Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Reposition of Bachelor of Social Studies Education as a Support of The Nation's Character in Facing The Society 5.0 Era Yusuf Falaq
Social Studies Conference Proceedings 2022: The 1st International Conference of Social Studies (ICSS)
Publisher : Social Studies Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.423 KB) | DOI: 10.20527/sscp.vi.609

Abstract

This article is the result of thinking about the repositioning of social studies education graduates as the pillars of the nation's character in facing the era of Society 5.0. In the national education system, social studies education is an integrative part that is realized by preparing human resources, curriculum, and learning, especially at the elementary and secondary education levels. Social studies education graduates' functions and roles in achieving national education goals are designed and implemented as a form of realization. A frame of mind that understands that social studies education reflects the character of a civilized nation. National character is essential during the Era of Society 5.0, which requires the public to control and balance the capabilities of artificial intelligence and social intelligence to solve all kinds of national problems. Society 5.0 illustrates that everything can be moved and connected through data to overcome social problems. The position of the social studies education graduate is very strategic because it can balance the two things. Social studies education graduates have challenges presenting knowledge and skills of critical, constructive and innovative thinking by staying within the emotional, social, and spiritual intelligence firmly entrenched as mandated in Pancasila and the 1945 Constitution.
INTERNALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI ETNOPEDAGOGI: SUMBER PENGEMBANGAN MATERI PENDIDIKAN IPS BAGI GENERASI MILLENIAL Dwi Erna Susilaningtiyas; Yusuf Falaq
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v1i2.49391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsep pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada penanaman nilai-nilai kearifan lokal dimana bersumber dari keragaman warisan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa studi dokumentasi dengan melakukan analisis isi dokumen yang telah relevan dengan topik atau kajian penelitian. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini meliputi berbagai buku serta jurnal-jurnal melalui media online. Adapun temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang lebih mengutamakan orientasi lingkungan sosial sangat penting diterapkan sebagai sumber pembelajaran demi mencapai keberhasilan pembelajaran IPS dalam dunia pendidikan. Adanya nilai-nilai kearifan lokal harus dimanfaatkan agar dapat memperkaya sumber materi sebagai pengembangan topik atau tema yang akan dipelajari oleh siswa. Hasil penelitian ini diharap memberikan respons positif agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa setelah menerapkan sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, beberapa langkah yang perlu diperhatikan mengenai tahap pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada Internalisasi Nilai Kearifan Lokal, diantaranya; 1) Tahap Pertama, yaitu proses penentuan topik atau tema; 2) Tahap Kedua, yaitu menetapkan judul dari tema; 3) Tahap Ketiga, yaitu pemilihan serta analisis komponen silabus; 4) Tahap Keempat, yaitu menyusun rancangan pembelajaran tematik dengan memadukan beberapa tema materi berdasarkan kompetensi dasar yang relevan.
Tradisi Bodo Contong Di Desa Rahtawu Agung Supriyanto; Wafiq Maulana Ibrahim; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran tradisi Bodo Contong sebagai modal sosial kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat multireligi Desa Rahtawu. Bagaimana masyarakat melaksanakan, memaknai, serta bagaimana tradisi Bodo Contong berperan sebagai modal sosial dalam masyarakat Desa Rahtawu. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara yang dilakukan di masyarakat Desa Rahtawu. Hasil menunjukkan bahwa: Pertama, tradisi Bodo Contong merupakan salah satu bentuk terwujudnya sistem sosial yang seimbang dalam suatu masyarakat yang memiliki perbedaan agama. Kedua, tradisi Bodo Contong merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus sebagai penghormatan masyarakat terhadap para leluhur. Ketiga, dalam pelaksanaan tradisi Bodo Contong memiliki nilai-nilai modal kepercayaan sosial, norma sosial dan jaringan sosial yang menjadikan masyarakat dapat melaksanakan tradisi Bodo Contong secara bersama tanpa mempersalahkan perbedaan agama. Melalui nilai-nilai modal sosial yang ada masyarakat Desa Rahtawu dapat saling bekerja sama, menghargai dan menghormati satu sama serta dapat menjaga kerukunan antar umat beragama.  
KEGIATAN TRADISI LAMPORAN UNTUK MENGHORMATI LELUHUR DI DESA SONEYAN, MARGOYOSO, PATI Faizuna Tathmainnul Qulub; Siti Karomatun Nadziroh; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi lamporan merupakan sebuah tradisi turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang dari desa soneyan sumber, tradisi tersebut diartikan sebagai ritual pengusir roh jahat yang akan mengganggu hewan ternak, warga percaya bahwa dengan melaksanakan tradisi lamporan akan terhindar dari segala macam bencana yang akan menimpa. Tradisi tersebut dilaksanakan pada sabtu pon hingga malam jumat wage pada bulan suro (muharrom), puncaknya yaitu pada malam jumat wage dilaksanakan pawai lamporan dengan berkeliling desa menggunakan kostum dayak dan membawa obor/oncor yang dibuat dari bambu. Obor tersebut dimaksudkan sebagai pengusir dari roh jahat. Setelah pawai acara selanjutnya yaitu kondangan, kondangan tersebut dilakukan dengan berkumpul di perempatan terdekat rumah warga, setiap warga yang mengikuti kondangan membawa nasi untuk ditukar dengan warga lainnya, sebelum nasi tersebut ditukar terlebih dahulu warga melakukan doa bersama atas rasa syukur dengan dilancarkannya tradisi lamporan. Tujuan dari makalah ini untuk mengetahui asal-usul dari tradisi lamporan, apa alasan dari pelestarian tradisi lamporan, apa tujuannya, bagaimana cara mempertahankannya serta bagaimana cara penyajian dari tradisi tersebut. Penulisan dari makalah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, menngunakan metode ini dimaksudkan agar mengetahui jawaban dari setiap permasalahan yang dihadirkan.  Metode tersebut diterapkan dengan wawancara dan observasi sehingga mendapatkan data yang terpercaya dan tidak ada keraguan didalamnya. Dengan menggunakan metode tersebut maka didapatkan hasil penelitian yang menjawab semua permasalahan yang dimunculkan dan dapat disimpulkan bahwa memang sebuah tradisi harus dilestarikan karena merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang dan sebuah tradisi dapat menjadi identitas dari suatu daerah yang membedakan dengan daerah yang lain. Adapun tradisi lamporan ini merupakan tradisi yang unik yang tidak terdapat pada daerah lain. Maka dari itu penulis sangat setuju dengan konsistensi masyarakat desa soneyan sumber dalam melestarikan tradisi lamporannya. Selain karena memang tradisi harus dilestarikan juga dengan dilaksanakannya sebuah tradisi hubungan antar warga menjadi semakin erat dan semakin tinggi rasa kekeluargaannya.
Tradisi Angon Putu dalam Perspektif Kearifan Lokal Dusun Mijen, Kaliwungu, kudus Windy Windayanti; Nur Eka Tsamrotun Ni'mah; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggali mengenai Tradisi di Indonesia yaitu Tradisi Angon Putu di Dusun Mijen,Kaliwungu, Kudus. Dalam artikel ini menggunakan penelitian jenis field research (penelitian lapangan). Pendekatan kualitatif deskriptif yang digunakan. Untuk teknik pengumpulan datanya memakai teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, wawancaranya peneliti melibatkan para pelaku. Tradisi merupakan suatu bentuk tindakan yang dilakukan secara diulang-ulang ini dilakukan secara terus menerus karena dianggap bermanfaat bagi sekelompok orang yang melestarikan. Kebudayaan di setiap daerah berbeda-beda. Dengan demikian, kebudayaan di setiap daerah mempunyai keunikan tersendiri, mulai dari penyelenggaraan acara, isi acara, proses kegiatan dari awal hingga akhir, hingga makna yang terkandung di dalamnya. Jurnal ini mengkaji tentang tradisi unik dan langka di salah satu wilayah Dusun Mijen, Kaliwungu Kabupaten Kudus.
Tradisi Barongan Gembong Kamijoyo Dersalam Kudus : Keunikan dan Relevansinya dalam Budaya Jawa Karina Puji Lestari; Dita Zakiyatul Lathifa; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i1.350

