Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGUKURAN KUALITAS PELAYANANPENDIDIKAN DAN PELATIHAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA MENGGUNAKAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Arleiny Arleiny; Manungku Trinata P; Monika Retno Gunarti
Jurnal 7 Samudra Vol. 2 No. 1 (2017): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v2i1.7

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan dilatar belakangi oleh semakin banyaknya tuntutan masyarakat terhadap perbaikan dan peningkatan mutu pelayanan, untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan dan pelatihan di Politeknik Pelayaran Surabaya Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui besarnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dimiliki oleh Politeknik Pelayaran Surabaya. Berdasarkan tujuan tersebut, penelitian akan difokuskan pada aspek–aspek pelayanan yang diberikan oleh pegawai Politeknik Pelayaran Surabaya kepada masyarakat. Adapun aspek-aspek yang diteliti adalah: a. prosedur pelayanan, b. Persyaratan pelayanan, c. Kejelasan petugas pelayanan, d. Kedisplinan petugas pelayanan, e. Tanggung jawab petugas pelayanan, f. Kemampuan petugas pelayanan, g. Kecepatan pelayanan, h. Keadilan mendapatkan pelayanan, i. Kesopanan dan keramahan petugas, j. Kewajaran biaya pelayanan, k. Kepastian biaya pelayanan, l. Kepastian jadwal pelayanan, m. Kenyamanan lingkungan, n. Keamanan pelayanan. Atas dasar itu, maka penulis dapat menyarankan kepada pendidikan politeknik pelayaran surabaya agar dapat tetap mempertahankan mutu pelayanan yang diberikan dan memperbaiki kembali pelayanan-pelayanan yang masih kurang sehingga dapat memuaskan keinginan masyarakat yang menggunakan pendidikan dan pelatihan di Politeknik Pelayaran Surabaya
OPTIMALISASI KINERJA BURNER GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI UAP PADA BOILER DI ATAS KAPAL KM. AMARISA Rezky Irianda Syahputra; Ardiansyah; Monika Retno Gunarti
Jurnal 7 Samudra Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal 7 Samudra
Publisher : PPPM - POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54992/7samudra.v7i1.109

Abstract

Dalam pengoperasiannya, boiler tidak selalu bekerja dengan baik. Boiler mengalami beberapa gangguan yang dapat mengganggu proses untuk memproduksi uap, salah satunya gangguan pada burner. Oleh karena itu diperlukan perawatan yang baik dan benar untuk mengoptimalkan kinerja burner pada boiler. Dalam penyusunan karya ilmiah terapan ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kualitatif deskriptif, dimana metode ini melakukan pengamatan secara langsung terhadap boiler diatas kapal, dengan menanyakan pada orang-orang pada bidangnya, untuk menjelaskan dan mengurai objek yang diteliti dari fakta-fakta di lapangan tentang optimalisasi kinerja ketel uap. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahwa kinerja burner yang kurang optimal disebabkan oleh nozzle dan bahan bakar yang kotor, maka dari itu perawatan dan pengecekan burner harus dilakukan dengan rutin. Kata kunci: Boiler, Burner, nozzle
Pengaruh Potensi Bahaya Overhaul Auxiliary Engine Terhadap Pencegahan Kecelakaan Kerja Awak Kapal Alfina Dwi Restyaningtyas; Monika Retno Gunarti; Elly Kusumawati; Shofa Dai Robbi; Wulan Marlia Sandi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1669

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingginya risiko kecelakaan kerja pada pelaksanaan pekerjaan overhaul auxiliary engine di kapal. Pekerjaan tersebut melibatkan berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya pada pekerjaan overhaul auxiliary engine, mengkaji upaya pencegahan kecelakaan kerja yang dilakukan, serta menganalisis pengaruh potensi bahaya terhadap upaya pencegahan kecelakaan kerja awak kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 29 responden yang merupakan awak kapal bagian mesin yang terlibat langsung dalam pekerjaan overhaul. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan overhaul auxiliary engine memiliki tingkat potensi bahaya yang tergolong tinggi, mencakup risiko mekanik (tangan terjepit, tertimpa komponen), risiko lingkungan (lantai licin, ventilasi kurang), serta faktor manusia. Di sisi lain, tingkat pencegahan kecelakaan kerja awak kapal ditemukan berada pada kategori sangat tinggi, yang ditandai dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), penerapan Standard Operational Procedure (SOP), dan pelaksanaan safety briefing. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,216 dengan nilai signifikansi 0,261 (p > 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif namun lemah dan tidak signifikan secara statistik antara potensi bahaya dengan upaya pencegahan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun potensi bahaya tinggi, awak kapal telah menerapkan sistem keselamatan kerja yang efektif sehingga risiko tersebut dapat dikendalikan dengan baik.
Design and Construction of an Arduino-Based Main Engine Overheating Detection Prototype Mohamad Faris Setiyawan; Prawoto, Agus; Ratnaningsih, Dyah; Monika Retno Gunarti; Dai Robbi, Shofa
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i1.451

