Erlina Erlina
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrasi Pendekatan Kontekstual dan Pembelajaran Kitab Kuning dalam Perencanaan Kurikulum Bahasa Arab: Studi Kasus di Pesantren Sintaria Marsela; Althaf Javid H. Aziz; Agus Pahrudin; Erlina Erlina
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 1 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i1.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan kurikulum bahasa Arab berbasis pendekatan kontekstual yang terintegrasi dengan pembelajaran kitab kuning dan program keagamaan di lingkungan pesantren. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih dominannya pendekatan struktural dalam pembelajaran bahasa Arab yang kurang mampu mengembangkan kompetensi komunikatif dan keterkaitan dengan praktik keagamaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di Pondok Pesantren Darussalam, Lampung, selama satu semester. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan 12 partisipan, serta analisis dokumen kurikulum, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan coding, kategorisasi, dan penarikan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kurikulum didasarkan pada enam prinsip utama, yaitu integrasi keilmuan, relevansi, pengalaman langsung, fleksibilitas, kolaboratif, dan integrasi kitab kuning, yang diwujudkan melalui keterpaduan antara bahasa Arab, program Tahfidz, Ubudiyah, dan Aqidah. Kurikulum memiliki karakteristik kontekstual, student-centered, dan berbasis praktik keagamaan dengan memanfaatkan metode tradisional seperti sorogan dan bandongan yang dipadukan dengan pendekatan modern. Temuan juga menunjukkan bahwa meskipun desain kurikulum telah komprehensif, implementasinya masih menghadapi tantangan pada aspek evaluasi autentik, variasi kemampuan siswa, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi dalam menawarkan model kurikulum bahasa Arab yang integratif dan kontekstual berbasis pesantren, yang dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum di lembaga pendidikan Islam serupa.
Arabic Problem-Based Learning for Religious Moderation: ‎Classroom Action Research in Islamic Education Erlina Erlina; Umi Hijriyah; Fachrul Ghazi; Sulthan Syahril; Muhammad Sufian
JPI: Jurnal Pustaka Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): December
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpi.v5i3.1806

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of integrating religious moderation values into Arabic language instruction through a Problem-Based Learning (PBL) model refined by Classroom Action Research (CAR). The objective was to enhance students’ linguistic competence while fostering moderate dispositions such as tolerance, balance, and non-violence. The study applied a two-cycle CAR design (planning–action–observation–reflection) involving one undergraduate class of Islamic Religious Education. Learning materials and PBL cases were developed around themes of tawassuṭ (moderation), justice, and equity, and implemented through case analysis, group discussion, and role-play. Data were gathered from performance assessments, observation checklists, field notes, and attitude questionnaires, analyzed using descriptive statistics and thematic reduction across cycles. Findings indicated consistent improvements from Cycle 1 to Cycle 2 in student engagement, reading comprehension, translation accuracy, and the demonstration of balanced reasoning and respectful disagreement in Arabic discourse. These gains were supported by iterative refinements in task design, scaffolded questioning, and structured peer feedback. Conclusion: The study concludes that moderation-oriented PBL, developed through iterative CAR cycles, provides a practical and replicable approach to simultaneously strengthening Arabic language proficiency and internalizing moderation values within Islamic higher education.