Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN GENERASI MILENIAL YANG GOOD CITIZENSHIP DI DESA LADANG BAMBU Ahmad Syarqawi; Desputri, Syavira; Dinda Azria Nasution; Ninis Lestari; Amanda Aulia; Zahra Ananda; Widya Fitri; Shinny Syafitri Sagala; Citra Rahmi Bahar; Dea Hamiche Putri; Fuat Baazir; Kholid Abdullah Yasin
PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial) Vol. 2 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Yayasan Insan Cipta Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61721/pendis.v2i2.28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran masyarakat dalam mewujudkan generasi milenial yang good citizenship. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif yaitu dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat di Desa Ladang Bambu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran dan upaya masyarakat di era milenial saat ini sangat penting untuk membimbing, mengarahkan dan menasehati mereka agar menjadi generasi milenial yang memiliki rasa toleran dan tanggung jawab terhadap sesama masyarakat di lingkungan sekitar, dapat membawa perubahan yang baik untuk lingkungan dan masyarakat juga sangat berperan penting dalam mewujudkan generasi milenial yang good citizenship karena masyarakat merupakan bagian dari lingkungan, dan sebuah faktor utama dan terbesar dalam mempengaruhi pembentukan dan perkembangan perilaku generasi milenial. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa peran dan upaya masyarakat di era milenial saat ini sangat penting untuk membimbing, mengarahkan dan menasehati mereka agar menjadi generasi milenial yang memiliki rasa toleran dan tanggung jawab terhadap sesama masyarakat di lingkungan sekitar, dapat membawa perubahan yang baik untuk lingkungan dan masyarakat juga sangat berperan penting dalam mewujudkan generasi milenial yang good citizenship karena masyarakat merupakan bagian dari lingkungan, dan lingkungan adalah sebuah faktor utama dan terbesar dalam mempengaruhi pembentukan dan perkembangan perilaku generasi milenial.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Gunung Tinggi Kecamatan Pancur Batu: The Relationship between the Quality of Health Services and the Satisfaction of Outpatients at the Gunung Tinggi Community Health Center in Pancur Batu District Dea Hamiche Putri; Dewi Agustina
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Gunung Tinggi. Metode yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Gunung Tinggi, dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (62%) menilai mutu pelayanan kesehatan dalam kategori baik, sementara 38% lainnya menilai kurang baik. Tingkat kepuasan pasien juga menunjukkan bahwa 62% responden merasa puas terhadap pelayanan yang diterima, meskipun masih terdapat 46,7% responden yang menyatakan tidak puas. Dimensi mutu pelayanan dengan skor rata-rata tertinggi adalah bukti fisik (6,03), yang menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pelayanan dinilai sudah memadai. Selanjutnya diikuti oleh dimensi keandalan (5,56) dan jaminan (5,25). Namun, dimensi empati (4,71) dan daya tanggap (4,67) memperoleh skor terendah, menandakan perlunya peningkatan pada aspek interpersonal pelayanan. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien (p-value = 0,000). Pasien yang menilai mutu pelayanan buruk memiliki risiko 6,15 kali lebih besar untuk merasa tidak puas dibandingkan dengan pasien yang menilai mutu pelayanan baik. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan empati dan responsivitas tenaga kesehatan serta penguatan sarana prasarana guna meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Gunung Tinggi