Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SIMULASI PERBEDAAN DURASI PELAKSANAAN PROYEK ANTARA METODE BARCHART DENGAN PDM DAN PERT Yusrizal Lubis; Diana Suita
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 1 (2019): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu proyek konstruksi ditentukan oleh adanya langkah-langkah  perencanaan yang baik dan sistematis dimana seluruh proses yang ada di dalamnya dapat diimplementasikan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dengan tingkat penyimpangan minimal serta hasil akhir maksimal. Manfaat perencanaan penjadwalan bagi proyek adalah untuk mengetahui keterkaitan antar durasi kegiatan yang diperlukan serta kaitannya dengan kegiatan kritis (jalur kritis), dan untuk mengetahui probabilitas waktu penyelesaian seluruh pekerjaan proyek. Penelitian ini untuk membandingkan penerapan metode Barchart, PDM dan PERT pada proyek konstruksi jalan yang menggunakan metode barchart dalam penjadwalannya.Dari hasilperhitungan pada proyek kasus dengan menggunakan dasar metode Barchart (150 hari) lalu dibandingkan dengan metode PDM dan PERT, didapatkan durasi keseluruhan kegiatan proyek adalah 122 hari kerja dengan metode PDM. Sedangkan dengan menggunakan metode PERT dengan probabilitas 55%, dicapai durasi 120 hari, sementara dengan menggunakan metode PERT dengan probabilitas 99%, dicapai durasi 132 hari.Kata-Kata Kunci : Durasi Pelaksanaan Proyek, Barchart , PDM,  PERT
KAJIAN LONGSOR DI LOKASI P. 33 D.I LEMATANG KOTA PAGAR ALAM (SUMATERA SELATAN) Diana Suita
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 3 (2019): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Longsor yang terjadi di lokasi P 33 DI Lematang Kota Pagar Alam, harus ditangani dengan baik agar pekerjaan konstruksi berjalan dengan baik. Tanah pada lokasi P33 adalah tanah Tanah Residual dan Tuf Pasir Kerikilan, Tuf Pasiran dan Andesit Tuf Kerakalan, Tufa Kerikil Pasiran dan Andesit.Mengingat kondisi tanah seperti tsb, maka terjadi longsoran pada area P 33. Disebabkan kondisi tanah yang merupakan lanau kepasiran yang bila terkena surface run off akan menyisakan material pasir lepas,  Adanya sumber air pada daerah tertentu yang mengakibatkan adanya rembesan, dengan pengujian permeabilitas pada kedalaman 0.50 – 5.00 sebesar 4.93 × 10-4 kedalaman 5.00 – 10.00 sebesar 6.67 × 10-4 , kedalaman 10.00 – 15.00 sebesar 8.39 ×10-4 .  Kohesi tanah yang kecil. Oleh para ahli direncanakan solusi penanganan pada lereng atas adalah diperkuat dengan High tensie wiremesh dengan konfigurasi nailing 2.2 meter  x2.3 meter dengan kedalaman 10 meter.+ drainase dan pada lereng bawah adalah  drainase.  Akan tetapi melihat kondisi sekarang di lapangan, maka dilakukan perbaikan penanganan longsor dengan penanganan  membuat dinding penahan tanah pada bagian dasar, kemudian diberi perlindung pada bagian permukaan (surface) dan dapat ditumbuhi tanaman, mengendalikan pengaliran air tanah