This Author published in this journals
All Journal Buletin Utama Teknik
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN METODE MONONOBE DAN METODE VAN BREEN UNTUK PENGUKURAN INTENSITAS CURAH HUJAN TERHADAP PENAMPANG SALURAN DRAINASE Nadya Al Husna Purba; Anisah Lukman; Jupriah Sarifah
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 2 (2021): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drainase merupakan suatu sistem untuk menyalurkan air hujan. Evaluasi saluran drainase diperlukan untuk mengetahui kapasitas penampang dengan menghitung debit banjir rencana menggunakan metode Rasional dengan membandingkan metode Mononobe dan metode Van Breen pada intensitas curah hujannya . Analisa debit banjir rencana dilakukan dengan menghitung curah hujan rencana dengan metode distribusi yang dipilih yaitu Log Pearson Tipe III. Dari hasil analisa debit banjir rancangan periode ulang 2 tahun di dapat untuk metode Mononobe QRasional = 0,00486 m³/det sedangkan QEksisting = 0,7213 m³/det sementara untuk metode Van Breen QRasional = 0,14575 m³/det sedangkan QEksisting = 0,7213 m³/det pada bagian kanan. Dari hasil perbandingan QRasional dan QEksisting juga dapat diketahui bahwa penampang saluran drainase di JL. R.A. Kartini Kecamatan Lubuk Pakam baik kanan maupun kiri QRasional dengan metode Mononobe layak diigunakan dibangdingkan metode Van Breen. Berdasarkan bentuk penampang drainase, trapesium lebih mampu menampung debit curah hujan dibandingkan dengan bentuk persegi, yaitu dengan QRasional = 0,00486 m³/det sedangkan QEksisiting = 0,7213 m³/detsementara untuk bentuk persegi QRasional = 0,00486 m³/det sedangkan QEksisiting 0,3550 m³/det. Hasil evaluasi menunjukkan saluran drainase pada JL. R.A. Kartini Kecamatan Lubuk Pakam mampu menampung debit banjir rancangan Q2, Q5 dan Q10 dengan metode Mononobe.
ANALISA KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA BENDUNG SEI WAMPU DI KECAMATAN STABAT KABUPATEN LANGKAT M. A. Tamin Siregar; Anisah Lukman; Darlina Tanjung
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 3 (2020): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irigasi Sei Wampu yang berada di Kecamatan Stabat yang direncanakan dengan debit kebutuhan normal yang akan disadap sebesar 18,040 m3/dt dengan luas areal persawahan 10.991 hektar.Poros bendung yang direncanakan melintang sungai, tinggi bendung 9,234 meter,dengan jari-jari hidrolis 5,00 meter dari dasar sungai yang berada di elevasi + 24,22 m dan elevasi lantai depan + 19,22 m dengan bendung sebagai bangunan utamanya. Dasar perencanaan hidrolis bendung meliputi Debit Maksimum dan Minimum, Curah hujan dan debit banjir terhadap luas area yang dialiri. Kebutuhan air irigasi secara keseluruhan perlu diketahui karena merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi. Kebutuhan air irigasi adalah jumlah volume air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan evaporasi, kehilangan air, kebutuhan air untuk tanaman dengan memperhatikan jumlah air yang diberikan oleh alam melalui hujan dan konstribusi air tanah. Sumber air irigasinya berasal dari Sungai Sei Wampu. Faktor-faktor untuk menentukan kebutuhan ai ririgasi antara lain penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Dari hasil analisis dengan menggunakan metode Pennam dengan menggunakan sistem pola tanam Padi-Padi-Palawija dan menggunakan kebutuhan pengambilan 3 golongan dalam jangka waktu penyiapan lahan satu bulan, maka didapat besarnya nilai debit kebutuhan air irigasi maksimal masing-masing pada alternatif I 15,541 m3/dt, alternatif II 15,960 m3/dt, alternatif III 17,547 m3/dt di dapatkan nilai kebutuhan air irigasi maksimal yang terkecil yaitu 15,541 m3/dt.