Lukman Arake
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP PERNIKAHAN BERSAMAAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT (STUDI DI KECAMATAN ULAWENG) Erzy Aurelia Maharani; Syahabuddin; Lukman Arake; Hamzah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47239

Abstract

This study examines the botting massamang tradition in Ulaweng Subdistrict, Bone Regency, from the perspectives of community beliefs and Islamic law. This tradition involves the simultaneous celebration of multiple weddings within a single family and continues to spark debate; some members of the community view it as a taboo that can disrupt family harmony, while others regard it as a social custom that does not conflict with Islamic law. This study employs a qualitative method using a case study approach, incorporating sociological, normative theological, and phenomenological perspectives through observation, interviews, and documentation. The findings reveal differing viewpoints influenced by levels of religious understanding and adherence to local customs. In Islamic law, this practice is permitted as long as the pillars and conditions of marriage are fulfilled; however, the belief that it brings bad luck without evidence constitutes superstition that needs to be corrected. Thus, botting massamang can be understood as a valid custom (urf shahih) if it brings benefits, and as a corrupt custom (urf fasid) if it contradicts the principle of tawhid.
Analisis Kebijakan Pembatasan Harga Barang (Tas’ir) dalam Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam Achmad, Aqila; Lukman Arake; Jumriani Nawawi
Judge : Jurnal Hukum Vol. 6 No. 10 (2026): Judge : Jurnal Hukum
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/judge.v6i10.2335

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakefektifan kebijakan pembatasan harga barang kebutuhan pokok di Kabupaten Bone, meskipun telah memiliki dasar hukum yang kuat. Kenaikan harga yang berulang menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum dan realitas empiris, terutama akibat lemahnya pengawasan serta ketiadaan kewajiban pemerintah sebagai penyedia stok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pembatasan harga (tas’īr) dalam perspektif hukum positif, mengevaluasi pelaksanaannya di Kabupaten Bone, serta mengkaji kesesuaiannya dengan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis, sosiologis, dan hukum Islam, melalui teknik wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan harga belum efektif karena adanya kekosongan norma fungsional terkait peran pemerintah sebagai pemasok utama (supplier of last resort), sehingga kebijakan bersifat administratif dan reaktif. Dalam perspektif hukum Islam, tas’īr dibenarkan bahkan diwajibkan dalam kondisi distorsi pasar. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformulasi kebijakan melalui integrasi pengendalian harga dan penyediaan.