Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Review : Bahan lokal dalam pakan sebagai alternatif terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan bandeng (Chanos chanos) Asriati Djonu; Wesly Pasaribu
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.583 KB)

Abstract

Pertumbuhan dan kelulushidupan ikan sangat bergantung pada pakan. Kandungan nutrisi dalam pakan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas pakan. Tujuan dari studi review literatur ini adalah untuk mengulas penggunaan bahan lokal baik subtitusi maupun penambahan dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelulushidupan ikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan penelusuran studi review literatur. Data sekunder adalah jenis data yang digunakan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh akan dilakukan analisa dan review. Studi review literatur menggunakan jurnal hasil penelitian terdahulu dan dilakukan dengan mengelompokan hasil penelitian pada satu topik yaitu penggunaan bahan lokal dalam pakan sebagai alternatif dan mengulas hasilnya terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan.
KAJIAN PUSTAKA : PENGGUNAAN BAHAN HERBAL UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT BAKTERIAL IKAN AIR TAWAR Wesly Pasaribu; Asriati Djonu
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.084 KB)

Abstract

Abstrak - Panyakit pada ikan yang disebabkan infeksi bakteri menyebabkan kerugian pada budidaya ikan. Penggunaan obat kimia dan antibotik pada ikan telah dibatasi karena efek residu dan resistensi obatnya. Sebaliknya dilakukan usaha meningkatan pencegahan dan pengobatan penyakit ikan dengan memanfaatkan bahan herbal. Artikel ini mengulas penelitian-penelitian penggunaan bahan herbal yang berdampak pada peningkatan imunitas dan ketahanan terhadap penyakit bakterial dengan focus pembahasan pada jenis tumbuhan, kandungan kimia dan metode pemberian pada ikan. Artikel mengusulkan perlunya penelitian tentang pemurnian dan cara produksi bahan herbal secara massal yang lebih murah serta mudah diterapkan dalam budidaya ikan air tawar. Kata Kunci : Herbal, Bacteri, Ikan Air Tawar Abstract - Bacterial diseases in fish cause losses in fish farming. The use of chemical drugs and antibiotics is limited due to residual effects and resistance. As a result, herbal are being increasingly used, studies have shown that herbal can be increasing the immunity and antibacterial activity of freshwater fish.. This article proposes the need for research on purification and mass production methods of herbal ingredients that are low cost and easier to apply in freshwater fish farming. Keyword : Herbal, Bacterial, Freshwater Fish
PROFIL NUTRISI DAN ANALILIS USAHA PRODUK NUGGET IKAN LELE (Clarias gariepenus) PADA UKM RUKUN 201 Asriati Djonu; Happy Nursyam; Lebrina I. Boikh
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.156 KB)

Abstract

Abstrak - UKM Rukun 201 adalah usaha kecil dan menengah yang berada di Desa Sirnoboyo Kabupaten Pacitan Jawa Timur. UKM ini bergerak dibidang budidaya dan pengolahan produk perikanan salah satunya adalah nugget ikan lele (Clarias gariepenus). Studi ini bertujuan untuk mengetahui kandungan nutrisi dan analisis usaha pada produk nugget ikan lele. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Hasil yang diperoleh pada studi ini adalah proses pembuatan nugget ikan lele meliputi proses pemfilletan, penggilingan daging ikan, pencampuran bahan, pengukusan, pendinginan, penggorengan, pengemasan dan penyimpanan produk. Kandungan nutrisi pada produk nugget ikan meliputi kadar protein sebesar 10,61%; kadar lemak 8.62%; kadar air 60.01%; kadar abu 2.02% dan kadar karbohidrat 18.74%. Hasil analisis usaha dengan produksi perhari 40 pack dan pertahun 3840 pack menghasilkan R/C ratio 1.58 dengan persen BEP sebesar 15%. Kata Kunci : Analisis Usaha, Clarias gariepenus, Diversifikasi Produk, Nugget, Nutrisi. Abstract - UKM Rukun 201 is a small and medium enterprise located in Sirnoboyo village, Pacitan regency, East Java. This UKM is engaged in aquaculture and processing fishery products, one of which is catfish nuggets (Clarias gariepenus). This study aims to determine the nutritional content and business analysis of catfish nugget products. The method used is descriptive method using primary and secondary data. The results obtained in this study are the process of making catfish nuggets including the filling process, grinding of fish meat, mixing of ingredients, steaming, cooling, frying, packaging and product storage. The nutritional content of fish nugget products includes protein content 10.61%; fat content 8.62%; water content 60.01%; ash content 2.02% and carbohydrate content 18.74%. The results of business analysis with daily production of 40 packs and annual production of 3840 packs resulted in an R/C ratio of 1.58 with a BEP percent of 15%. Keywords : Business Analysis, Clarias gariepenus, Nuggets, Nutrition, Product Diversification
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP POTENSI SUMBERDAYA PESISIR DI DAERAH LILIFUK DESA BOLOK Lebrina Ivantry Boikh; Ida Ayu Lochana Dewi; Donny Mercys Bessie; Asriati Djonu
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.794 KB)

