Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF THE SIJAHE DIGITAL APPLICATION AS A TOOL FOR PHARMACISTS IN EDUCATION ON THE USE OF TRADITIONAL MEDICINE Sri Suwarni; Nurista Dida Ayuningtyas; Erna Tri Wulandari; Aris Widayati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15846

Abstract

Obat tradisional banyak yang memanfaatkan untuk imunbooster dengan merebus ataupun mengkonsumsi berupa rendaman ataupun bentuk olahan herbal lainnya. Apoteker membutuhkan akses cepat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk memberikan saran kepada masyarakat. Pemanfaatan teknologi informasi merupakan salah satu solusinya. Implementasi Aplikasi berbasis Digital bagi Apoteker dapat menjadi kunci utama penambah informasi yang aksestable. Tujuan riset ini adalah untuk menganalisis efektifitas aplikasi berbasis digital Sistem Informasi Jamu dan Herbal (Sijahe) untuk tools apoteker dalam edukasi masyarakat dalam menggunakan obat tradisional. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan survey untuk mengambil data yang dilakukan pada tahun 2020.  Populasi adalah seluruh apoteker di Indonesia yang berjumlah 121ribu dengan sample sebanya 20 apoteker setiap provinsi besar dengan tekhnik pengambilan sample dengan random sampling. yang. Uji efektifitas pada apoteker sebagai agent of change, terhadap 6 aspek pengembangan produk, yakni TI (Teknologi Informasi), Kualitas Informasi, Kualitas Pelayanan, Pengguna, Kepuasaan Pengguna dan Keuntungan Bersih. Hasil pengembangan diperoleh aplikasi digital Si Jahe yang berisi data base penggunaan berbagai obat tradisional di Indonesia. Hasil survey secara kualitatif menunjukkan aplikasi SIJAHE memiliki dampak positif terhadap 6 aspek dan dapat diterima dengan baik. Keunggulan utama aplikasi SIJAHE adalah kualitas informasi yang sangat baik. Sementara, pada aspek konstruksi IT masih ada keterbatasan pada sistem interaksi yang masih dikembangkan, yakni masih ada bagian tertantu belum user friendly. Simpulan Aplikasi SIJAHE telah merubah persepsi dan kemampuan terhadap penggunaan obat herbal di tengah masyarakat. Peranan apoteker educator sumber informasi obat tradisional, memberikan pengaruh dengan adanya tools SIJAHE, melalui validasi data yang telah dilaksanakan
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Lip balm Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L) dengan Variasi Beeswax Nurul Tri Budiarti; Nurista Dida Ayuningtyas; Agustina Putri Pitarisa
KUNIR: JURNAL FARMASI INDONESIA Vol 1 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Farmasi Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Bhamada Slawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/kjfi.v1i2.552

Abstract

Kulit bibir memerlukan antioksidan untuk melindungi dari paparan sinar UV dan melembabkan bibir. Ekstrak bunga telang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, oleh karena itu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan sediaan lip balm. Pada penelitian ini akan dilakukan pembuatan sediaan lip balm dengan variasi ekstrak bunga telang dan beeswax. Pada pembuatan dilakukan 3 formulasi dengan variasi ekstrak bunga telang : beeswax F1 (6:7,5), F2 (8:10), dan F3 (10:15). Hasil evaluasi fisik organoleptis menunjukkan F3 memiliki bentuk yang keras, uji homogenitas sediaan homogen dan tercampur merata. Uji daya sebar sediaan pada F3 paling rendah dengan hasil rata-rata 4,56+0,15 cm. Uji daya lekat F3 yang paling tinggi dengan hasil rata-rata 32,95+2,934 detik. Hasil uji pH pada ketiga formula memiliki pH yang memenuhi rentang pH bibir. Uji titik lebur terdapat F1 yang paling rendah dibandingkan dengan F2 dan F3 dengan hasil rata-rata 58,33+1,53OC. Pada uji daya oles dihasilkan sediaan lip balm dapat memberikan efek mengkilap.
Determination Of Dissolution Profile Sprinkle Formulation From Noni Fruit Extract (Morinda Citrifolia L.) Nurista Dida Ayuningtyas; Yohana Inge Sugiarto; Anita Monalisa
Media Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 1 (2026): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/mfi.v21i1.344

