Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Supervisi Pada Kepala Ruangan Terhadap Perilaku Caring Perawat Pelaksana Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cianjur Zaenal Muttaqin; Budi Anna Keliat; Dewi Gayatri
JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA Vol 6 No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : UP3M AKPER-AKBID BHAKTI HUSADA CIKARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jurnal.v6i1.78

Abstract

Supervisi kepala ruangan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cianjur tidak terjadwal dan selama ini belum pernah ada pelatihan tentang supervisi. Perilaku caring perawat pelaksana masih rendah, hal ini terlihat dari pelaksanaan asuhan keperawatan yang masih belum optimal. Penelitian dengan judul pengaruh pelatihan supervisi pada kepala ruangan terhadap perilaku caring perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Cianjur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan supervisi terhadap perilaku caringperawat pelaksana dengan memakai metode quasi experiment pre dan post test design. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap dengan jumlah sampel 45 perawat. Analisis hubungan variabel dilakukan dengan uji koefisien korelasi pearson dan t-test. Hasil penelitian ini menunjukan ada perbedaan yang bermakna perilaku caring perawat pelaksana sebelum dan sesudah mendapatkan supervisi dari kepala ruangan yang telah dilatih; ada peningkatan perilaku caring yang bermakna pada masing-masing kelompok perawat pelaksana sesudah mendapat supervisi 2 kali, 4 kali dan 6 kali dari kepala ruangan. Supervisi 2 kali dari kepala ruangan sudah cukup untuk dapat meningkatkan perilaku caring perawat pelaksana. Diusulkan pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cianjur sehubungan adanya pengaruh antara pelatihan supervisi kepala ruangan dengan perilaku caring Perawat Pelaksana maka sebaiknya senantiasa berupaya terus mengadakan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kinerja karyawannya di unit pelayanan keperawatan. Perawat pelaksana sebaiknya mendapatkan pelatihan tentang caring untuk lebih meningkatkan pemahaman dalam penerapan perilaku caring selama menjalankan tugas layanan keperawatan pada klien. Sehubungan hasil penelitian yang dilakukan selama 6 minggu membuktikan bahwa supervise yang dilakukan sebanyak 2 kali ebih efektif dapat meningkatkan perilaku caring, maka supervise pada seluruh perawat dapat dilakukan cukup 2 kali selama rentang waktu yang sama.
GAMBARAN PARENTING STRESS PADA PRIMIPARA : STUDI LITERATURE REVIEW Milly Maryam Panghela; Muryati Muryati; Nani Avianti; Zaenal Muttaqin
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jks.v1i1.493

Abstract

Parenting stress is stress as a series of processes that lead to psychological conditions that are not liked and psychological reactions that arise in an effort to adapt to the demands of parental roles. The role of a partner as a parent can be something to be happy but also full of challenges. The challenges in parenting especially new parents or spouses who have just given birth, namely when they become parents will face demands related to the role of care that puts them at risk for experiencing stress. This study aims to determine the description of parenting stress in primiparas. This research method uses descriptive research with the design used is the study of literature. This study uses secondary data obtained not from direct observation but obtained from the results of research conducted by previous researchers. The data collection strategy used in this study is the documentation method in which the researcher draws conclusions and summarizes the literature obtained from search results in accordance with the researcher's topic. Based on the results obtained from 4 literature, it can be concluded that a small proportion of mothers experience high levels of parenting stress, most of the mothers experience parenting stress levels and often occur among mothers, and most mothers experience low level of parenting stress. It is hoped that this literature study can be used as an illustration and reference for nurses as a basis for mental nursing services. Keywords: Parenting Stress, Primipara
Gambaran Jenis Kelamin, Ketaatan Beribadah dan Sumber Penularan dengan Tingkat Resiliensi pada Remaja dengan HIV Indita Wilujeng Astiti; Lina Erlina; Vera Fauziah Fatah; Muryati Muryati; Zaenal Muttaqin
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i1.3347

