Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENELITI PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SE-KABUPATEN KUDUS Yusuf Falaq
IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching Vol 3, No 2 (2019): IJTIMAIYA : Journal of Social Science Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v3i2.6298

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model mata pelajaran IPS untuk siswa SMP yang berbasis di studi inkuiri menyediakan siswa sebagai peneliti. Untuk memperolehnya dengan penelitian dengan yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan melalui proses uji-penyelaman terbatas dan ujicoba yang lebih luas. Pertanyaan tentang cara kerja IPS untuk menyusun proses pemikiran tentang bagian dari Lembar Kerja Siswa untuk mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, mencari fakta, menganalisis dan memahami
Evaluation of The Use of E-Learning Madrasah in Social Studies Learning During The Covid-19 Pandemic in Tsanawiyah Negeri Madrasah (Field Study at 4 Madrasahs in the East Coast Region of Central Java) Yusuf Falaq
QUALITY Vol 10, No 1 (2022): QUALITY
Publisher : Pascasarjana IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/quality.v10i1.15626

Abstract

The goal to be achieved in this study is to determine the Evaluation of the Use of Madrasah E-Learning in Social Studies learning during the Pandemic Covid-19 Period at Madrasah Tsanawiyah. The research method is a qualitative method.The results of this study concluded that 1). In planning online learning using the e-learning application for social studies subject madrasas, the teacher has made learning tools well before carrying out the online learning process, but the teacher can only use 2 methods in the learning process, only the method of giving assignments and lectures; 2). The implementation of online learning, using the madrasa e-learning application, has been proven to have gone well. The madrasa e-learning application can be used easily by teachers, students, and parents but is considered ineffective because there are still many obstacles faced by teachers, students, and parents such as high quota prices, too many assignments, children getting bored easily, parents who have to work and teachers who cannot explain the material directly, but these obstacles can be overcome in their separate ways.
Reposition of Bachelor of Social Studies Education as a Support of The Nation's Character in Facing The Society 5.0 Era Yusuf Falaq
Social Studies Conference Proceedings 2022: The 1st International Conference of Social Studies (ICSS)
Publisher : Social Studies Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.423 KB) | DOI: 10.20527/sscp.vi.609

Abstract

This article is the result of thinking about the repositioning of social studies education graduates as the pillars of the nation's character in facing the era of Society 5.0. In the national education system, social studies education is an integrative part that is realized by preparing human resources, curriculum, and learning, especially at the elementary and secondary education levels. Social studies education graduates' functions and roles in achieving national education goals are designed and implemented as a form of realization. A frame of mind that understands that social studies education reflects the character of a civilized nation. National character is essential during the Era of Society 5.0, which requires the public to control and balance the capabilities of artificial intelligence and social intelligence to solve all kinds of national problems. Society 5.0 illustrates that everything can be moved and connected through data to overcome social problems. The position of the social studies education graduate is very strategic because it can balance the two things. Social studies education graduates have challenges presenting knowledge and skills of critical, constructive and innovative thinking by staying within the emotional, social, and spiritual intelligence firmly entrenched as mandated in Pancasila and the 1945 Constitution.
Philosophy of Progressivism in Learning IPS Education in The Era of Society 5.0 Yusuf Falaq; Iqbal Faza; Amrei Samders
IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching Vol 7, No 1 (2023): IJTIMAIYA: Journal of Social Science Teaching
Publisher : Program Studi Tadris IPS Fakultas tarbiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ji.v7i1.19284

