Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MESIN PENGASAP BAGI USAHA RUMAH TANGGA SE’I IKAN DI SEKITAR PANTAI KELURAHAN OEBA KOTA KUPANG Jahirwan Ut Jasron; Gusnawati Gusnawati; Reinner Ishaq Lerrick
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19662

Abstract

ASBTRAKIkan merupakan salah satu spesies yang banyak diminati oleh konsumen termasuk di Kota Kupang. Salah satu perolehan ikan di Kota Kupang di dapat dengan cara tangkapan dari laut yang jumlahnya cukup melimpah. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan selain langsung dijual untuk dikomsumsi ada pula yang dikeringkan secara alami dengan proses penggaraman dan bantuan sinar matahari. Setelah kering maka ikan tersebut dapat disimpan dan dijual segera. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan yaitu pengeringan ikan sangat tergantung dengan kondisi alam dan kadang cepat busuk karena kurangnya proses pengeringan sehingga menyebabkan nilai jual, cita rasa ikan yang dijual oleh nelayan ini menjadi jatuh. Selain itu ada juga yang mengolah hasil tangkapan dengan metode pengasapan. Untuk menghasilkan ikan asap bermutu, perlu pengetahuan tentang teori kesegaran ikan yang meliputi proses kemunduran mutu ikan, penanganannya untuk mempertahankan kesegaran ikan, penilaian kesegaran ikan baik secara subjektif (organoleptik) maupun secara objektif (laboratory). Selanjutnya, teknik pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, bahan asap, bahan pembantu, waktu dan suhu pengasapan, pengemasan, penyimpanan yang baik dan sesuai dengan SNI ikan asap,Dari pantauan dan hasil wawancara dengan salah satu usaha pengasapan ikan di kelurahan Oeba diperoleh data bahwa mereka sudah memulai usaha sejak tahun 2012 dengan kebutuhan ikan bahan baku sekitar 40 kg/hari namun peralatan yang digunakan masih sangat tradisionil. Program pengabdian pada masyarakat ini mencoba memberikan aplikasi praktis terapan di bidang perikanan dengan cara, pembekalan soft skill kepada beberapa masyarakat yang tergabung dalam sebuah usaha industri rumah tangga untuk dapat menerapkan teknik pengasapan ikan. Sementara itu mitra se’i ikan,  berperan dalam penyediaan lahan untuk bagi pemanfaatan mesin pengasap. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mesin pengasap telah  berfungsi dengan baik dan dapat dioperasikan oleh mitra tanpa hambatan yang berarti. Kata Kunci: se’i ikan; mesin pengasap; industri rumah tangga. ASBTRACTFish is a species in excellent consumer demand, including in Kupang City. One of the fish harvests in Kupang City is caught by catching them from the sea, which is relatively abundant. Apart from being directly sold for consumption, the fish caught by fishermen are also dried naturally with the salting process and the help of sunlight. Once dry, the fish can be stored and sold immediately. This condition raises problems, namely, the drying of fish is very dependent on natural conditions, and sometimes it spoils quickly due to a lack of drying process, causing the selling value and taste of the fish sold by these fishermen to fall. Apart from that, some process their catch using the smoking method. To produce quality smoked fish, knowledge of fish freshness theory is needed. It includes decreasing fish quality, handling it to maintain freshness, and assessing fish freshness subjectively (organoleptic) and objectively (laboratory). Furthermore, processing techniques start from selecting raw materials, smoked ingredients, supporting materials, smoking time and temperature, packaging, good storage, and following SNI smoked fish. They started their business in 2012 with a raw material fish requirement of around 40 kg/day, but the equipment used is still very traditional. This community service program tries to provide practical applications in fisheries by providing soft skills to several members of the home industry to apply fish-smoking techniques. Meanwhile, the fish se'i partners play a role in providing land for smoking machines. The activity results show that the smoking machine is functioning well and can be operated by partners without significant obstacles. Keywords: fish se'i; smoking machine; home industry
Pembuatan Polymer Inclusion Membrane (PIM) Teremban 2,4,5-Trimetoksikalkon dan Uji Kompatibilitasnya Reinner Ishaq Lerrick; Darius Toge Kore; Philiphi de Rozari; Febri Odel Nitbani; Fidelis Nitti; Johnson N Naat
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 2 (2025): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.2.96111.305-314

Abstract

Polymer Inclusion Membrane (PIM) telah menjadi perangkat baru untuk mengekstraksi ion logam terutama dari larutan, karena selektivitas dan sensitivitasnya yang mudah disesuaikan melalui pembuatannya yang mudah. Ragam senyawa ekstraktan telah banyak dikembangkan dalam studi ekstraksi logam berbasis PIM. Namun, senyawa kalkon dan turunannya yang umum diketahui sebagai ekstraktan dan sensor logam, belum ditemukan penggunaannya dalam studi terkait PIM. Pada riset ini, senyawa 2,4,5-trimetoksikalkon, disintesis dari oksidasi minyak asaron asal Timor menggunakan ozon dan diikuti oleh reaksi kondensasi aldol dengan asetofenon, akan diembankan ke dalam matriks PIM PVC/D2EHPA. PIM yang disiapkan tersebut kemudian dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy (SEM), serta dipelajari kompatibilitasnya. PIM yang mengandung 60% PVC, 40% D2EHPA dan berbagai konsentrasi 2,4,5-trimetoksikalkon (25, 20, 15, 10, dan 5 ppm) mempunyai sudut kontak air masing-masing sebesar 51,939º, 51,665º, 51,318º, 51,151º, dan 50,863º; serta nilai penyerapan air masing-masing sebesar 9,80%; 9,82%; 9,54%; 9,68%; dan 9,76% yang menunjukkan bahwa PIM yang dihasilkan bersifat hidrofilik. Sementara itu, hasil pengukuran kuat tarik dan persentase perpanjangan menunjukkan bahwa PIM tersebut bersifat fleksibel dengan nilai yang diperoleh masing-masing 12,15; 11,96; 11,91; 10,95; 10,22 MPa dan 32,7; 86,6; 127; 156,7; 166,7%.Preparation of Polymer Inclusion Membrane (PIM)-Embedded 2,4,5-Trimethoxychalcone and Its Compatibility Study. Polymer Inclusion Membrane (PIM) has become an emerging device for extracting metal ions, especially from solution, due to its selectivity and sensitivity fine-tuned through facile preparation. Chalcones, as well as their derivatives, which are known as metal extractants and sensors, have not been employed in PIM-related studies. In this research, the compound 2,4,5-trimethoxychalcone, synthesized sequentially over Timor’s asarone oil oxidation using ozone, followed by Aldol condensation reaction with acetophenone, was embedded into the PVC/D2EHPA PIM matrices. The prepared PIM was then characterized using Fourier transform infrared (FTIR) and Scanning electron microscopy (SEM), and was studied for its compatibility. PIM contained 60% PVC, 40% D2EHPA and varied 2,4,5-trimethoxychalcone (25, 20, 15, 10, and 5 ppm) had water contact angles values of 51.939º, 51.665º, 51.318º, 51.151º, 50.863º, and water uptake of 9.80%, 9.82%, 9.54%, 9.68%, 9.76% respectively, which indicated that the resulting PIM was hydrophilic. Meanwhile, the tensile strength and elongation percentage showed that those PIM were flexible with the obtained values of 12.15, 11.96, 11.91, 10.95, 10.22 MPa and 32.7, 86.6, 127, 156.7, 166.7%, respectively.