohanes Papu; Henny Christine Mamahit
Psiko-Edukasi Vol 18, No 2 (2020): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prokrastinasi akademik adalah kecenderungan menunda-nunda untuk memulai atau menyelesaikan tugas akademik yang terwujud dalam penundaan pelaksanaan tugas-tugas akademik, kelemahan dan keterlambatan dalam mengerjakan tugas akademik, ketidaksesuaian antara rencana dengan perfomansi aktual, dan melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui kondisi prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII SMP Santo Kristoforus I Grogol. Teknik pengumpulan data adalah instrumen berbentuk skala penilaian dengan lima pilihan jawaban. Analisis data menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS Versi 22. Hasil uji coba instrumen prokrastinasi akademik menghasilkan reliabilitas sebesar 0,964. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 46% atau 28 siswa kelas VII SMP Santo Kristoforus I Grogol Jakarta Barat memiliki skor prokastinasi akademik pada klasifikasi sedang.Peneliti berharap dengan hasil penelitian ini guru BK SMP Santo Kristoforus I Grogol dapat membuat program BK untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa, dan bagi mahasiswa prodi BK penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya.
Pelatihan Coach and Counseling untuk Para Pendamping Anak Jalanan di Yayasan Sahabat Anak Melalui Strategi WDEP Yohanes Markus Papu
Psiko-Edukasi Vol 14, No 2 (2016): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.206 KB)

Abstract

Abstrak Pada proses mendampingi anak jalanan, sukarelawan seringkali mengalami kesulitan untuk menangani masalah-masalah yang dialami anak-anak, baik yang menyangkut masalah belajar maupun masalah keluarga atau pun pribadi. Oleh karena itu, sukarelawan perlu mendapatkan pelatihan dasar tentang konseling agar mereka memiliki keterampilan berkomunikasi dalam menggali masalah anak-anak dan mencari solusi yang tepat. Pelatihan coach and counseling dirancang untuk membantu para sukarelawan menggali sumber masalah dan mencari solusi terbaik bagi anak-anak jalanan. Pelatihan dilaksanakan dalam empat pertemuan pada hari Sabtu dengan empat fasilitator. Metode pelatihan adalah metode SLE (Student Learning Experience) yang bertujuan untuk membuat peserta mengalami sendiri proses belajar sehingga menjadi lebih aktif dan mudah mengingat apa yang telah dipelajari.  Metode SLE terdiri dari IceBreaking, dinamika kelompok (games, roleplay), refleksi, dan tugas rumah. Hasil  umpan balik  peserta menunjukkan bahwa peserta menyukai metode dalam penyampaian materi oleh fasilitator, materi yang diberikan lebih mudah dicerna dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, tugas-tugas yang diberikan cukup berat tetapi memberikan pengalaman yang menarik, dan panduan strategi WDEP dalam coaching and coaching yang diberikan mudah untuk dipahami. Secara keseluruhan pelatihan ini berjalan dengan baik dan memenuhi harapan peserta. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan monitoring berupa pelaporan hasil konseling selama tiga bulan dan enam bulan.Kata kunci: sukarelawan, coach and couseling, SLE, WDEPAbstract In the process of the mentoring of street children, volunteers often experience difficulties in dealing with the problems faced by the former. These problems involve both learning difficulties and family and personal quandaries. Thus, the volunteers need basic training in counseling so that they have the skill in communicating and unearthing the children’s problems and finding the solutions. The coach and counseling training, which was conducted in four sessions on Saturday and assisted by four facilitators, was designed to help the learners to do so.  The method used in the training was the Student Learning Experience (SLE), which aims at making the students experience the learning process by themselves so that they become more active in recalling what has been learnt. The SLE method consists of ice-breaking, group dynamics (games, role plays (reflections), and homework. Feedbacks from the participants showed that they liked the method, materials, and the assignments. Overall, the training went well and fulfilled the expectations of the participants. This activity will be followed-up using the mentoring in a form of counseling report for three and six months.Key words: volunteers, coach and counseling, SLE, WDEP
KOMPETENSI PENDIDIK PARA LULUSAN PRODI BIMBINGAN KONSELING UNIKA ATMA JAYA Henny Christine Mamahit; Yohanes Markus Papu
Psiko-Edukasi Vol 15, No 1 (2017): Psiko Edukasi
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.53 KB)