Abstract

Kasus remaja dengan HIV (RDHIV) di Indonesia tercatat lebih banyak dibandingkan Negara Malaysia pada tahun 2023. RDHIV merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa beserta menghadapi tantangan terkait HIV yang dideritanya, sehingga mendorong RDHIV agar dapat beradaptasi secara psikologis. Kemampuan penyesuaian diri secara terhadap tantangan dan kesulitan yang dialami disebut dengan resiliensi. Penelitian ini, dilakukan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin, ketataan beribadah dan sumber penularan dengan tingkat resiliensi. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Teknik sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode convenience sampling sehingga didapatkan 70 RDHIV. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Child & Youth Resilience Measurement-Revised (CYRM-R), analisis data dilakukan dengan analisis univariat dengan frekusensi dan presentase untuk data kategorik sedangkan mean dan standar deviasi untuk data numerik. Hasil penelitian menunjukkan RDHIV yang memiliki tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki karakteristik jenis kelamin laki-laki (22), ketaatan beribadah RDHIV yang taat beribadah (29) cenderung menunjukkan tingkat resiliensi tinggi dan sumber penularan pada RDHIV sebagian besar karena perilaku berisiko (24).
Faktor Perilaku Perawatan Diri dalam Pengendalian Kadar Kolesterol Total pada Pasien dengan Penyakit Jantung Koroner Aprian Dwi Karnilasari; Yosep Rohyadi; Tarjuman Tarjuman; Sansri Diah K. Dwidasmara; Zaenal Muttaqin
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v5i2.3352

Abstract

Penyakit jantung coroner (PJK) menyumbang 36% kematian global. Prevalensi PJK di Indonesia cukup tinggi disebabkan karena kolesterol total yang tinggi. Oleh sebab itu, pengelolaan kolesterol melalui perilaku perawatan diri menjadi aspek penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pasien PJK. Metode penelitian melalui pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 49 pasien yang dipilih secara purposive sampling yaitu responden PJK dengan usia >18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner perilaku perawatan diri dan hasil pemeriksaan kadar kolesterol total, selanjutnya dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasilnya menunjukkan bahwa 38,78% responden memiliki perilaku perawatan diri baik, 46,94% memadai, dan 14,29% buruk. Sebanyak 48,98% responden memiliki kadar kolesterol total dalam batas normal, sedangkan 51,02% tidak normal. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total (p = 0,022), dengan koefisien korelasi sebesar 0,7662 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna dan kuat antara perilaku perawatan diri dan kadar kolesterol total pada pasien CHD. Disarankan peningkatan edukasi dan motivasi pasien untuk menerapkan perilaku perawatan diri guna mengontrol kolesterol dan mencegah komplikasi.
Hubungan Body Image dengan Self-Esteem pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama Zaenal Muttaqin; Resty Paramitha; Vera Fauziah Fatah; Muryati Muryati; Indita Wilujeng Astiti
Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : UPPM. Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jkifn.v6i1.4741

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi body image dan self-esteem. Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh dapat berhubungan dengan rendahnya self-esteem, terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dengan self-esteem pada remaja putri di Sekolah Menengah Pertama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional. Sampel penelitian berjumlah 80 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) dan Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image positif (51,3%) dan self-esteem tinggi (66,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara body image dan self-esteem pada remaja putri di Sekolah Menengah Pertama (p=0,020). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,248 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan lemah. Disimpulkan bahwa semakin positif body image, maka self-esteem cenderung semakin tinggi. Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan diperlukan untuk membantu remaja mengembangkan penerimaan diri yang positif.
Understanding Family Resistance Toward Long-Term Psychiatric Treatment from the Perspective of Mental Health Nurses Zaenal Muttaqin; Husnan; Lina Rahmwati
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 5 No. 3 (2026): March 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v5i3.24

Abstract

Family involvement plays an important role in the success of long-term psychiatric treatment, but family resistance is still a significant challenge in mental health nursing practice and has not been widely studied from a nurse's perspective. This study aims to understand family resistance to long-term psychiatric treatment based on the perspective of mental health nurses. Qualitative research with a phenomenological design was conducted through in-depth semi-structured interviews with mental health nurses. The data was analyzed using thematic analysis. Family resistance is influenced by the stigma of mental disorders, low mental health literacy, treatment exhaustion, economic limitations, and distrust of psychiatric services. Resistance often arises indirectly through inconsistent support and delays in treatment decisions. Family resistance is a multidimensional phenomenon that requires a family-based nursing approach, strengthening psychoeducation, and service system support to improve the sustainability of psychiatric care