Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PELAKU USAHA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH (IKM) DALAM UPAYA PENINGKATAN INVESTASI BERLANDASKAN NILAI PANCASILA Duhita Driyah Suprapti; Nina Witasari; Riska Alkadri; Dewi Puspa Sari; Aisyah Putri Arsya; Miftah Santalia; Slamet Supriadi
Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif No. 2 (2023)
Publisher : Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/hp.v1i2.160

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya, tidak hanya kaya akan sumber daya alam yang melimpah, namun juga kaya akan sumber daya manusianya yang turut diberikan corak kekhasan antar wilayah. Sebagai negara yang merdeka, Indonesia memiliki tujuan untuk menyejahterakan rakyatnya, salah satunya melalui pembangunan ekonomi diseluruh wilayah Indonesia. Adanya IKM adalah salah satu upaya nyata pemerintah dalam mendukung perekonomian masyarakat, sehingga masyarakat memiliki daya dalam menggerakkan roda ekonomi. Pemerintah tidak hanya fokus dalam mengembangkan IKM, namun juga dalam perlindungan IKM, konsumen dan investor. Namun, dalam pelaksanaan usaha IKM terdapat hambatan dalam perlindungan kepada pelaku usaha IKM, konsumen dan investor akibat tidak dilaksanakannya prosedur dalam pendirian dan produksi oleh pelaku IKM dan faktor masyarakat sebagai faktor tidak langsung serta faktor dari instansi terkait di Kabupaten Brebes.
Dari Poerwosari Weg Menjadi Jalan Slamet Riyadi Nur Aeni, Nur Aeni; Nina Witasari
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.10052

Abstract

Artikel ini membahas perubahan lingkungan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, yang sebelumnya dikenal sebagai Poerwosari Weg atau Jalan Purwosari, pada periode 1893-1966. Perubahan signifikan di sepanjang jalan ini mencakup transformasi bentuk dan fungsi lahan serta bangunan, yang mencerminkan perkembangan sosial, budaya, dan politik pada masa kolonial hingga pascakemerdekaan. Selain itu, sejumlah peristiwa bersejarah menjadikan Jalan Slamet Riyadi memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas masyarakat Solo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan empat tahapan utama: heuristik untuk pengumpulan data, kritik sumber untuk mengevaluasi keabsahan data, interpretasi untuk menganalisis makna, dan historiografi untuk menyusun hasil penelitian secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Slamet Riyadi tidak hanya berfungsi sebagai jalan utama di Kota Solo, tetapi juga menjadi simbol integrasi tiga kekuatan pemerintahan: Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran sebagai pemerintahan pribumi, serta Residen Surakarta sebagai representasi pemerintah kolonial. Jalan ini juga memainkan peran penting sebagai jendela modernitas bagi Kota Solo, menggambarkan dinamika transformasi yang terjadi di berbagai bidang kehidupan masyarakat, termasuk arsitektur, infrastruktur, dan budaya. Dengan demikian, Jalan Slamet Riyadi menjadi representasi penting dalam sejarah perkembangan Kota Solo, tidak hanya sebagai ruang fisik tetapi juga sebagai simbol identitas dan dinamika kehidupan masyarakat. Jalan ini mencerminkan perjalanan panjang perubahan yang menyatukan elemen tradisional dan modern dalam satu ruang yang terus berkembang. Kata Kunci: jalan; perubahan; lingkungan; Solo.
- From Problematic Village To Thematic Village. Effort To Erase The Negative Image Of Kampung Kuningan Semarang 1995-2017: Dari Kampung Problematik Menjadi Kampung Tematik. Upaya Menghapus Citra Negatif Kampung Kuningan Semarang 1995-2017 Dimas Said Fauzan; Nina Witasari
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 9 No 3 (2025): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v9i3.5581

Abstract

Urban villages are the term for housing or residences of lower-class people in the city. In the city, villages are closely associated with marginalization that grows and develops without normative standards. Villages that are mostly from lower-class communities are often victims of policies, isolated, and even complex about social problems such as slums and crimes committed. One of the villages with these social problems is the Kuningan village located in the city of Semarang. In general, the crimes committed in the Kuningan village form a negative image in the city, the crimes committed are a form of situational crime due to the pressure of fulfilling life's needs. In this study, the main focus is on efforts to eliminate the negative image of the Kuningan village in the city of Semarang in the period 1995-2017. Data collection was carried out by searching for document studies and literature studies. The results of this study provide information about the development of the community and the Kuningan village area of ​​Semarang in dealing with social problems in the period from 1995 to 2017 which has experienced fluctuations in environmental conditions due to both natural and human factors.