Abstract

Abstrak- Pembangunan wilayah pesisir berkembang dengan pesat seiring pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Kondisi ini dapat mengancam ekosistem dan potensi pesisir terutama kawasan yang masih memiliki kearifan lokal. Lilifuk merupakan suatu kearifan lokal dalam pengelolaan daerah perlindungan laut yang mengedepankan nilai-nilai budaya dan adat istiadat. Sikap masyarakat perlu diukur untuk memberikan respon terhadap potensi sumberdaya pesisir di daerah kearifan lokal Lilifuk. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2010. Lokasi penelitian di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan induktif (Moleong, 2000). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi dokumentasi, observasi dan Wawancara mendalam (In depth Interview) dengan instrumen penelitian berupa kuisioner. Wawancara dilakukan dalam bentuk Focus Group Discusion (FGD). Responden penelitian adalah tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa, masyarakat setempat dan orang luar yang memanfaatkan dan berperan pengelolaan Lilifuk di Desa Bolok dengan jumlah sampel sebanyak 67 orang. Analisis data dimulai dengan menyeleksi data, tabulasi data, standarisasi data dan interpretasi data. Standarisasi Data menggunakan skala pengukuran Likert. Hasil penelitian menunjukkan persepsi masyarakat terhadap potensi sumberdaya perikanan di daerah Pesisir Desa Bolok dengan kriteria Baik. Kata Kunci : Persepsi, Lilifuk, Desa Bolok
Microstructure With Scanning Electron Microscope And Sensory Characteristics In Nori Red Algae (Gracilaria Gigas) Pinctada Putri Pamungkas; Asriati Djonu
AGRITEPA: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : UNIVED Press, Dehasen University Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/agritepa.v9i2.2786

Abstract

Gracilaria is a red algae seaweed (Rhodopyceae) and can be developed by being cultivated in the sea, ponds and river estuaries. Red seaweed of the Gracilaria sp species is found and cultivated as a source of raw material for the production of food grade agar in Indonesia. Gracilaria gigas type seaweed has the potential as a raw material in the manufacture of nori products. Utilization of Indonesian local seaweed, will minimize imports of seaweed from various seaweed-producing countries. Gracilaria gigas red seaweed contains 5.84% water content, 0.44% fat content, 7.27% crude fiber, 23.76% protein, 11.92% ash, 180.52% carbohydrates and 19,922 IC50 antioxidants. mg AAE/g. Acceptance of Nori made from Gracilaria gigas seaweed using sensory analysis with the RATA (Rate All That Apply) method, sensory testing was carried out using 8 test parameter attributes, resulting for the parameters tested for salty taste of 2.05, seaweed taste of 1.50, aroma seaweed 1.35, crunchy texture 1.50, smooth texture 2.00, thick texture 1.35, green color 1.25 and elasticity 1.50. For microstructural analysis using a Scanning Electron Microscope with a magnification of 5000x.
Pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio) yang dipelihara dengan pH yang mengalami penurunan menggunakan rendaman daun ketapang (Terminalia catappa) Beatrix Neuman; Yuliana Salosso; Asriati Djonu
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 22, No 1 (2023): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v22i1.2661

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu  ikan air tawar yang mengandung nutrisi yang tinggi dan mempunyai nilai ekonomis yang penting sehingga ikan ini banyak dibudidayakan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan ikan mas (Cyprinus carpio) yang dipelihara dengan pH  yang mengalami penurunan  menggunakan rendaman daun ketapang (Terminalia catappa). Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan yang dicoba adalah A (rendaman daun ketapang 3 gram dengan air  PDAM 10 liter), B (rendaman daun ketapang 5 gram dengan air PDAM 10 liter) dan C (rendaman daun ketapang 7 gram dengan air PDAM 10 liter). Pengulangan setiap perlakuan dibuat sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunj ukan rendaman daun ketapang dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap penurunan pH air dan kelangsungan hidup ikan mas. Hasil terbaik untuk penurunan pH dan pertumbuhan mutlak) perlakuan C (7 g daun ketapang dengan 10 L air PDAM) dengan penurunan pH 1.73 dan rata-rata hasil terbaik untuk  pertumbuhan mutlak 6.39 g. dengan presentasi kelulushidupan terbaik ditemukan pada perlakuan C (7 g daun ketapang dengan 10 L air PDAM) dengan persentase kelulushidupan 96,67%. nilai parameter kualitas air selama penelitian cenderung stabil pada suhu berkisaran 25,10oC-25,71oC dan oksigen terlarut (DO) 7.77-7.99 ppm.
Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan Kombinasi Madu dan Patikan Kerbau (Euphorbia hirta): Prevention of Aeromonas hydrophila Bacteria Infection in Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) by Ccombination of Madu and Patikan Kerbau (Euphorbia hirta) Jumina, Maksima; Yuliana Salosso; Asriati Djonu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 1 (2024): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.01.10

