p-Index From 2021 - 2026
1.607
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IESM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : IESM

Analisis Postur Kerja Pada Bagian Pengupasan Dan Pencucian Ubi Dengan Metode Rapid Entire Body Assessment (Reba) Studi Kasus Umkm Eka Jaya Opak Bagas Sriwanto; Abdul Azis Syarif; Yetti Meuthia Hasibuan
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 5 No. 1 (2024): Vol 5 No 1 Februari 2024
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Opak Singkong adalah makanan camilan sejenis kerupuk yang memiliki rasa yang enak, gurih, dan khas singkong. Dalam proses pembuatan opak singkong ada aktivitas pengupasan kulit singkong dan pencucian singkong yang sudah dikupas, diman kedua aktivitas tersebut pekerja melakukan dengan postur tubuh janggal yang dapat menyebabkan penyakit akibat kerja yakni musculoskeletal disorders. Penelitian ini dilaksanakan di UMKM Eka Jaya Opak Jl. Besar Kutalimbaru No. 81 Salam Tani Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko dan level tindakan dari pekerjaan pengupasan dan pencucian ubi dengan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Hasil perhitungan postur kerja dengan metode REBA postur tubuh operator pada aktivitas pengupasan ubi pada skor 8 yang berarti pada level 3 dan untuk aktivitas pencucian ubi pada skor 9 yang berarti berada pada level 3 juga, hal ini perlu diberikan tindakan perbaikan guna mencegah penyakit akibat kerja. Rekomendasi perbaikan pada aktivitas pengupasan dan pencucian ubi adalah dengan memberikan rancangan fasilitas kerja berupa meja dan kursi kerja untuk aktivitas pengupasan ubi dan kerajang pencucian ubi yang digerakan dengan motor penggerak guna meminimalkan penyakit akibat kerja yakni gangguan musculoskeletal.
Analisa Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Di Upt Puskesmas Tanjung Morawa Menggunakan Metode Customer Satification Index (Csi) Dan Potential Gain In Customer Value (Pgcv) Al Hafiz Nurmansyah Batubara; Uun Novalia Harahap; Abdul Azis Syarif
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Vol 5 No 2 Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian di Puskesmas Tanjung Morawa melihat seberapa puas pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterimanya, dan ditemukan masih adanya keluhan terhadap pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pemeriksaan terhadap minat atau kepuasan pasien yang dapat memanfaatkan teknik Catatan Loyalitas Konsumen (CSI) dan strategi Penambahan Nilai Klien yang Diharapkan (PGCV). berdasarkan temuan penelitian berbasis metode terhadap tingkat kepuasan pasienCustomer Satisfaction Index (CSI) secara menyeluruh didapatkan nilai sebesar 73% Artinya sebagian besar pasien merasa puas dengan hasil pelayanan yang telah dberikan. Namun puskesmas perlu melakukan perbaikan kinerja pelayanan dengan mengetahui atribut yang menjadi prioritas, Adapun hasil peringkat prioritas perbaikan menggunakan metode Potential Gain in Customer Value’s (PGCV) antara lain adalah Fasilitas tempat parkir yang cukup, Dokter melayani dengan sikap meyakinkan sehingga pasien merasa aman, Tenaga medis bersedia menanggapi keluhan pasien, Dokter memberikan waktu pelayanan yang cukup pada pasien, Tenaga medis menyediakan obat-obatan atau alat medis yang lengkap.
Analisis Identifikasi Potensi Bahaya Pada Pekerja dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis (JSA) dan HIRARC di Home Industri Emi Craft Tri Gartoa; Abdul Azis Syarif; Uun Novalia Harahap
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emicraft adalah perusahaan yang bergerak di bagian industri rumahan. Masalah yang terjadi di industri rumahan Emicraft tentang kecelakaan kerja. Semenjak perusahaan ini berdiri ada beberapa kasus kecelakaan kerja yang terjadi seperti luka tangan pada saat memotong kayu dengan mesin, tangan tertusuk mata bor saat melubangi kayu, debu masuk hidung dan mata, dan tersandung material. Jadi dari permasalahan diatas tentu sangat memungkinkan akan timbulnya resiko tinggi kecelakaan kerja yang dapat mendatangkan kerugian dan menghambat produktivitas industri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut penelitian ini menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) yang digunakan sebagai analisa dari kecelakaan kerja yang terjadi di industri rumahan Emicraft tersebut. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat 15 bahaya yang level resikonya sedang, 1 yang level resikonya tinggi dan 1 yang levelresikonya ekstrim.
Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Pegawai BPBD Kabupaten Deli Serdang Rendi Fadillaha; Abdul Azis Syarif; Denny Walady Utama
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai di BPBD Kabupaten Deli Serdang. Terdapat 47 pegawai BPBD Kabupaten Deli Serdang yang dijadikan sebagai sample dalam penelitian ini. Pengambilan data yang digunakan adalah dengan metode sampel Jenuh, dengan jumlah sample 47 pegawai atau seluruh pegawai yang ada di BPBD Deli Serdang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada pegawai BPBD Kabupaten Deli Serdang. Analisis data yang diperoleh ditemukan hasil penelitian adalah Keselamatan Kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai dengan niali signifikansi 0.0095 > 0.05, Kesehatan kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas kerja pegawai dengan nilai signifikansi 0.002 < 0.05, Keselamatan kerja dan Kesehatan kerja secara simultan berpengaruh Terhadap Produktivitas kerja pegawai dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0,05.
Pengaruh Program Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT.PLN Belawan Medan Abdul Azis Syarif; Taufik Hidayat; Zaharuddin
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program keselamatan dibuat agar mengurangi tingkat kecelakaan pada karyawan, mengurangi resiko bahaya. Adanya pengawasan pada manusia, metode, mesin dan peralatan kerja dan memberikan suasana lingkungan kerja yaang aman. Sedangkan program kesehatan bertujuan melindungi karyawan dari bau yang tidak sedap, kebisingan, pencahayaan yang kurang baik dan tempat duduk, alat kerja yang kurang ergonomis. Ada terdapat beberapa kecelakaan yang sering terjadi di PT. PLN Belawan yaitu jatuh dari ketinggian dan tersengat arus listrik.Penyebab kecelakaan umumnya karena tidak memakai APD, tidak mengikuti prosedur kerja, dan kondisi kerja tidak aman. Data awal didapat melalui kuesioner. Responden dikelompokkan dalam jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan dan masa kerja. Sampel yang diambil adalah 45 responden dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan menggunakan Software SPSS 25.0 for windows. Selanjutnya melakukan pengujian dengan uji f dan Uji t, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara membagikan kuesioner kepada pegawai. Hasil pengujian menggunakan regresi baik secara secara simultan maupun parsial menunjukkan bahwa progran kesehatan dan keselamatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Analisa Kepuasan Konsumen di PT. Indomobil Primaniaga Dengan Metode Service Quality dan Metode IPA (Importance Performance Analysis) Anggi Muhaimin; Abdul Azis Syarif; Yetti Meuthia Hasibuan
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 4 No. 1 (2023): Vol 4 No 1 Februari 2023
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha melayani kebutuhan konsumen, PT. Indomobil Primaniaga selalu ingin meningkatkan kualitas pelayanannya. Dengan banyaknya kompetitor yang ada membuat PT. Indomobil Primaniaga harus dapat mempertahankan konsumen yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas jasa dan kepuasan konsumen PT. Indomobil Primaniaga. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 42 konsumen bengkel. Hasil kuesioner tersebut dianalisis dengan menggunakan metode SERVQUAL dan IPA, kebutuhan pelanggan sebagai variabel yang tidak terpenuhi dimana gap (kesenjangan) antara pelayanan dan harapan pelanggan sebagai voice of costumer. Terdapat 5 dimensi yang diukur yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan emphaty. Hasil penelitian, Atribut dengan nilai gap terbesar -1,0714 yaitu atribut “Karyawan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen tidak memandang status sosial”. Berdasarkan persepsi pelanggan, kemampuan karyawan tidak mampu memenuhi harapan/keinginan konsumen dalam service pelayanan yang baik dan karyawan masih memandang status sosial dalam melayani konsumen. Sedangkan gap terkecil -0,0238 ialah atribut
Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Aspal Hotmix Di PT. Ardhirajasa Darpa Buwana Prishartono; Abdul Azis Syarif
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No 2 Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi jalan di Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur yang berkualitas. Aspal hotmix merupakan salah satu material utama dalam pembangunan jalan karena sifatnya yang tahan lama dan kuat. Dalam konteks persaingan industri aspal hotmix, daya saing produk menjadi faktor krusial yang harus dikelola oleh perusahaan. PT. Ardhirajasa Darpa Buwana sebagai salah satu penyedia barang berupa aspal hotmix di Indonesia perlu mengembangkan strategi yang tepat untuk meningkatkan daya saing produk. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT. Setelah dilakukan analisis didapatkan faktor – faktor yang mempengaruhi daya saing produk aspal Hotmix di PT Ardhirajasa Darpa Buwana yaitu persaingan industri yang ketat, Sumber Daya Manusia serta strategi pemasaran dan pengelolaan biaya produksi. Sehingga strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing produk aspal Hotmix di PT. Ardhirajasa Darpa Buwana adalah progresif dengan cara menyebarkan brosur, menjalin kerja sama dengan perusahaan yang membutuhkan produk terkait, dll. serta PT. Adhirajasa Darpa Buwana harus meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan dengan cara menambah jumlah personil pekerja yang mengurus dalam hal pengantaran barang kepada konsumen.
