Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEGIATAN WISATA MANGROVE MENJADI KAWASAN EDUWISATA DI KELURAHAN OESAPA BARAT KOTA KUPANG Lebrina Ivantry Boikh; Asriati Djonu; Novi Theresia Kiak; Januaria Orsela Bria; Rico Tenis; Audra Dyfa Tharriesitha Putry Sigit; Priastuti Adangla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19667

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang paling produktif dibandingkan dengan sistem ekologi lainnya. Penerapan pendekatan eduwisata pada wisata mangrove bertujuan untuk menggabungkan nilai-nilai edukasi, konservasi, dan keberlanjutan dalam satu rangkaian kegiatan. Metode yang digunakan adalah penyuluha dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melakukan rehabilitasi dan konservasi serta pemahaman mengelola dan melestarian ekowisata mangrove menjadi kawasan eduwisata. Untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan edukasi mangrove diberikan bibit mangrove sebanyak 1000 buah, polybag, materi edukatif berupa poster dan lifleat. Manfaat pengembangan wisata mangrove bagi masyarakat adalah meningkatkan nilai edukasi, ekologi, sosial dan ekonomi bagi masyarakat, pengelola dan pengunjung..Kata kunci: mangrove; ekowisata; oesapa barat ABSTRACTMangrove ecosystem is one of the most productive ecosystems compared to other ecological systems. The application of the edu-tourism approach to mangrove tourism aims to combine the values of education, conservation, and sustainability in one series of activities. The methods used are counseling and mentoring. The results achieved were that participants gained knowledge and skills to carry out rehabilitation and conservation as well as an understanding of managing and preserving mangrove ecotourism into an edu-tourism area. To support the sustainability of mangrove education management, 1000 mangrove seeds, polybags, educational materials in the form of posters and lifleats were given. The benefits of mangrove tourism development for the community are to increase educational, ecological, social and economic value for the community, managers and visitors. Keywords: mangroves; ecotourism; oesapa barat.
Pelatihan Instalasi Aquaponik sebagai Fasilitas Eduwisata di Kolam Ikan Nunneo, Kabupaten Kupang Monika Karnini Emba; Wesly Pasaribu; Yohanes Anggi Bony; Audra Dyfa Tharriesitha Putry Sigit; Maria Stefani Geraldin Taruk; Jefrianus Nggadu
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2487

Abstract

Akuaponik menggabungkan hidroponik dan akuakultur dan memiliki kontribusi penting dalam produksi pangan, terutama pada untuk ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan pembuatan akuaponik dari bahan polivinil klorida (PVC) dan pot net serta pembuatan akuaponik dari bahan bekas minuman mineral dengan rangka bambu untuk sarana edukasi pangan rumah tangga dalam mencegah stunting di Edu-wisata Kolam Ikan Nunneo, Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meluputi penyuluhan dan praktek pembuatan akuaponik, dimana pada penyuluhan dilakukan edukasi mengenai sistem akuaponik dengan menggunakan bahan pipa PVC-net pot dan bambu-limbah kemasan mineral plastik, cara bercocok tanam sistem akuaponik dan memperkenalkan manfaat akuaponik dalam menghasilkan ikan sebagai sumber protein dan sayuran. Pada saat praktek dilakukan instalasi dua set akuaponik model tingkat dan rak serta pembuatan satu set akuaponik dari bahan bekas. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 26 Agustus 2023 dengan melibatkan Kelompok Tani Tunas Muda Buraen Kupang yang dihadiri oleh 20 orang peserta. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil evaluasi pengabdian masyarakat menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan peningkatan keterampilan kelompok Tani Tunas Muda. Hal ini dapat dilihat dari terinstalasinya dua set akuaponik dari bahan PVC dan satu set akuaponik dari bahan bekas. Evaluasi kepuasan peserta pelatihan menunjukkan kategori nilai rata-rata tinggi (setuju-sangat setuju) dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Hal ini menjadi indikator bahwa pengabdian masyarakat pembuatan akuponik menjadi fasilitas edukasi di kolam Ikan Nunneo direspon positif oleh mitra.