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Barongan Kamijoyo yang merupakan bagian penting dari budaya Jawa. Melalui pendekatan deskriptif dan kualitatif, artikel ini mengungkap keunikannya serta relevansinya dalam masyarakat Kudus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Barongan Kamijoyo memegang peran penting dalam menjaga identitas budaya Jawa dan menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur mereka. Kesimpulannya, artikel ini mengungkapkan keunikan dan relevansi tradisi Barongan Kamijoyo dalam budaya Jawa dan masyarakat Kudus. Tradisi ini berperan penting dalam mempertahankan identitas budaya, menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur, dan mengajarkan nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, perlu adanya upaya secara kolektif untuk melestarikan dan mempromosikan tradisi ini, baik melalui penyelenggaraan pertunjukan secara teratur, pengajaran di sekolah, maupun penggunaan media sosial dan festival budaya sebagai sarana promosi.
Eksistensi Tradisi Lomban di Desa Ujung Batu Kecamatan Jepara Provinsi Jawa Tengah Maya Widiyaningsih; La’la’a Alfi Zumrudah; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang tradisi lomban di Jepara. Tradisi Lomban yaitu  tradisi turun temurun masyarakat masyarakat pesisir Jawa yang masih dilaksanakan hingga sekarang. Makna dari tradisi lomban yaitu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan. Artikel ini berisi mengenai  asal usul nama kota Jepara dan awal mula tradisi lomban di Jepara, rangkaian acara tradisi lomban, makna dan nilai yang terkandung didalamnya serta dampak dari tradisi lomban sendiri yaitu dalam bidang agama, ekonomi, sosial dan budaya.
Kajian Perspektif Islam Dalam Tradisi Lomban di Desa Ujungbatu, Kabupaten Jepara Muhammad Fathul Mujib; Muhammad Vicky Yakhya; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i1.419