Abstract

Background: Noni fruit (Morinda citrifolia L.) has immunomodulatory properties due to the presence of scopolamine and quercetin compounds. This immunomodulator activity will be utilized in pharmaceutical products formulated into fine granules (sprinkle formulation). Objective: In this study, dissolution testing of the formulation will be conducted using a type 2 (paddle) apparatus and a medium with a pH value of 1.2 and 4.5. Method: The sprinkle formulation was prepared with the following composition: 16.67% extract, 2.70% Povidone, 2.29% SSG, 20% Mannitol, 3% Aspartame, 0.5% Mg.Stearate, and 54.84% Lactose. The formulation was then subjected to physical granule quality testing and dissolution testing. In the dissolution test, the levels of samples taken during the dissolution test were determined using UV-Vis spectrophotometry. Results: The results obtained were the dissolution profile of quercetin compounds in the sprinkle formulation of noni fruit extract (Morinda citrifolia L) at minute 60 in a pH 1.2 medium was 57.50% ± 1.33 and in a pH 4.5 medium was 86.24% ± 0.69. Statistical analysis of the total flavonoid content (mgQE/gram) in the extract, sprinkle formulation, and the amount of dissolved drug at minute 60 in pH 1.2 and pH 4.5 medium yielded a p-value < 0.05, indicating a significant difference in total flavonoid content among the samples. Conclusion: Sprinkle formulation of noni fruit extract provides significantly different dissolution profiles at pH 1.2 and pH 4.5.
EVALUASI FORMULA GEL KOMBINASI BUAH LIDAH BUAYA (Aloe Vera Burm.f) DAN BUAH LABU KUNING (Cucurbita moschata Durch) SEBAGAI PELEMBAP KULIT [EVALUATION OF GEL FORMULA COMBINATIONS OF ALOE VERA (Aloe Vera Burm.f) AND YELLOW PUMPKIN (Cucurbita moschata Durch) AS A SKIN MOISTURIZER] Sherly Angelina Santoso; Nurista Dida Ayuningtyas
FaST : Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 8 No. 1 (2024): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v8i1.8260

Abstract

Skin moisturizers are popular in the form of gel products. Natural ingredients that can be used to moisturize the skin are aloe vera and pumpkin, because they contain β-carotene which has strong antioxidant activity and flavonoids that can bond the water content in the stratum cSrneum. The combination of HPMC and carbopol 940 in the formulation of gel preparations is used as a gelling agent. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the concentration of aloe vera and pumpkin on the physical characteristics of gel preparations and effectiveness in moisturizing the skin.   The research steps of the extract were made by maceration method. Moisturizing gel was produced with LB:LK ratio in F1, F2, and F3 respectively (10:10), (12.5:7.5) and (15:5) and F0 as negative without extract.   The evaluation included organoleptic test, adhesion, spreadability, pH, viscosity, and testing the effectiveness of the preparation in moisturizing the skin on respondents measured using Skin Moisture Oil Content Analyzer CR-302 Data analysis using one-way ANOVA. The results of the physical evaluation of the gel product organoleptically F0 is transparent, F1-3 is yellow to brownish, semi-solid, and has a distinctive smell of extracts. Analysis of spreadability, adhesion, pH, and viscosity tests showed significant differences between formulas. Formula 3 with LB:LK (15%:5%) ratio produced a moisture value of 51-62% on day 14 which was higher than the other formulas.  Bahasa Indonesia Abstract:Pelembab kulit yang digemari oleh masyarakat umumnya dalam bentuk sediaan gel. Bahan alam yang dapat digunakan untuk melembapkan kulit yaitu lidah buaya (LB) dan labu kuning (LK), karena kandungan β-karoten yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat dan flavonoid yang dapat mengikat kandungan air pada stratum korneum. Kombinasi HPMC dan karbopol 940 dalam formulasi sediaan gel digunakan sebagai gelling agent. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi lidah buaya dan labu kuning terhadap karakteristik fisik sediaan gel dan efektivitas dalam melembapkan kulit. Tahapan penelitian ekstrak dibuat dengan metode maserasi. Sediaan gel pelembab dibuat dengan perbandingan LB:LK pada F1,F2, dan F3 secara berturut-turut (10:10), (12,5:7,5) dan (15:5) serta F0 sebagai kontrol negatif tanpa ekstrak. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, daya lekat, daya sebar, pH, viskositas, dan pengujian efektivitas sediaan dalam melembapkan kulit pada responden yang diukur menggunakan Skin Moisture Oil Content Analyzer CR-302. Analisis data dilakukan menggunakan one-way ANOVA. Hasil evaluasi fisik sediaan gel secara organoleptis F0 transparan, F1-3 berwarna kuning sampai kecoklatan, berbentuk setengah padat, dan berbau khas ekstrak. Analisis uji daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula. Formula 3 dengan perbandingan LB:LK (15%:5%) menghasilkan nilai kelembapan 51-62% pada hari ke 14 yang lebih tinggi dibandingkan formula lainnya.