Analisis Penerapan Rogram Keselamatan Kerja Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Pendekatan Hazard And Probability Study (Hazop) Abdul Azis Syarif; Agung Al Balad
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Vol 6 No 2 Agustus 2025
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi dalam lingkungan yang tidak aman ataupun karena human error. Dengan adanya peristiwa kecelakaan yang terjadi maka akan mengurangi profit perusahaan. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja, pemerintah menghimbau setiap perusahaan harus menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiko-resiko jika tidak menerapkan dan memahami tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) saat bekerja di stasiun kerja. Dalam penelitian ini menggunakan metodeHazard And Operability Study (HAZOP) yang bertujuan untuk mengidentifikasi resiko-resiko dalam area kerja tersebut.XYZ dalam pengoperasiannya tidak luput dari masalah-masalah yang dihadapi seperti adanya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan dampak negatif industri terhadap lingkungan sekitarnya, Terdapat 3 area sumber kecelakaan. Pertama area pabrik dengan potensi kecelakan yaitu menghirup debu, mata kemasukan debu, terjatuh, terpeleset, dan tersandung. Kedua area proses produksi dengan potensi kecelakaan kerja yaitu terjepit Conveyor, terjepit bahan baku paper roll. Ketiga area pemindahan dan penyimpanan dengan potensi kecelakaan kerja yaitu kejatuhan barang, tertindih/tertimpa barang.Dari pelaksanaan program kesehatan kerja di PT. XYZ   bisa dikatakan telah terlaksana cukup baik. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2022-2024 adalah 18,14, 9 kali kecelakaan. Semakin menurunnya tingkat kecelakaan dan tingkat keparahan kecelakaan dari tahun ke tahunnya maka akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Analisa kualitas produksi tempe untuk mengurangi tingkat produk cacat dengan menggunakan metode seven tools dan fmea : Analisa kualitas produksi tempe untuk mengurangi tingkat produk cacat Abdul Azis Syarif; Deny Walady Utama; Amas Ramadan Sipahutar
Industrial Engineering System and Management Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Vol 7 No 1 Februari 2026
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/iesm.7.1.2026.01-08

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian sebagai berikut : Mengetahui pengendalian kualitas tempe dengan menggunakan metode Seven Tools, Mengidentifikasi kegagalan proses produksi tempe dengan menggunakan metode FMEA, Mengetahui langkah – langkah yang digunakan untuk memperbaiki produk cacat tempe. Berdasarkan Peta Kontrol np Bar produk cacat tempe dapat diketahui bahwa produk cacat yang berada pada batas kontrol atas dan batas kontrol bawah yaitu produk cacat yang dihasilkan pada Minggu ke – 1, Minggu Ke -2 dan Minggu Ke-4 sebesar 112, 124 dan 85. Sedangkan untuk Minggu Ke -3 menghasilkan produk cacat yang tidak terkontrol sebesar 150 yang melewati Upper Control Limit (LCL). faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya produk cacat dimana faktor – faktor tersebut sebagai berikut : Tempe yang kurang matang terdiri dari Kualitas kedelai yang kurang bagus, Kualitas ragi kurang bagus, Tidak mengetahui suhu ruangan yang tepat untuk proses permentasi tempe, Tidak mengetahui SOP penggunaan ragi Suhu ruangan Fermentasi yang tidak Stabil, Kelembapan ruangan yang kurang bagus untuk permentasi kemudian untuk Ukuran Yang Tidak Sesuai terdiri dari Ukuran plastik yang digunakan tidak sesuai dengan standar ukuran yang ditetapka, Kurangnya mengetahui ukuran kapasitas pelastik yang dingunakan , Tidak adanya takaran ukuran pada saat memasukkan kedelai kedalam pelastik , Tidak adanya SOP ukuran berupa berat sampel kedelai yang dimasukkan kedalam pelastik pada saat proses pengemasan, Tempe Belum Matang dan Ukuran Tidak Sesuai Standar yaitu Ukuran plasti yang digunakan tidak sesaui standar dan kualitas ragi yang digunakan tidak bagus serta tidak adanya takaran pada saat memasukkan kedelai kedalam plastik serta tidak adanya ukuran ragi yang digunakan Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, Seven Tools, FMEA.