Abstract

Social studies education is a form of integration of the social sciences and humanities which aims to make students able to be independent, responsive, responsible and think critically about a social problem that occurs in their surroundings. Of-course this will have an impact on changes that make progress in society and the country. A framework that understands that social studies education is a reflection of civilized national character is needed in the midst of the Society 5.0 era which requires society to be able to control and balance artificial intelligence and social intelligence in order to solve all kinds of national problems. Society 5.0 provides an illustration that everything can be moved and connected through data, including in it as an effort to overcome social problems in society. Social studies education is very strategic because it can balance the two things. This is in accordance with the flow of progressive philosophy which emphasizes the word progress in changes that lead to a good direction. In particular, this writing has the aim of bringing more open and broader thinking about the development of the times so that it is more perceptible that an education aims to lead to better progress. This writing uses a library study method. From the results of this literature study resulted in writing the implementation of the philosophy of progressivism in social studies education.
INTERNALISASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI ETNOPEDAGOGI: SUMBER PENGEMBANGAN MATERI PENDIDIKAN IPS BAGI GENERASI MILLENIAL Dwi Erna Susilaningtiyas; Yusuf Falaq
Sosial Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan IPS Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Pendidikan IPS, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/skjpi.v1i2.49391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang konsep pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada penanaman nilai-nilai kearifan lokal dimana bersumber dari keragaman warisan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa studi dokumentasi dengan melakukan analisis isi dokumen yang telah relevan dengan topik atau kajian penelitian. Sumber data yang digunakan dalam kajian ini meliputi berbagai buku serta jurnal-jurnal melalui media online. Adapun temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang lebih mengutamakan orientasi lingkungan sosial sangat penting diterapkan sebagai sumber pembelajaran demi mencapai keberhasilan pembelajaran IPS dalam dunia pendidikan. Adanya nilai-nilai kearifan lokal harus dimanfaatkan agar dapat memperkaya sumber materi sebagai pengembangan topik atau tema yang akan dipelajari oleh siswa. Hasil penelitian ini diharap memberikan respons positif agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa setelah menerapkan sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, beberapa langkah yang perlu diperhatikan mengenai tahap pengembangan pembelajaran IPS yang berbasis pada Internalisasi Nilai Kearifan Lokal, diantaranya; 1) Tahap Pertama, yaitu proses penentuan topik atau tema; 2) Tahap Kedua, yaitu menetapkan judul dari tema; 3) Tahap Ketiga, yaitu pemilihan serta analisis komponen silabus; 4) Tahap Keempat, yaitu menyusun rancangan pembelajaran tematik dengan memadukan beberapa tema materi berdasarkan kompetensi dasar yang relevan.
Tradisi Bodo Contong Di Desa Rahtawu Agung Supriyanto; Wafiq Maulana Ibrahim; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui peran tradisi Bodo Contong sebagai modal sosial kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat multireligi Desa Rahtawu. Bagaimana masyarakat melaksanakan, memaknai, serta bagaimana tradisi Bodo Contong berperan sebagai modal sosial dalam masyarakat Desa Rahtawu. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara yang dilakukan di masyarakat Desa Rahtawu. Hasil menunjukkan bahwa: Pertama, tradisi Bodo Contong merupakan salah satu bentuk terwujudnya sistem sosial yang seimbang dalam suatu masyarakat yang memiliki perbedaan agama. Kedua, tradisi Bodo Contong merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus sebagai penghormatan masyarakat terhadap para leluhur. Ketiga, dalam pelaksanaan tradisi Bodo Contong memiliki nilai-nilai modal kepercayaan sosial, norma sosial dan jaringan sosial yang menjadikan masyarakat dapat melaksanakan tradisi Bodo Contong secara bersama tanpa mempersalahkan perbedaan agama. Melalui nilai-nilai modal sosial yang ada masyarakat Desa Rahtawu dapat saling bekerja sama, menghargai dan menghormati satu sama serta dapat menjaga kerukunan antar umat beragama.  
KEGIATAN TRADISI LAMPORAN UNTUK MENGHORMATI LELUHUR DI DESA SONEYAN, MARGOYOSO, PATI Faizuna Tathmainnul Qulub; Siti Karomatun Nadziroh; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi lamporan merupakan sebuah tradisi turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang dari desa soneyan sumber, tradisi tersebut diartikan sebagai ritual pengusir roh jahat yang akan mengganggu hewan ternak, warga percaya bahwa dengan melaksanakan tradisi lamporan akan terhindar dari segala macam bencana yang akan menimpa. Tradisi tersebut dilaksanakan pada sabtu pon hingga malam jumat wage pada bulan suro (muharrom), puncaknya yaitu pada malam jumat wage dilaksanakan pawai lamporan dengan berkeliling desa menggunakan kostum dayak dan membawa obor/oncor yang dibuat dari bambu. Obor tersebut dimaksudkan sebagai pengusir dari roh jahat. Setelah pawai acara selanjutnya yaitu kondangan, kondangan tersebut dilakukan dengan berkumpul di perempatan terdekat rumah warga, setiap warga yang mengikuti kondangan membawa nasi untuk ditukar dengan warga lainnya, sebelum nasi tersebut ditukar terlebih dahulu warga melakukan doa bersama atas rasa syukur dengan dilancarkannya tradisi lamporan. Tujuan dari makalah ini untuk mengetahui asal-usul dari tradisi lamporan, apa alasan dari pelestarian tradisi lamporan, apa tujuannya, bagaimana cara mempertahankannya serta bagaimana cara penyajian dari tradisi tersebut. Penulisan dari makalah ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, menngunakan metode ini dimaksudkan agar mengetahui jawaban dari setiap permasalahan yang dihadirkan.  Metode tersebut diterapkan dengan wawancara dan observasi sehingga mendapatkan data yang terpercaya dan tidak ada keraguan didalamnya. Dengan menggunakan metode tersebut maka didapatkan hasil penelitian yang menjawab semua permasalahan yang dimunculkan dan dapat disimpulkan bahwa memang sebuah tradisi harus dilestarikan karena merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang dan sebuah tradisi dapat menjadi identitas dari suatu daerah yang membedakan dengan daerah yang lain. Adapun tradisi lamporan ini merupakan tradisi yang unik yang tidak terdapat pada daerah lain. Maka dari itu penulis sangat setuju dengan konsistensi masyarakat desa soneyan sumber dalam melestarikan tradisi lamporannya. Selain karena memang tradisi harus dilestarikan juga dengan dilaksanakannya sebuah tradisi hubungan antar warga menjadi semakin erat dan semakin tinggi rasa kekeluargaannya.
Tradisi Angon Putu dalam Perspektif Kearifan Lokal Dusun Mijen, Kaliwungu, kudus Windy Windayanti; Nur Eka Tsamrotun Ni'mah; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggali mengenai Tradisi di Indonesia yaitu Tradisi Angon Putu di Dusun Mijen,Kaliwungu, Kudus. Dalam artikel ini menggunakan penelitian jenis field research (penelitian lapangan). Pendekatan kualitatif deskriptif yang digunakan. Untuk teknik pengumpulan datanya memakai teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, wawancaranya peneliti melibatkan para pelaku. Tradisi merupakan suatu bentuk tindakan yang dilakukan secara diulang-ulang ini dilakukan secara terus menerus karena dianggap bermanfaat bagi sekelompok orang yang melestarikan. Kebudayaan di setiap daerah berbeda-beda. Dengan demikian, kebudayaan di setiap daerah mempunyai keunikan tersendiri, mulai dari penyelenggaraan acara, isi acara, proses kegiatan dari awal hingga akhir, hingga makna yang terkandung di dalamnya. Jurnal ini mengkaji tentang tradisi unik dan langka di salah satu wilayah Dusun Mijen, Kaliwungu Kabupaten Kudus.
Tradisi Barongan Gembong Kamijoyo Dersalam Kudus : Keunikan dan Relevansinya dalam Budaya Jawa Karina Puji Lestari; Dita Zakiyatul Lathifa; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i1.350

