Irwan Suanto
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MTs Al-Ikhwan Pekanbaru (Studi Kasus di MTs Al-Ikhwan Pekanbaru) Aji Syahri; Ary Prayuni; Irwan Suanto; Muhammad Faisal; Sohiron Sohiron
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : At-Tajdid : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v2i4.20041

Abstract

Keberhasilan atau kegagalan suatu sekolah tergantung pada kepemimpinan kepala sekolahnya, Faktor yang melatar belakangi antara lain, adanya administrasi sekolah yang kurang baik,peranan kepemimpinan yang kurang baik dalam mengembangkan mutu pendidikan seperti “sarana dan prasarana Selain itu faktor yang cukup berpengaruh adalah faktor peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Bagaimana hasil peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk mengetahui peningkatan mutu kepemimpinan kepala sekolah dalam mutu pendidikan. Untuk mengetahui hasil peranan kepemimpinan kepala sekolah dalam menigkatan mutu pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru. Tempat penelitian dilakukan di Mts Al-Ikhwan Pekanbaru. Adapun metode pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1. Peranan kepemimpinan kepala sekolah di Mts Al-Ikhwan menjadi elemen setral arah penentu keberhasilan sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah sudah optimal, sehingga Kepala Sekolah lebih mempunyai waktu yang cukup berada di lingkungan sekolah. 2. Peningkatan mutu Kepala Sekolah di Mts Al-Ikhwan memperhatikan warga sekolahnya membuatnya visi dan misi, menyusus program (prota, promes), melaksanakan yang telah di susun, dan melakukan evaluasi, dan memfasilitasi minat bakat siswa dengan kegiatan-kegiatan ekstakulikuler dan peningkatan mutu sarana dan prasarana belum maksimalnya dan sudah banyak yang using seperti lab laboratorium, lab ipa. 3. Sebagian besar lulusan dapat melanjutkan kesekolah baik negeri maupun swasta, dan dapat bersaing, dapat menghasilkan siswa yang bisa baca Al-quran dan kitab kuning. Sedang di bangunnya gedung untuk penambahan kelas yang ditujukan untuk memenuhi dan meningkatkan mutu pendidikan, dan guru-guru lebih menjadi lebih baik lagi dalam hal administrasi seperti dalam perlengkapan pembelajaran.
Globalization In Anthony Giddens' Perspective: Analysis Of Global Interconnections and Their Relevance In The Context of Islamic Society Irwan Suanto; Edi Yusrianto
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 4 No 2 (2026): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v4i2.461

Abstract

Globalization is a multidimensional phenomenon that not only includes economic aspects, but also social, cultural, and political dimensions. Anthony Giddens, as a leading sociologist, made an important contribution to understanding globalization through the concept of global interconnectedness rooted in modernity. This article aims to analyze the concept of globalization according to Giddens, specifically through the framework of time-space distancing, interdependence, and global–local dialectics, and examine its relevance in the context of Muslim society. This study uses a qualitative approach through a literature study by analyzing Giddens' main works as well as relevant secondary literature. The results of the study show that globalization in Giddens' perspective is not just a process of homogenization, but a complex dynamic that involves a reciprocal transformation between global structures and local contexts. From an Islamic perspective, global interconnectedness is in line with the principle of human interconnectedness (ta'āruf), but it also requires a critical attitude in filtering out values that are contrary to Islamic teachings. Globalization presents challenges as well as opportunities for Muslim communities, especially in maintaining religious identity while actively participating in the global order. This study concludes that a critical, adaptive, and value-oriented understanding of globalization is essential for Muslim societies to be able to play a constructive role in the global arena without losing its normative foundation.