Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, merupakan desa yang menyandang predikat Desa Wisata Andalan dan Strategis dengan beragam potensi sumber daya yang belum teroptimalkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan memetakan secara komprehensif potensi wilayah Desa Samili menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai landasan perancangan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang tepat sasaran. Metode yang digunakan adalah participatory action research dengan kombinasi observasi lapangan, wawancara mendalam terhadap 24 informan kunci, serta analisis data sekunder dari dokumen resmi desa. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa desa ini memiliki empat dusun utama—Cako, Santula, Sakala, dan Rasabou—dengan populasi 2.695 jiwa dan 699 kepala keluarga. Kekuatan utama meliputi lahan pertanian produktif, kawasan hijau Doro Nepi, Pasar Tradisional Ama Mbancai, serta modal sosial gotong royong yang tinggi. Kelemahan yang teridentifikasi berupa keterbatasan kapasitas SDM, minimnya infrastruktur pascapanen, dan rendahnya aksesibilitas permodalan UMKM. Peluang terbesar terletak pada program hilirisasi unggas nasional di Kecamatan Woha, pengembangan ekowisata, dan digitalisasi pemasaran produk lokal. Ancaman utama berupa perubahan iklim, urbanisasi usia produktif, dan fluktuasi harga komoditas. Berdasarkan matriks SWOT, direkomendasikan lima klaster program PKM strategis yang mencakup agribisnis terpadu, pemberdayaan UMKM berbasis digital, pengembangan ekowisata komunitas, penguatan kelembagaan Bumdes, dan penyuluhan kesehatan holistik.