Salim Salim
Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN KARAWITAN SEBAGAI UPAYA PENANAMAN LITERASI BUDAYA PADA CALON GURU MI Nanik Ulfa; Ratna Fajarwati Meditama; Salim Salim
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v2i1.2128

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki suku bangsa, budaya dan kepercayaan yang beragam, oleh sebab itu sebagai warga Negara Indonesia penting untuk memiliki pemahaman terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Banyak permasalahan yang terjadi di masyarakat karena kurangnya pemahaman warga Negara terhadap budaya yang semakin lama semakin terkikis akibat kebebasan penggunaan dan kemajuan teknologi. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia tenttu memilki tanggungjawab untuk mencegah terjadinya permasalahan yang mungkin akan berakibat fatal tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan. Peserta didik perlu dibiasakan dan diajarkan untuk berperilaku sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Melalui literasi budaya diharapkan siswa mampu mengambil sikap sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Sebelum mengajarkan kepada pendidik, tentu pendidik perlu mempelajarai dan memahami tentang literasi budaya terlebih dahulu. Salah satu kegiatan literasi budaya adalah mengenal budaya daerah asal yang dalam kegiatan ini adalah mengenal seni karawitan. Karawitan adalah kesenian yang berkembang di pulau jawa dengan pembawaan seni atau music yang lembut dan halus. Dalam seni karawitan selain menawarkan suara dan music, juga sarat dengan nilai social, moral dan spiritual. Dalam lirik tembang yang dinyanyikan juga berisi tentang nasihat, atau ajaran moral dan tuntunan budu pekerti luhur. Melalui kegiatan pelatihan karawitan untuk calon guru MI/SD diharapkan dapat memberikan pemahamahan tentang budaya serta karakter yang terkandung didalamnya, yang nantinya dapat diajarkan kepada para peserta didik.
Review of the National Examination Policy in the Learning Evaluation Paradigm and its Implications for Madrasah Students Aries Musnandar; Salim Salim
Journal of Noesantara Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jnis.v1i2.824

Abstract

The National Examination (UN) policy, which has been implemented in Indonesia for a long time, has a number of weaknesses in terms of educational science. The UN is not "a test fits for all" because it is not multifunctional, not suitable and not a test that fits all. The implementation of the UN at the basic education level such as in Madrasah is not appropriate and is not in line with the concept of the latest learning evaluation. As an educational institution that emphasizes its students on Islamic manners and morals in studying, Madrasah actually does not need to evaluate the learning of its students by using UN questions. Therefore, the researcher tried to examine the implications of the UN policy for Madrasahs by using the literature review method in the perspective of the concept of renewable learning evaluation. The results of the study show that the UN policy is unfair, inappropriate and imposed and does not have an adequate theoretical basis, especially based on the concept of learning evaluation. The UN relies more onpaper & pencil tests even though the written test is only a small part of the evaluation aspect of students. Even more so in assessing primary level students in madrasah educational institutions that are characterized by religion.