Abstract

Penyakit ikan adalah kendala yang sering dijumpai dalam kegiatan budidaya ikan. Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan bakteri penyebab munculnya penyakit MAS (Motile Aeromonad Septicemia). Penggunaan antibiotik merupakan salah satu cara penanggulangan penyakit ikan. Namun penggunaan antibiotik secara berlebihan dan dalam jangka panjang menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik serta tidak ramah lingkungan. Penggunaan bahan alam seperti madu dan patikan kerbau (Euphorbia hirta) sebagai imunostimulan dapat pertahanankan tubuh ikan terhadap infeksi bakteri A. hydrophila. Madu dan patikan kerbau (E. hirta) memiliki komponen antibakteri seperti flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, polifenol, hydrogen peroksida serta kandungan gula pada madu yang mampu melawan bakteri. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi madu dan patikan kerbau (E. hirta) serta perbandingan kombinasi yang baik dalam menghambat infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan lele dumbo. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 3 perlakuan perbandingan kombinasi dengan ulangan sebanyak 3 kali serta serta 2 perlakuan kontrol (Negatif dan positif) sebagai pembanding. Perbandingan kombinasi yang digunakan yaitu 2 : 1 (1000 ml madu + 500 ml  air rebusan patikan kerbau), 1,5 : 1,5 (750 madu + 750 air rebusan patikan kerbau) dan 1 : 2 (500 ml madu + 1000 ml air rebusan patikan kerbau). Pencegahan dilakukan dengan merendam ikan pada setiap perlakuan perbandingan sekitar 1 - 2 menit selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukan pencegahan infeksi bakteri A. hydrophila pada ikan lele dumbo menggunakan kombinasi madu dan patikan kerbau tidak memberikan pengaruh nyata ditinjau dari paramater hematologi (Eritrosit, leukosit dan hemoglobin), parameter kelulushidupan dan pertumbuhan mutlak.  Namun parameter gejala klinis menunjukkan pengaruh positif terlihat dari gejala klinis yang ditimbulkan pasca infeksi bakteri yang lebih ringan.Fish disease is an obstacle that is often encountered in aquaculture activities. The bacteria Aeromonas hydrophila is the bacteria that causes the disease MAS (Motile Aeromonad Septicemia). The use of antibiotics is one way to control fish diseases. However, excessive and long-term use of antibiotics causes bacterial resistance to antibiotics and is not eco-friendly. The use of natural ingredients such as honey and buffalo starch (Euphorbia hirta) as immunostimulants can defend the fish's body against infection with the A. hydrophila bacteria. Honey and buffalo starch (E. hirta) have antibacterial components such as flavonoids, tannins, saponins, terpenoids, polyphenols, hydrogen peroxide and sugar content in honey which can fight bacteria. This research was carried out with the aim of finding out the effect of giving a combination of honey and buffalo patikan (E. hirta) as well as a good comparison of the combination in inhibiting A. hydrophila bacterial infection in African catfish. The research used a Completely Randomized Design consisting of 3 treatment combinations with 3 replications and 2 control treatments (negative and positive) as comparisons. The ratio of combinations used is 2 : 1 (1000 ml honey + 500 ml buffalo patikan boiled water), 1.5 : 1.5 (750 honey + 750 buffalo patikan boiled water) and 1 : 2 (500 ml honey + 1000 ml water buffalo stew). Prevention is carried out by soaking the fish in each treatment ratio for around 1 - 2 minutes for 30 days. The results of the study showed that preventing Aeromonas hydrophila bacterial infection in African catfish using a combination of honey and buffalo starch did not have a real effect in terms of hematological parameters (erythrocytes, leukocytes and hemoglobin), survival and absolute growth parameters. However, clinical symptom parameters show a positive influence as seen from the milder clinical symptoms that arise after bacterial infection.
The PERFORMA PERTUMBUHAN TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) DENGAN PEMBERIAN Sargassum sp Maria I. Menge; Nicodemus Dahoklory; Asriati Djonu
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.426

