Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mengembangkan Potensi Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kabupaten Subang Endang Komesty; Odang Rusmana; Assa’diyah Nurul Syifa Maulana; Nevina Risha Artania; Zaila Zilda Rizkia
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v3i1.630

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Wisata Dayeuhkolot yang merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Subang. Desa Wisata Dayeuhkolot sudah memiliki beberapa potensi wisata. Namun, beberapa diantaranya masih dalam tahap pengembangan dan Desa Wisata Dayeuhkolot belum memiliki paket wisata. Oleh karena itu, diperlukan SDM yang mampu berperan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Wisata Dayeuhkolot. Solusi yang diberikan oleh kelompok pengabdian masyarakat di Desa Wisata Dayeuhkolot yaitu memberikan sosialisasi mengenai penyusunan paket wisata disertai dengan sosialisasi sapta pesona dan implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Tujuan program adalah memberdayakan masyarakat Desa Wisata Dayeuhkolot dalam meningkatkan pendapatan masyarakat atau desa dengan menciptakan paket wisata yang dapat dijual kepada wisatawan guna meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Dayeuhkolot. Adapun judul pengabdian masyarakat adalah ‘Pemberdayaan Masyarakat Untuk Mengembangkan Potensi Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kabupaten Subang’. Metode program adalah dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi dalam bentuk pertemuan bersama perwakilan kelompok masyarakat, penggunaan metode menitikberatkan pada praktik di lapangan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat adalah peserta sudah mampu memahami dan menerapkan pengetahuan mengenai kesadaran wisata melalui sapta pesona dan implementasi CHSE, serta sudah mampu menyusun dan menghitung paket wisata. Berdasarkan program pelatihan yang telah dilaksanakan, peserta menunjukkan kompetensi yang baik dalam memadukan potensi wisata yang Desa Wisata Dayeuhkolot miliki dengan mempertimbangkan atraksi wisata, lokasi, rute dan waktu.
STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI WISATA ALAM PUNCAK LENDRA DESA NEGLASARI KABUPATEN GARUT Moch Agus Syadad Saefullah; Ridwan Iskandar; Odang Rusmana
MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2023): MARAS : Jurnal Penelitian Multidisiplin, Desember 2023
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/maras.v1i3.77

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami peningkatan dalam bidang kepariwisataan dan hal ini memberikana kontribusi terhadapat devisa negara. Melihat potensi tersebut perlu adanya sebuah pengembangan terhadap tempat-tempat wisata daerah. Pengembangan suatu Kawasan wisata dapat menjadi penggerak perekonomian suatu daerah, terbukanya peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran strategi pengembangan Puncak Lendra yang dapat menjadi bahan masukan bagi beberapa stakeholder terutama pemerintah daerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis data menggunakan analisis SWOT. Strategi pengembangan yang dapat diterapkan adalah mempertahankan keindahan dan kealamian dari wisata alam Puncak Lendra. Sosialisasi, pelatihan, pembinaan bagi sumber daya manusia yang ikut berperan dalam upaya pengembangan terutama masyarakat dengan pemahaman sadar wisata. Perbaikan dan pembangunan akses dan amenitas. Pelatihan digital marketing bagi para anggota Pokdarwis guna peningkatan kualitas SDM yang akan mengembangkan wisata alam Puncak Lendra dalam hal promosi.
Sustainable Synergy Governance and Community Agency in Pokland Asset-Based Ecotourism Ridwan Iskandar; Retno Budi Wahyuni; Nandang Suhada Yasir Mansyur; Moch. Agus Syadad Saefullah; Odang Rusmana
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Research and Community Service Center, Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v10i1.2299

Abstract

This study examines the transformation of community agency through the Social Forestry Business Group (KUPS) scheme in Wana Wisata Pokland, Cianjur. Using a qualitative case study approach informed by the Asset-Based Community Development (ABCD) framework, this research explores the role of institutional legality in shaping empowerment processes. Data were collected through in-depth interviews with 30 informants and validated through triangulation and member checking. The findings suggest that the KUPS scheme has facilitated the reconfiguration of forest space into value-added environmental services, contributing to improved livelihood stability and enhanced community participation. In addition, many informants reported experiencing psychological empowerment through formal recognition of their roles as ecotourism leader.The study also identifies several challenges, including uneven benefit distribution, risks of internal elitism, and environmental management issues such as waste handling during peak tourism periods. While studies on community-based tourism (CBT) are well established, a theoretical gap remains in understanding how community identity transforms from forest  into formally recognized conservation partners under state-regulated frameworks. This study proposes the Sustainable Synergy Governance Model as a conceptual framework that integrates local asset mobilization with institutional mechanisms, highlighting the importance of balancing conservation objectives with community-based economic resilience.
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Haurwangi melalui Pelatihan Pengolahan Minuman Lokal Ridwan Iskandar; Retno Budi Wahyuni; Nandang Suhada Yasir Mansyur; Moch. Agus Syadad Saefullah; Odang Rusmana
Masyarakat Pariwisata : Journal of Community Services in Tourism Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/mp.v6i2.2295

Abstract

The Pokland ecotourism area in Haurwangi Village possesses natural potential that has not been optimally harnessed by community economic empowerment. The local community has not yet been able to optimize local ingredients into products with economic value, resulting in limited participation and benefits from the tourism sector. This community service activity aims to empower the community through training in processing locally sourced beverages, creating new business opportunities and increasing economic value. This study employed a mixed-methods approach with a participatory action research design. Fifteen participants participated in the intensive training. Quantitative data were collected through pre- and post-test questionnaires, analyzed using paired sample t-tests. Qualitative data obtained from observations and in-depth interviews were analyzed thematically. The analysis showed a significant increase in participants' knowledge and skills, namely 76,32%. Not only cognitive and psychomotor aspects were affected, but psychological empowerment also occurred in the form of increased self-efficacy and a shift in mindset toward local ingredients. The formation of business groups and the commitment of ecotourism managers to integrate these products are strong indicators of the program's sustainability. Integrated training with the market has proven effective as a sustainable empowerment model. Collaboration between the community as producers and destination managers as distributors is key to the model's success.