Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of Reasons for Becoming a Second Wife in Polygamic Households Rico Setyo Nugroho; M. Dliya Ulami'; Sayoto Makarim
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i2.86899

Abstract

Rumah tangga poligami adalah sebuah rumah tangga yang juga diakui legalitasnya oleh pemerintah seperti rumah tangga monogami sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang Perkawinan No 1 tahun 1974, walaupun ditentukan juga syarat-syarat untuk dapat berpoligami. Namun, tidak semua wanita sanggup untuk menjalani kehidupan rumah tangga poligami, termasuk menjadi istri kedua. Banyak label yang diberikan oleh banyak pihak misalnya pelakor. Istri kedua sebenarnya juga memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti istri pertama. Kajian dalam penelitian ini ingin menganalisis alasan menjadi istri kedua dalam rumah tangga poligami. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengambil objek penelitian adalah wanita yang menjadi istri kedua dari suami yang berpoligami yang berada di kota Semarang. Metode analisis data yang dipakai adalah metode analisis kualitatif yang selanjutnya dianalisis dengan metode induksi. Hasil penelitian ini membuktikan akan sisi-sisi positif dari berumah tangga poligami khususnya wanita yang menjadi istri kedua bahwa ada kebermanfaatan tatkala menjadi istri kedua yang bukan hanya sebatas materi semata-mata melainkan ada unsur kemudahan dalam hal-hal yang berkaitan dengan religiusitas yang akan didapatkan ketika bersuami dibandingkan tidak memiliki suami
Perempuan Dalam Bayang-Bayang Moralitas Kekuasaan dan Agama: Analisis Semiotika Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa Dini Anggraheni; Anandha; Adhiprana Yogatama; Sayoto Makarim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2921

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2023) melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan fokus pada bagaimana otoritas moral, kekuasaan dan agama membentuk dan mengontrol identitas perempuan. Dengan mengkaji simbol visual, struktur naratif, dan posisi karakter, ditemukan bahwa tokoh perempuan menjadi pusat ketegangan moral di mana tubuh dan perilakunya diawasi serta dihakimi oleh norma sosial dan religius. Analisis ini menunjukkan bahwa film tersebut secara kritis merepresentasikan bagaimana moralitas digunakan sebagai alat kekuasaan yang membungkam kebenaran yang ingin disampaikan seorang perempuan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana film feminis dan kajian budaya dengan menyoroti bagaimana kekuasaan dan sebuah agama sangat mempengaruhi perspektif masyarakat dalam melihat fenomena yang ada sehingga mengaburkan sebuah makna kebenaran. Kata kunci: perempuan, moralitas, kekuasaan, semiotik, film