Abstract

Overheating in the ship's main engine, often caused by suboptimal cooling and lubrication systems, poses a high risk to performance and safety. This study aims to design and build an Arduino-based detector prototype. Using a research and development (R&D) method with an experimental approach, the population of b diesel at the Surabaya Maritime Polytechnic, a purposive sample of one Mitsubishi S6B3-MPTA unit. Instruments include Arduino Uno, thermocouple and SW200D sensors, LCD, buzzer, and Wemos D1 Mini integrated with Blynk; quantitative descriptive data analysis through Arduino IDE, comparing readings with a thermogun and connectivity tests. The results show high accuracy of temperature detection (dynamic trend 30.75-34°C), vibration (2-7 mm/s), and IoT range up to 185 m non-obstacle. In conclusion, the prototype effectively provides real-time warnings, improving preventive maintenance.
Pengaruh Sistem Blow Purifier Terhadap Efisiensi Kerja dan Volume Sludge Tank: (studi Kasus: Kapal SLM Marsha) Dewi Amara Parardhya; Frenki Imanto; Maulidiah Rahmawati; Monika Retno Gunarti; Intan Sianturi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1777

Abstract

Sistem blow purifier merupakan salah satu komponen penting dalam menjaga efisiensi kerja purifier minyak pelumas serta pengelolaan sludge di kapal. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidakkonsistenan proses pembuangan sludge pada sistem blow manual yang dapat menurunkan efisiensi kerja purifier dan meningkatkan volume sludge tank. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif untuk membandingkan efektivitas sistem blow manual dan otomatis pada purifier minyak pelumas di Kapal SLM Marsha. Data penelitian diperoleh dari Engine Log Book dan Oil Record Book (ORB) selama periode September 2024 hingga Juli 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji Mann-Whitney U untuk mengetahui perbedaan signifikan antara kedua sistem blow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem blow otomatis memiliki konsistensi interval blow yang lebih stabil dibandingkan sistem manual, sehingga meningkatkan efisiensi kerja purifier dan menurunkan volume sludge yang terakumulasi di sludge tank. Selain itu, penggunaan sistem blow otomatis mampu mengurangi risiko overflow sludge tank dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi MARPOL Annex I Regulation 12 terkait kapasitas tangki sludge. Dengan demikian, sistem blow otomatis terbukti lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional purifier dan pengelolaan sludge di kapal.
Analisis Mekanisme Seafarers Employment Contract (SEC) Terhadap Crew Replacement: (Studi Kasus: PT Jasindo Duta Segara) Ibrahim Musa Santosa; Dian Junita Arisusanty; Monika Retno Gunarti; Romanda Annas Amrullah
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1816

Abstract

Crew replacement merupakan salah satu proses krusial dalam manajemen sumber daya manusia di perusahaan pelayaran karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan operasional kapal. Salah satu dokumen utama yang menjadi dasar dalam proses tersebut adalah Seaferer Employment Contract (SEC), yang mengatur hak, kewajiban, serta masa kerja awak kapal. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala terkait mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) yang dapat berdampak pada keterlambatan dan ketidakefisienan proses crew replacement. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) terhadap pelaksanaan crew replacement di PT. Jasindo Duta Segara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak manajemen crewing dan staff terkait yang terlibat langsung dalam proses penyusunan dan pelaksanaan Seaferer Employment Contract (SEC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) di PT. Jasindo Duta Segara pada umumnya telah mengikuti ketentuan yang berlaku, namun masih terdapat beberapa hambatan seperti ketidaksesuaian jadwal sign on–sign off, extend contract, dan koordinasi antarbagian yang belum optimal. Mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) yang kurang efektif tersebut berpengaruh terhadap kelancaran proses crew replacement. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan mekanisme Seaferer Employment Contract (SEC) agar proses crew replacement dapat berjalan lebih efisien, tepat waktu, dan sesuai dengan standar operasional perusahaan.
Analysis of Fuel Consumption Variation of the 8dkm-28e Main Engine at Stable Performance of 620 RPM in the MV. Tanto Keluarga Nourman Viqry Dwinanda; Agus Prawoto; Shofa Dai Robbi; Monika Retno Gunarti; Novitasari
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 6 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v6i2.490

Abstract

This study examines the variation of Heavy Fuel Oil (HFO) fuel consumption of the DAIHATSU 8DKM28e Main Engine at a stable performance condition of 620 RPM on the container ship MV. Tanto Keluarga, amidst the pressure of increasing fuel costs and regulations on maritime efficiency and decarbonization. The study uses a descriptive quantitative approach with a population of all main engine operational data during a certain voyage period and a sample of 5 sheets of Noon Report At Sea at a stable voyage condition in the open sea. The main instrument is the daily noon report that records the main engine speed, turbocharger speed, fuel rack, HFO consumption, and weather and sea conditions, plus ship technical documents and academic literature as secondary instruments. The data analysis technique used is descriptive quantitative analysis, with the calculation of averages, ranges, and trends as well as simple correlation examinations between performance parameters. The results show that HFO consumption varies up to approximately 1,005 liters per day at a relatively stable RPM, with a pattern closely related to changes in fuel rack, turbocharger speed, and sea state and weather conditions. The findings support that the main engine performance condition at 620 RPM is in dynamic equilibrium, so that fuel efficiency assessment needs to integrate internal and external factors simultaneously to support operational management, OPEX reduction, and compatibility with IMO EEXI and CII regulations.