Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Social Capital-Based Youth Empowerment To Prevent The Development of Radicalism in the City of Bandar Lampung: Pemberdayaan Pemuda Berbasis Social Capital Untuk Mencegah Perkembangan Radikalisme Di Kota Bandar Lampung Astiwi Inayah; Agus Hadiawan; Aman Toto Dwijono
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of radicalism in Lampung requires very serious handling because Lampung is included in the red light category for understanding radicalism and terrorism. One way to deal with it is to do prevention from within. The younger generation is a vulnerable target for radicalism and terrorism. The handling of radicalism cannot only rely on the government, but must also receive full support from the community, including the younger generation. The purpose of implementing this Community Service activity is to provide social capitalbased assistance for youth organizations in Bandar Lampung City to prevent the development of radicalism. The activities carried out are in the form of group discussion forums (FGD) and are accompanied by assistance to increase youth understanding regarding the prevention of radicalism by utilizing 3 dimensions of social capital, namely trust, social networks, and social institutions. Participants involved in this activity totaled 16 people 27 consisting of members of various youth organizations in the city of Bandar Lampung. The methods used in this activity include the stage of increasing cognitive aspects and the mentoring stage. In particular, this service activity leads to several objectives, including: on the cognitive aspect, there is an increased understanding of the importance of the role of youth in helping the government to prevent the development of radicalism, while on the practical aspect, this assistance is expected to make youth play an increasingly active role in preventing radicalism.
Social Capital-Based Youth Empowerment To Prevent The Development of Radicalism in the City of Bandar Lampung: Pemberdayaan Pemuda Berbasis Social Capital Untuk Mencegah Perkembangan Radikalisme Di Kota Bandar Lampung Astiwi Inayah; Agus Hadiawan; Aman Toto Dwijono
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v1i1.5

Abstract

Permasalahan radikalisme di Lampung membutuhkan penanganan yang sangat serius karena Lampung masuk dalam kategori lampu merah paham radikalisme dan terorisme. Salah satu penanganannya adalah dengan melakukan pencegahan dari dalam. Generasi muda merupakan sasaran rawan paham radikalisme dan terorisme. Penanganan radikalisme tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, namun juga harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat, termasuk para generasi muda. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah memberikan pendampingan berbasis modal sosial (social capital) bagi organisasi kepemudaan di Kota Bandar Lampung untuk mencegah berkembangnya radikalisme. Kegiatan yang dilakukan berbentuk forum group discussion (FGD) dan dibarengi dengan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman para pemuda terkait pencegahan radikalisme dengan memanfaatkan 3 dimensi dalam modal sosial yaitu kepercayaan (trust), jaringan sosial (networks), dan pranata sosial (social institution). Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 16 orang yang terdiri dari anggota berbagai organisasi kepemudaan di Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini di antaranya adalah tahap peningkatan aspek kognitif dan tahap pendampingan. Secara khusus kegiatan pengabdian ini mengarah pada beberapa capaian tujuan di antaranya yakni: pada aspek kognitif, terjadi peningkatan pemahaman tentang pentingnya peran pemuda dalam membantu pemerintah untuk mencegah perkembangan radikalisme sementara pada aspek praktis, pendampingan ini diharapkan dapat menjadikan para pemuda semakin berperan aktif dalam mencegah perkembangan radikalisme.