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Barongan Kamijoyo yang merupakan bagian penting dari budaya Jawa. Melalui pendekatan deskriptif dan kualitatif, artikel ini mengungkap keunikannya serta relevansinya dalam masyarakat Kudus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Barongan Kamijoyo memegang peran penting dalam menjaga identitas budaya Jawa dan menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur mereka. Kesimpulannya, artikel ini mengungkapkan keunikan dan relevansi tradisi Barongan Kamijoyo dalam budaya Jawa dan masyarakat Kudus. Tradisi ini berperan penting dalam mempertahankan identitas budaya, menghubungkan generasi muda dengan warisan leluhur, dan mengajarkan nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, perlu adanya upaya secara kolektif untuk melestarikan dan mempromosikan tradisi ini, baik melalui penyelenggaraan pertunjukan secara teratur, pengajaran di sekolah, maupun penggunaan media sosial dan festival budaya sebagai sarana promosi.
Eksistensi Tradisi Lomban di Desa Ujung Batu Kecamatan Jepara Provinsi Jawa Tengah Maya Widiyaningsih; La’la’a Alfi Zumrudah; Yusuf Falaq
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang tradisi lomban di Jepara. Tradisi Lomban yaitu  tradisi turun temurun masyarakat masyarakat pesisir Jawa yang masih dilaksanakan hingga sekarang. Makna dari tradisi lomban yaitu sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan. Artikel ini berisi mengenai  asal usul nama kota Jepara dan awal mula tradisi lomban di Jepara, rangkaian acara tradisi lomban, makna dan nilai yang terkandung didalamnya serta dampak dari tradisi lomban sendiri yaitu dalam bidang agama, ekonomi, sosial dan budaya.