Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN PARENTING STRESS PADA PRIMIPARA : STUDI LITERATURE REVIEW Milly Maryam Panghela; Muryati Muryati; Nani Avianti; Zaenal Muttaqin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v1i1.493

Abstract

Parenting stress is stress as a series of processes that lead to psychological conditions that are not liked and psychological reactions that arise in an effort to adapt to the demands of parental roles. The role of a partner as a parent can be something to be happy but also full of challenges. The challenges in parenting especially new parents or spouses who have just given birth, namely when they become parents will face demands related to the role of care that puts them at risk for experiencing stress. This study aims to determine the description of parenting stress in primiparas. This research method uses descriptive research with the design used is the study of literature. This study uses secondary data obtained not from direct observation but obtained from the results of research conducted by previous researchers. The data collection strategy used in this study is the documentation method in which the researcher draws conclusions and summarizes the literature obtained from search results in accordance with the researcher's topic. Based on the results obtained from 4 literature, it can be concluded that a small proportion of mothers experience high levels of parenting stress, most of the mothers experience parenting stress levels and often occur among mothers, and most mothers experience low level of parenting stress. It is hoped that this literature study can be used as an illustration and reference for nurses as a basis for mental nursing services. Keywords: Parenting Stress, Primipara
Hubungan Body Image dengan Self-Esteem pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Zaenal Muttaqin; Resty Paramitha; Vera Fauziah Fatah; Muryati Muryati; Indita Wilujeng Astiti
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v6i1.4741

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi body image dan self-esteem. Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dapat berhubungan dengan rendahnya self-esteem, terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dengan self-esteem pada remaja putri di Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Sampel penelitian berjumlah 80 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image positif (51,3%) dan self-esteem tinggi (66,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan self-esteem pada remaja putri di Sekolah Menengah Pertama (p=0,020). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Disimpulkan bahwa semakin positif body image, maka self-esteem cenderung semakin tinggi. Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan diperlukan untuk membantu remaja mengembangkan penerimaan diri yang positif.
Gambaran Jenis Kelamin, Ketaatan Beribadah dan Sumber Penularan dengan Tingkat Resiliensi pada Remaja dengan HIV Indita Wilujeng Astiti; Lina Erlina; Vera Fauziah Fatah; Muryati Muryati; Zaenal Muttaqin
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3347

Abstract

Kasus remaja dengan HIV (RDHIV) di Indonesia tercatat lebih banyak dibandingkan Negara Malaysia pada tahun 2023. RDHIV merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa beserta menghadapi tantangan terkait HIV yang dideritanya, sehingga mendorong RDHIV agar dapat beradaptasi secara psikologis. Kemampuan penyesuaian diri secara terhadap tantangan dan kesulitan yang dialami disebut dengan resiliensi. Penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin, ketataan beribadah dan sumber penularan dengan tingkat resiliensi. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode convenience sampling sehingga didapatkan 70 RDHIV. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Child & Youth Resilience Measurement-Revised (CYRM-R), analisis data dilakukan dengan analisis univariat dengan frekusensi dan presentase untuk data kategorik sedangkan mean dan standar deviasi untuk data numerik. Hasil penelitian menunjukkan RDHIV yang memiliki tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki karakteristik jenis kelamin laki-laki (22), ketaatan beribadah RDHIV yang taat beribadah (29) cenderung menunjukkan tingkat resiliensi tinggi dan sumber penularan pada RDHIV sebagian besar karena perilaku berisiko (24).