Indonesia tergolong sebagai negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi. Berdasarkan estimasi global, sekitar 22% atau sekitar 149,2 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting pada tahun 2020. Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada tahun 2022, angka stunting balita di Indonesia mencapai 21,6%, menurun dari 24,4% pada tahun. Ibu hamil menjadi sasaran utama dalam upaya pencegahan stunting karena asupan gizi selama kehamilan sangat mempengaruhi tumbuh kembang janin. Puskesmas Padangsidimpuan Utara telah melaksanakan program pencegahan stunting melalui berbagai intervensi gizi dan edukasi kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan program pencegahan stunting pada ibu hamil di Puskesmas Padangsidimpuan Utara, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan teknik triangulasi. Hasil: Program telah dilaksanakan melalui penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, dan pemeriksaan kehamilan rutin. Faktor pendukung meliputi peran aktif kader kesehatan dan dukungan lintas sektor. Kesimpulan: Pelaksanaan program pencegahan stunting di Puskesmas Padangsidimpuan Utara telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan dalam edukasi dan akses layanan.