Abstract

One of the many activities during the Lomban Festival, which takes place every year on the 8th of Shawwal, is larung sesaji in Jepara city. The purpose of this research is to find out more about the implementation of the Lomban Festival, its purpose, and the history of larung sesaji. This research is a literature research using a literature review approach. In the city of Jepara, where most of the population are fishermen, many ancient cultural customs are still practiced today. Larung sesaji during the Lomban Festival is one of these customs. This tradition is said to have started when officials from Jepara were caught in a storm while trying to cross to Karimunjawa.
TRADISI ANGON PUTU DI DESA MIJEN KECAMATAN KALIWUNGU KABUPATEN KUDUS Lilik Irnayati; Fathimah Rosyidah; Kholis Nor Faizah; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.442

Abstract

Tradisi adalah suatu pola perilaku, kebiasaan yang berkembang di tengah masyarakat mengenai nilai-nilai, norma-norma, hukum dan aturan-aturan yang berasal dari masa lalu dan dilakukan berulang-kali secara turun temurun sehingga menjadi warisan yang dilestarikan, dijalankan dan dipercaya hingga saat ini  Salah satu Tradisi dijawa tengah yaitu Tradisi Angon Putu. Tradisi ini sudah langka di laksanakan, maka dari itu tujuan penulis yaitu, meneliti lebih lanjut bagaimana pelaksanaan Tradisi Angon Putu sebelum tradisi ini hilang. Tujuan Penulis adalah 1)  untuk menggali informasi Tradisi Angon Putu di Desa Mijen, 2)mengetahui tata cara pelaksanaan Tradisi Angon Putu di Desa Mijen,4) mengetahui Tujuan  dilaksanakannya Tradisi Angon Putu. Hasil penelitian ini : 1) Tradisi ini dilakukan Ketika nenek kakek memiliki 25 cucu, 2) Angon Putu dilaksanakan karena rasa syukur dikarunia cucu banyak, dan diberi umur panjang.
Tradisi Wiwit Kopi Di Desa Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Salma Alvina; Fitria Nuraini; Silmi Zahra Salsabila; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.456

Abstract

Artikel ini mengangkat topik tentang tradisi "Wiwit Kopi Colo," sebuah praktik unik dalam budaya Jawa yang berfokus pada penghormatan terhadap kopi dan alam sekitarnya. Tradisi ini melibatkan serangkaian upacara yang dilakukan oleh para petani kopi sebelum panen. Artikel ini menjelaskan secara rinci tahap-tahap ritual "Wiwit Kopi Colo" yang meliputi pemanggilan roh alam, doa, serta pemberian sesaji kepada pohon-pohon kopi. Selain itu, artikel ini membahas pentingnya tradisi tersebut dalam melestarikan keberlanjutan produksi kopi dan menjaga harmoni dengan lingkungan. Praktik "Wiwit Kopi Colo" mencerminkan kebijaksanaan lokal dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan menunjukkan peran kopi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa. Artikel ini juga membahas bagaimana tradisi ini telah menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya dan sejarah di balik kopi. Ini tidak hanya memberikan penghasilan tambahan bagi komunitas petani, tetapi juga mempromosikan kearifan lokal yang dapat diaplikasikan dalam upaya pelestarian alam global. Dengan demikian, artikel ini menggambarkan "Wiwit Kopi Colo" sebagai warisan budaya yang berharga dan menyoroti peran budaya dalam mempromosikan kesadaran lingkungan serta menjaga tradisi-tradisi yang berkontribusi pada keberlanjutan sosial dan ekologi di masyarakat lokal.