Dwi Erna Susilaningtiyas
IAIN Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013 SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP PENDIDIKAN IPS DI INDONESIA Dwi Erna Susilaningtiyas; Noor Fatmawati
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v1i2.50587

Abstract

Perubahan aturan pembelajaran di dunia pendidikan dalam konteks global berimbas pada pendidikan di Indonesia. Perubahan aturan belajar tersebut, mempengaruhi tujuan akhir pendidikan di Indonesia yang saat ini diwadahi dengan diberlakukannya kurikulum baru, dimana hal tersebut merupakan aturan baru bagi pendidikan di Indonesia yang berubah sesuai dengan tuntutan zaman. Tuntutan pembelajaran tersebut merupakan sebuah Kurikulum baru yang dikenal dengan sebutan K13 (Kurikulum Tahun 2013). Kurikulum 2013 tersebut, menuntut pengaplikasian dari sejumlah pendekatan pembelajaran yang dipandang layak digunakan agar dapat membentuk kompetensi serta kemampuan siswa, meningkatkan keterampilan, sekaligus membangun sikap siswa. Adapun pendekatan pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran interaktif serta integratif, dimana pendekatan pembelajaran tersebut dapat digunakan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama maupun Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsep pengembangan kurikulum 2013 sebagai sumber pembelajaran interaktif bagi Pendidikan IPS di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa studi dokumentasi dengan melakukan analisis isi dokumen yang telah relevan dengan topik atau kajian penelitian. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini meliputi berbagai buku serta jurnal-jurnal melalui media online. Adapun temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pembelajaran interaktif melalui Kurikulum 2013 perlu diterapkan sebagai sumber pembelajaran demi mencapai keberhasilan pembelajaran IPS dalam dunia pendidikan. Hasil penelitian ini diharap memberikan respons positif agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa setelah menerapkan sumber pembelajaran IPS berbasis pembelajaran interaktif.
INTERNALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI ETNOPEDAGOGI: SUMBER PENGEMBANGAN MATERI PENDIDIKAN IPS BAGI GENERASI MILLENIAL Dwi Erna Susilaningtiyas; Yusuf Falaq
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v1i2.49391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsep pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada penanaman nilai-nilai kearifan lokal dimana bersumber dari keragaman warisan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa studi dokumentasi dengan melakukan analisis isi dokumen yang telah relevan dengan topik atau kajian penelitian. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini meliputi berbagai buku serta jurnal-jurnal melalui media online. Adapun temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang lebih mengutamakan orientasi lingkungan sosial sangat penting diterapkan sebagai sumber pembelajaran demi mencapai keberhasilan pembelajaran IPS dalam dunia pendidikan. Adanya nilai-nilai kearifan lokal harus dimanfaatkan agar dapat memperkaya sumber materi sebagai pengembangan topik atau tema yang akan dipelajari oleh siswa. Hasil penelitian ini diharap memberikan respons positif agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa setelah menerapkan sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, beberapa langkah yang perlu diperhatikan mengenai tahap pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada Internalisasi Nilai Kearifan Lokal, diantaranya; 1) Tahap Pertama, yaitu proses penentuan topik atau tema; 2) Tahap Kedua, yaitu menetapkan judul dari tema; 3) Tahap Ketiga, yaitu pemilihan serta analisis komponen silabus; 4) Tahap Keempat, yaitu menyusun rancangan pembelajaran tematik dengan memadukan beberapa tema materi berdasarkan kompetensi dasar yang relevan.