Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformation of Criminal Law in Indonesia: An Analysis of Social Rights Protection through a Qualitative Descriptive Approach Tasya Nabilla; Benny Djaja; Maman Sudirman
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i11.1512

Abstract

This research aims to analyze the protection of human rights in criminal law in Indonesia, considering the importance of integrating human rights protection into a fair and effective criminal law system. This study uses a qualitative descriptive research method, utilizing primary data from case studies related to human rights violations and secondary data in the form of scientific literature, laws, and official documents from related institutions. Data were collected through documentation study techniques and media content analysis, which allowed for in-depth exploration of various cases and legal policies that had been implemented. Content analysis was used to identify key themes in legal documents and literature studies, while theoretical modeling helped formulate a theoretical model that links criminal law to human rights protection. The results of the study indicate that there is a discrepancy in several implementations of criminal law with human rights principles, especially in terms of protecting victims and fulfilling the rights of the accused. The conclusions obtained highlight the need for criminal law reform to ensure the fulfillment of basic rights for all individuals in accordance with international standards. This study provides recommendations for policymakers to integrate human rights protection more systematically into the criminal law system in Indonesia.
Penyelesaian Sengketa Hak Waris Atas Tanah Adat Dalam Perspektif Hukum Agraria Brighitta Priscilla MSS; Benny Djadja; Maman Sudirman
Journal of Constitutional, Law and Human Rights Vol 2, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jclhr.v2i1.6586

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyelesaian sengketa waris atas tanah adat di Indonesia dalam perspektif hukum agraria. Sengketa ini muncul akibat dualisme hukum antara hukum adat, yang menekankan nilai kekeluargaan dan musyawarah, dengan hukum agraria nasional yang menuntut legalitas formal. Status tanah adat dalam hukum agraria memiliki kompleksitas karena pengakuan hak ulayat dibatasi oleh kepentingan nasional. Pewarisan tanah adat mengikuti pola patrilineal, matrilineal, atau bilateral, dengan prinsip kekeluargaan yang kuat. Faktor penyebab sengketa meliputi perbedaan penafsiran hukum, ketiadaan dokumen kepemilikan, administrasi pertanahan yang kurang mendukung, serta konflik internal keluarga. Penyelesaian sengketa dapat melalui jalur non-litigasi (lembaga adat) atau litigasi (pengadilan negara). Alternatif penyelesaian sengketa (ADR) seperti mediasi berbasis komunitas menawarkan solusi cepat dan murah. Hambatan penyelesaian mencakup ketidakharmonisan norma hukum, lemahnya pengakuan hukum adat, kurangnya dokumentasi tanah, ketimpangan akses hukum, dan pemahaman aparat yang rendah. Solusi yang direkomendasikan adalah harmonisasi hukum, penguatan lembaga adat, pemetaan tanah partisipatif, serta pendidikan hukum. Metode penelitian melibatkan pendekatan yuridis normatif dan empiris, studi pustaka, serta studi kasus. Harmonisasi hukum adat dan agraria menjadi kunci penyelesaian sengketa yang adil dan berkelanjutan, memastikan perlindungan hak masyarakat adat sambil mendukung pembangunan nasional.