Abdul Ganing
Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Mamuju

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat dalam Perbaikan Sarana Sanitasi dalam Pencegahan Stunting di Lingkungan Kadolang Kelurahan Mamunyu Siti Rahmah; Abdul Ganing
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: April
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor sanitasi dan kebersihan lingkungan berpengaruh untuk kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak karena anak usia di bawah dua tahun rentan terhadap berbagai infeksi dan penyakit. Kondisi sanitasi yang buruk akan berdampak negatif di banyak aspek kehidupan, mulai dari turunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat, tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat, meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya beberapa penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ceramah, yaitu melakukan penyuluhan dengan tema “Peran Sanitasi dalam Pencegahan Stunting” dan kegiatan fisik, yaitu melakukan kegiatan kerja bakti bersama untuk membersihkan sarana santasi yang telah ada lalu melakukan perbaikan sarana sanitasi sehingga menjadi layak. Sasarannya adalah masyarakat di Lingkungan Kadolang Kelurahan Mamunyu. Pihak yang terkait adalah dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju, mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Mamuju, Kepala Lingkungan Kadolang, dan masyarakat Lingkungan Kadolang. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat di Lingkungan Kadolang telah mendapatkan penambahan pengetahuan mengenai hubugan stunting dan sanitasi serta sarana sanitasi yang ada di Lingkungan Kadolang menjadi lebih layak digunakan dari sebelumnya setelah dilakukan perbaikan melalui pemberdayaan masyarakat sekitarnya.
ANGKA KUMAN UDARA SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS UDARA DI RUANG TUNGGU PUSKESMAS Fahrul Islam; Yonan Yonan; Abdul Ganing; Haeranah Ahmad
Hasanuddin Journal of Public Health (HJPH) Vol. 7 No. 2: JUNE 2026
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v7i2.50308

Abstract

Latar Belakang: Kualitas udara dalam ruangan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pasien, pengunjung, serta petugas. Ruang tunggu puskesmas merupakan area berisiko mengalami pencemaran mikrobiologis udara karena digunakan oleh banyak orang dalam ruang terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kuman udara sebagai indikator kualitas udara di ruang tunggu Puskesmas Tampapadang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan analisis korelasi eksploratif. Sampel berupa udara ruang tunggu yang diambil selama tiga hari pengukuran pada bulan Juni 2025 pukul 10.00 WITA menggunakan teknik volumetric air sampling dengan microbiological air sampler. Parameter yang diukur meliputi angka kuman udara, suhu, kelembapan, pencahayaan, luas ventilasi, dan kepadatan hunian. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap baku mutu yang berlaku, serta uji Spearman untuk melihat kecenderungan hubungan antarvariabel. Hasil: Rata-rata angka kuman udara adalah 90 CFU/m³ dan masih memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023, yaitu kurang dari 180 CFU/m³. Namun, parameter fisik lingkungan belum memenuhi syarat, meliputi suhu 31,2°C, kelembapan 26,67%, pencahayaan 85,6 lux, luas ventilasi 0,27 m², dan kepadatan hunian (luas ruang per orang) 0,28–0,41 m²/orang. Hasil uji Spearman menunjukkan kecenderungan hubungan antara parameter fisik lingkungan dan angka kuman udara, tetapi perlu ditafsirkan hati-hati karena jumlah pengukuran terbatas. Kesimpulan: Angka kuman udara masih memenuhi standar, tetapi kondisi fisik ruang tunggu belum optimal. Perbaikan ventilasi, pengaturan jumlah pengunjung, dan pemantauan kualitas udara secara berkala diperlukan untuk menjaga kualitas udara ruang tunggu puskesmas.