Abstract

Abstrak Kompetensi lulusan mahasiswa prodi BK mengacu pada kompetensi pendidik yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Terdapat empat kompetensi yang perlu dikembangkan sebagai calon pendidik yaitu kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Pengembangan keempat kompetensi ini terdapat dalam kurikulum prodi BK dan terealisasi dalam proses pembelajaran. Melalui sebaran data dengan menggunakan instrumen berbentuk skala penilaian, ditelusuri kompetensi alumni prodi BK terkait penguasaan keempat kompetensi tersebut. Untuk memperkuat hasil data deskriptif, peneliti melakukan focus group discussion bersama alumni. Hasil skor rata-rata pada komponen pedagogik sebesar 153,25; pada komponen kepribadian sebesar 212, 85; pada komponen profesional sebesar 207,2; dan pada komponen sosial sebesar 213,45. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa komponen yang berada di atas skor rata-rata keseluruhan dan merupakan komponen tertinggi adalah komponen sosial. Komponen kedua setelah komponen sosial adalah komponen kepribadian. Komponen ketiga adalah komponen professional, dan komponen yang berada di bawah komponen skor rata-rata keseluruhan adalah komponen pedagogik. Kata kunci: kompetensi pendidik, profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Abstract  Competence required by the guidance and counseling students to graduate refers to the teacher competence stipulated in the Law No. 14/2005 on Teachers.  Included in the curriculum of guidance and counseling study program and realized in the learning process, this competence encompasses such components as professional, pedagogy, personal and social. Using the assessment scale as an instrument, this study aims to find out the students’ mastery of the four components of the competence. To support results from the descriptive data, the study will use a focus group discussion with the alumnae. Findings indicate that the average score of pedagogic component is 153.25, of personal component 212. 85, of professional component 207.2, and of social component 213.45. Key words: teacher competence, professional, pedagogic, personal, social.
Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Hidrasi Kulit pada Kelompok Usia Produktif Alexander Halim Santoso; Giovanno Sebastian Yogie; Yohanes Yohanes; Sukmawati Tansil Tan; Firmansyah Firmansyah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.10036

Abstract

ABSTRACT Well-hydrated skin can perform its function as a good skin barrier. Chronically high levels of glucose level in the blood can disrupt skin hydration homeostasis thereby increasing the incidence of skin disorders. In India 2016, 151 respondence with type 2 diabetes on working age group 85,4% experienced skin disorders. to understand the relationship of random blood glucose levels to skin hydration, especially in working age group. This is a cross-sectional study conducted at the Kalam Kudus II Foundation, Jakarta in February 2023. The sample for this study was employees aged 18-65 years. The required sample size is 75 respondents with total sampling technique. Descriptive data analysis in the form of data distribution for quantitative data, and proportion (%) for qualitative data. Analytical data analysis uses linear regression to see the relationship between variables. The results of statistical analysis using linear regression explained that there was a significant relationship between random blood glucose level (mg/dL) and skin hydration levels (%) (P-value 0.001). The results of the scatter plot graph show a negative gradient line which indicates that the higher random blood glucose level (mg/dL), the lower the skin hydration level (%) (R Square: 0.288). There is a significant relationship between random blood glucose levels with skin hydration in the respondents. The higher random blood glucose level, the lower the skin hydration level. Keywords: Random Blood Glucose, Skin Hydration, Diabetes  ABSTRAK Kulit yang terhidrasi dengan baik dapat menjalankan fungsinya sebagai skin barrier yang baik. Tingginya kadar glukosa dalam darah yang kronis dapat mengganggu homeostasis hidrasi kulit sehingga meningkatkan kejadian gangguan kulit. Di India tahun 2016, dari 151 responden dengan diabetes tipe 2 pada usia produktif 85,4% mengalami gangguan kulit. Mengetahui hubungan dari kadar glukosa darah sewaktu terhadap hidrasi kulit khususnya pada usia produktif. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilaksanakan di Yayasan Kalam Kudus II Jakarta pada Februari 2023. Sampel penelitian ini adalah karyawan berusia 18-65 tahun. Besar sampel yang dibutuhkan 75 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisa data deskriptif berupa sebaran data terpusat untuk data kuantitatif, dan proporsi (%) untuk data kualitatif. Analisa data analitik menggunakan Regresi Linear untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil analisa statistik menggunakan regresi linear memaparkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara Gula Darah Sewaktu (mg/dL) dengan Kadar Hidrasi Kulit (%) (P-value 0,001). Hasil grafik scatter plot menunjukan garis gradien negatif yang menandakan bahwa semakin tinggi kadar Gula Darah Sewaktu (mg/dL) maka akan semakin rendah Kadar Hidrasi Kulit (%) (R Square: 0,288). Terdapat hubungan bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan hidrasi kulit pada responden, dimana semakin tinggi kadar gula darah sewaktu semakin rendah kadar hidrasi kulit.  Kata Kunci: Gula Darah Sewaktu, Hidrasi Kulit, Diabetes