p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Utama Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Utama Teknik

PENENTUAN WAKTU STANDAR KERJA MEKANIK PERAWATAN BERKALA SEPEDA MOTOR HONDA CV. PON SERVIS SINGKIL Witri Gunarsih; Suliawati Suliawati; Luthfi Parinduri
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran waktu kerja adalah salah satu alat yang dapat digunakan perusahaan untuk menghitung produktivitas kerja para pekerjanya. Semua gagasan dan kebijakan yang diambil untuk usaha meningkatkan produktivitas tanpa dikaitkan dengan penanaman modal atau kapital seperti halnya penerapan proses mekanisme/otomatisasi semua fasilitas produksi dengan tingkat teknologi yang lebih canggih. CV. Pon Servis merupakan bengkel Honda di Kabupaten Aceh Singkil yang dapat melayani servis motor Honda terkait servis ringan, ganti oli rutin, ganti ban dan velg, ganti subraker, rem/ cakram, lampu dan lainnya. Proses perawatan mengandalkan tenaga-tenaga teknisis dalam mengerjakan perawatan suatu kendaraan, meskipun demikian untuk mengerjakannya dibutuhkan juga alat-alat sebagai pendukung perawatan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu standar yang dibutuhkan setiap mekanik dalam menyelesaikan setiap pekerjaan pada perawatan berkala sepeda motor Honda Matic di 1000km. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisa, yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan dan data-data yang ada, kemudian diolah, dianalisa dan diproses lebih lanjut menggunakan Metode Stopwatch Time Study dengan dasar-dasar teori yang dipelajari dan dijadikan sebagai bahan penelitian dan pembahasan sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan saran yang terbaik. Hasil akhir penelitian, dapat disimpulkan bahwa waktu standar dari pekerja I yaitu 820,96 detik, pekerja II yaitu 1.013,7 detik, dan pekerja III yaitu 998,75 dan dalam perhitungan waktu standar yang dilakukan berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa waktu standar terpilih dalam sekali pengerjaan adalah pekerja I yaitu 820, 96 detik dalam pengerjaan satu unit sepeda motor.
ANALISIS NILAI EFEKTIVITAS MESIN INJECTION MOULDING DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DI PT. NAMASINDO PLAS MEDAN Martua Raja Rangkuti; Suliawati Suliawati; Mahrani Arfah
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 1 (2022): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan produktivitas dan mempertahankan mutu menjadi fokus sebuah industri plastik. PT. Namasindo Plas Medan menerapkan total productive maintenance diharapkan industri mampu menjaga dan memperbaiki kinerja mesin guna mencapai efisiensi dan efektifitas. Mesin Injection Moulding (Netstal) memiliki kapasitas produksi yang lebih besar dibanding mesin lainnya, jika terjadi kendala pada mesin injection Moulding ini akan sulit dipenuhi. Karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi maintenance dan bagaimana tingkat efektivitas dari mesin injection moulding serta dapat memberikan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas mesin injection moulding (netstal). Dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, penelitian ini dilakukan selama 3 bulan yaitu oktober, november dan desember. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh nilai rata-rata Overall Equipment Efectiveness sebesar 72%. Hasil ini masih belum memenuhi standar yang ditetapkan yaitu 85%. nilai OEE yang tertinggi terjadi bulan Oktober minggu ke 3 dengan nilai 91% dan minggu ke 4 dengan nilai 85%. Sedangkan nilai OEE terendah terjadi pada bulan November minggu ke 1 dan ke 2 dengan nilai 54 % dan 52% yang disebabkan oleh rendahnya nilai Performance Rate. Penyebab besarnya Losses terdiri dari faktor mesin, manusia, lingkungan, dan material. Factor mesin dan manusia merupakan faktor yang paling dominan. Untuk mengurangi kerugian tersebut perusahaan harus melakukan pemeliharaan sesuai dengan jadwal maintenance yang sudah ada. Devisi maintenance harus melakuakan diskusi untuk membuat jadwal antara kegiatan maintenance dan produksi. Perusahaan juga memberi pemahaman target produksi kepada pekerja guna membangun motivasi pekerja. Kemudian perusahaan harus lebih memperhatikan kenyamanan operator dalam bekerja sehingga kelelahan bisa dikurangi.