Abstract

Sargassum sp adalah rumput laut coklat yang dapat dimanfaatkan oleh teripang pasir sebagai sumber pakan alami karena kandungan nutrisi yang tinggi pada Sargassum sp yang dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk membantu proses pertumbuhan teripang pasir. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian Sargassum sp terhadap pertumbuhan teripang pasir. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan sebagai metode dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Pemberian Sargassum sp dengan jumlah yang berbeda dilakukan yaitu perlakuan A (100 g/wadah/minggu), B (150 g/wadah/minggu), C (200 g/wadah/minggu) dan Kontrol (tanpa pemberian Sargassum sp). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Sargassum sp berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan teripang pasir. Perlakuan C dengan pemberian Sargassum sp 200 g/wadah/minggu menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan pertumbuhan berat dan panjang mutlak sebesar 12.07 g dan 1.77 cm.
PENCEGAHAN INFEKSI BAKTERI Vibrio alginolyticus PADA IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus sp.) MENGGUNAKAN REBUSAN DAUN KERSEN (Muntingia calabura) Odilia Beto Tukan; Yuliana Salosso; Asriati Djonu
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.553

Abstract

Bakteri Vibrio alginolyticus merupakan bakteri gram negatif yang banyak ditemukan di lingkungan perairan laut karena bersifat halofilik. V. alginolyticus banyak menyerang ikan kerapu cantang dengan kondisi sistem imun yang lemah sehingga menyebabkan infeksi dan luka pada tubuh ikan serta kematian ikan. Daun kersen (Muntingia calabura) dapat  digunakan sebagai salah satu bahan herbal dalam mencegah penyakit bakterial pada ikan karena mengandung zat antibakteri yakni flavonoid, saponin dan tanin yang dapat merusak aktivitas bakteri. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi rebusan daun kersen dalam mencegah infeksi bakteri V. alginolyticus pada ikan kerapu cantang (Epinephelus sp.). Metode yang digunakan yaitu metode perendaman dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Konsentrasi rebusan daun kersen yang digunkan yaitu perlakuan A (30 ml/l), perlakuan B (60 ml/l) dan perlakuan C (80 ml/l) serta ditambah kontrol positif (ikan tanpa pemberian rebusan daun kresen dan tanpa infeksi) dan kontrol negatif (ikan tanpa pemberian rebusan daun kersen dan diinfeksi) sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan rebusan daun kersen dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap parameter darah (eritrosit, leukosit dan hemoglobin). Data gejala klinis perlakuan pencegahan infeksi V. alginolyticus yaitu perlakuan C dengan rendaman 80 ml/lmemiliki rata-rata eritrosit sebesar 108,3x104 sel/mm3, leukosit sebesar 6,13x104 sel/mm3 dan hemoglobin sebesar 3,99 g/dL menghasilkan gejala klinis lebih baik dibandingkan perlakuan A dengan rendaman 30 ml/l dan perlakuan B dengan rendaman 60 ml/l.
PENGEMBANGAN KEGIATAN WISATA MANGROVE MENJADI KAWASAN EDUWISATA DI KELURAHAN OESAPA BARAT KOTA KUPANG Lebrina Ivantry Boikh; Asriati Djonu; Novi Theresia Kiak; Januaria Orsela Bria; Rico Tenis; Audra Dyfa Tharriesitha Putry Sigit; Priastuti Adangla
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19667

Abstract

ABSTRAKEkosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang paling produktif dibandingkan dengan sistem ekologi lainnya. Penerapan pendekatan eduwisata pada wisata mangrove bertujuan untuk menggabungkan nilai-nilai edukasi, konservasi, dan keberlanjutan dalam satu rangkaian kegiatan. Metode yang digunakan adalah penyuluha dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan melakukan rehabilitasi dan konservasi serta pemahaman mengelola dan melestarian ekowisata mangrove menjadi kawasan eduwisata. Untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan edukasi mangrove diberikan bibit mangrove sebanyak 1000 buah, polybag, materi edukatif berupa poster dan lifleat. Manfaat pengembangan wisata mangrove bagi masyarakat adalah meningkatkan nilai edukasi, ekologi, sosial dan ekonomi bagi masyarakat, pengelola dan pengunjung..Kata kunci: mangrove; ekowisata; oesapa barat ABSTRACTMangrove ecosystem is one of the most productive ecosystems compared to other ecological systems. The application of the edu-tourism approach to mangrove tourism aims to combine the values of education, conservation, and sustainability in one series of activities. The methods used are counseling and mentoring. The results achieved were that participants gained knowledge and skills to carry out rehabilitation and conservation as well as an understanding of managing and preserving mangrove ecotourism into an edu-tourism area. To support the sustainability of mangrove education management, 1000 mangrove seeds, polybags, educational materials in the form of posters and lifleats were given. The benefits of mangrove tourism development for the community are to increase educational, ecological, social and economic value for the community, managers and visitors. Keywords: mangroves; ecotourism; oesapa barat.