Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of Barriers to the Use of Health Information Systems for Tuberculosis Patients at the Parongpong Community Health Center, West Bandung Regency, Indonesia Warna, Mawar Puspa; Indasah, Indasah
Asian Journal of Health and Applied Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): Asian Journal of Health and Applied Sciences (AJHAS)
Publisher : Lighthouse Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53402/ajhas.v2i1.268

Abstract

Based on the rules from the government contained in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 31 of 2019, the Public Health Center information system can be implemented electronically so that the data obtained can be stored safely. An electronic health center information system must have an application, an internet, and a local network (LAN). This can also support Health Promotion activities through electronic media and online reporting to the Minister of Health of the Republic of Indonesia. This research aims to apply innovative health education to the problem of low Tuberculosis patient visits. This is done by analyzing a fishbone diagram and determining priority solutions to problems that have resulted in no real follow-up plans (RTL) so that targets have not been met and there has been no evaluation action at the Parongpong Health Center. This activity is carried out in several stages, namely 1) problem analysis with fishbone, 2) USG (urgency, seriousness, growth), and 3) SWOT analysis. Furthermore, counseling was carried out to all people in the Parongpong sub-district. The results obtained from calculating the score using the SWOT analysis are to make regulations on procedures and standard operating procedures (SOP) for the use of the Tuberculosis Information System (SITB) to optimize health information management at the Parongpong Health Center, West Bandung Regency, Indonesia.
The Relationship Between Family Support and Medication Adherence in Type 2 Diabetes Patients at Cililin Hospital, Bandung, Indonesia Kartini, Yayu; Tohri, Tonika; Warna, Mawar Puspa
Health Dynamics Vol 1, No 12 (2024): December 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd11204

Abstract

Background: Diabetes mellitus is often called the silent killer and often causes complications for sufferers that require long-term treatment. Family support is the involvement provided by the family to the patient which includes a positive attitude, affirmation and assistance. Compliance is the degree to which patients carry out treatment methods and behavior recommended by health workers. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence to type 2 diabetes mellitus patients at the internal medicine polyclinic of Indonesian Hospital. Methods: Categorical comparative analysis in 2 groups was not paired with a cross-sectional approach. The population in this study is 325 respondents. Sampling was determined using the purposive sampling technique as many as 77 respondents who met the criteria. The instruments in this study used the Nursalam social family support questionnaire and the MMAS-8 (Morisky Medication 8-item Adherence Scale) questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Fisher Exact test. Results: The results of the fisher exact test obtained a p-value of 0.00 or <0.05, namely there was a relationship between family support and medication adherence in type 2 diabetes mellitus patients. Conclusion: There is a significant relationship between family support and medication adherence in patients with type 2 diabetes mellitus at the internal medicine polyclinic of Cililin Hospital.
EDUKASI MASYARAKAT TENTANG PEMBERIAN TEH DARI EKSTRAK BUAH BIT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA RW 12 KOTA CIMAHI Warna, Mawar Puspa; Indahsah; Yuli Peristiowati; Yootje Wulandini
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6923

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling penting. Kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis ini berdampak pada perkembangan fisik anak dan perkembangan kognitifnya di masa depan. Buah Bit memiliki beberapa nutrisi yang diantaranya adalah besi, folat, niacin, pyridoxine, vit.A, v it.C, sodium, kalium, magnesium, potasium, mineral, kalsium, betaine, seng dan lainnya.. Tujuan: meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan buah bit dalam pencegahan stunting Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi berupa sosialisasi dan demonstrasi pemanfaatan buah bit , disertai pre-test dan post-test pada 30 peserta dengan di wilayah kerja Puskesmas Cimahi Selatan. Hasil: Adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan peserta, dengan kategori hasil distribusi pengetahuan mengalai pergeseran positif dan mayoritas kategori (33,3%) menjadi mayoritas kategori baik (80%).Hal ini membuktikan bahwa edukasi berbasis pemnfaatan buah bit dapat meningkatkan pemahaman masyrakat tentang pengendalian stunting sebagai upayapencegahan stunting Kesimpulan: kegiatan edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, serta berpotensi diimplementasikan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan berbasis herbal.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA USIA 14-16 TAHUN TENTANG PENCEGAHAN APENDISITIS DI SMPN 2 PANGALENGAN TAHUN 2026 Fajrian, Deril; Tohri, Tonika; Warna, Mawar Puspa; Istianah, Istianah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.9217

Abstract

Latar Belakang : Apendisitis merupakan penyakit gastrointestinal yang sering terjadi pada remaja. Data Puskesmas Sukamanah Pangalengan menunjukkan peningkatan kasus dari tahun ke tahun semakin meningkat terutama pada kalangan remaja. Studi pendahuluan di SMPN 2 Pangalengan terdapat 10 siswa menunjukkan kurangnya pengetahuan tentang pencegahan Apendisitis, Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan Apendisitis. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja usia 14-16 tahun tentang pencegahan apendisitis di SMPN 2 pangalengan sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi kesehatan tentang pencegahan apendisitis Bahan dan metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan one group pretest-posttest pada siswa kelas IX SMPN 2 Pangalengan usia 14-16 tahun dengan jumlah reisponden 38 siswa tentang pencegahan Apendisitis. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan metode PPT dan Poster. Data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa sebeiluim diberikan intervensi eduikasi kesehatan mengenai pencegahan Apendisitis dari 38 responden , mayoritas responden nya yang peingetahuian kurang sejuimlah 30 responden (78,9%), respondein yang pengetahuan cukup sejuimlah 8 respondein (21,1%), dan respondein yang pengetahuan baik sejumlah 0 responden . Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah diberikan intervensi edukasi kesehatan tentang Peincegahan Apendisitis dari 38 responden ,reisponden yang memiliki pengetahuan baik sejumlah 37 responden (97,4%), responden yang memiliki pengetahuan cukup sejumlah 1 responden (2,6%), dan reipondein pengetahuan kurang sejumlah 0 responden . Hasil penelitian sebelum dibeirikan intervensi dan sesudah dibeirikan intervensi mengalami peningkatanyang signifikan dengan nilai p value 0,001. yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan Kesimpulan : Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan antara pemberian edukasi kesehatan dengan peningkatan pengetahuan remaja tentang pencegahan apendisitis. Uintuik pengetahuan pencegahan apendisitis, diperoleh nilai p-value < 0,001 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah dibeirikan edukasi kesehatan. Hasil ini meimbuiktikan bahwa hipoteisis alternatif (Ha) diteirima dan hipoteisis nol (H0) ditolak, yang berarti edukasi kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja usia 14-16 tahun tentang pencegahan Apendisitis di SMPN 2 Pangalengantahun 2026