Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Model Pintar Untuk Meningkatkan Aktivitas, Keterampilan Memecahkan Masalah Dan Hasil Belajar Siswa Muatan Matematika Di Kelas IV Sekolah Dasar Rahmawati; Aslamiah
Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran | E-ISSN : 3026-6629 Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this study is that learning is only one-way and less attractive to students resulting in low activity, problem-solving skills and student learning outcomes that do not meet the specified Minimum Completeness Category (KKM) standard of 75. The purpose of this study is to describe teacher activities and analyze student activity problem solving skills and learning outcomes using the PINTAR model. The approach used is a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (PTK) which is carried out in 3 meetings. The research subjects were fourth grade students at SDN Alalak Selatan 2 for the academic year 2022/2023, with a total of 22 students. The results showed: (1) teacher activity scored 34 very good categories, (2) student activity reached the very active category of 96%, (3) problem solving skills 86% and (4) classical mastery of student learning outcomes in cognitive, affective, and psychomotor (skills) by 100%. Based on the results of the study it can be concluded that activity, problem solving skills and student learning outcomes in mathematics content in the material of presenting data with bar charts using a combination of the PINTAR model in Class IV elementary schools have increased.
Kepuasan Pelanggan : Indikator Mutu Pendidikan Noor Khalidah; Rifa’atul Mahmudah; Citra Ayu Dewi Yulistiadi; Aslamiah; Celia Cinantya
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2429

Abstract

Studi ini menyoroti pentingnya kepuasan pelanggan sebagai indikator utama kualitas pendidikan dalam konteks Total Quality Management (TQM). Dengan memahami kebutuhan dan harapan pelanggan, lembaga pendidikan dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Dengan berfokus pada kepuasan pelanggan, lembaga pendidikan dapat memastikan bahwa kualitas pendidikan yang diberikan selalu terjaga dan ditingkatkan dari waktu ke waktu. Metode dalam artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data dengan memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan dalam pendidikan penting untuk diperhatikan, sebenarnya mutu pendidikan harus mencakup aspek yang lebih luas. Dengan meminta masukan dari pemangku kepentingan dan menerapkan perubahan berdasarkan saran mereka, lembaga pendidikan dapat memastikan bahwa mereka telah memenuhi kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan. Begitu pula RATER dalam kepuasan pelanggan menyoroti bahwa pelayanan prima memegang peranan besar dibandingkan kualitas produk dan harga. Dalam konteks pendidikan, analisis ini dapat dikaitkan dengan bagaimana layanan pendidikan mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pelanggan (siswa, orang tua, dan masyarakat).
Motivasi dan Perilaku Guru dalam Berinovasi (Studi Pada Kombel Basamaan SDN Abirau) Ahmad Widhoni; Rama Aditya Pratama; Rama Meiagriza; Aslamiah; Celia Cinantya
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6487

Abstract

This study aims to describe matters related to motivation, innovative teacher behavior, community support in schools, as well as obstacles and strategies to support teachers in innovating that are running at Abirau Elementary School, Banjar Regency. The techniques used in this study are using indirect interview techniques, observation, and documentation studies. The subjects of this study were the Principal of Abirau Elementary School. The data obtained was analyzed using descriptive qualitative methods. The results of the study indicate that motivation, innovative teacher behavior, and community support in Kombel Basamaan can be started by joining Kombel Basamaan which is the willingness of all parties in the school to improve skills and knowledge to have the opportunity to learn from fellow teachers who may have different experiences or approaches in teaching. This Kombel activity aims to create a more inclusive and effective learning environment innovation which is expected to be able to produce learning innovations and build strong collaboration between teachers. One of the strengthening strategies in Kombel in dealing with educational problems is the leadership role of the principal which is needed as well as being an active facilitator in the innovation process, providing encouragement and recognition for teacher efforts, so that teachers do not feel burdened and continue to feel accompanied.
KETIMPANGAN DUKUNGAN DALAM PENDIDIKAN: KETERBATASAN EKONOMI, TEKNOLOGI DAN KESIAPAN SISWA DI SDN SUNGAI MIAI 8 BANJARMASIN Nazwa Aprina; Maulida Irmayanti; Herliani; Khusnul Hatimah; Diani Ayu Pratiwi; Aslamiah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6064

Abstract

This study aims to examine the disparities in educational support at SDN Sungai Miai 8 Banjarmasin. The main focus is on economic limitations, access to technology, and students’ readiness to participate in the learning process. These disparities pose significant barriers to achieving equitable and quality education for all. The research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with teachers, students, and parents to identify the main challenges faced. The findings reveal that most students come from low-income families, which limits access to adequate learning facilities at home, such as technological devices and internet connectivity. Furthermore, students’ ability to engage in technology-based learning remains low, especially since the implementation of the Merdeka Curriculum, which demands greater independence and creativity. Teachers strive to adapt their teaching methods to better suit students’ conditions but are still constrained by limited resources and support. Therefore, strong collaboration between schools, parents, and the government is essential to ensure that every student has equal opportunities to receive a proper education, regardless of economic or technological barriers.
PROBLEM TOURNAMENT MATCH: OPTIMALISASI AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF, PEMECAHAN MASALAH, DAN HASIL BELAJAR Paridah Paridah; Aslamiah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas pendidik, peserta didik, serta menganalisis keterampilan berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan hasil belajar peserta didik pada muatan Matematika menggunakan model Problem Tournament Match. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan aktvitas, keterampilan, dan hasil belajar setelah menggunakan model Problem Tournament Match. Pada aspek aktivitas pendidik terdapat peningkatan dari 68%, 72%, 81%, dan 84%. Aktivitas peserta didik terdapat peningkatan dari 36,4%, 45,4%, 60,6%, sampai 81,8% dengan kategori sangat aktif. Keterampilan berpikir kreatif mengalami peningkatan dari 27,3%, 33,3%, 48,5%, sampai 78,8% dengan kategori terampi. Keterampilan pemecahan masalah mengalami peningkatan 42,4%, 51,5%, 66,7%, dan 81,8% dengan kategori sangat terampil. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari 30,3%, 39,4%, 54,5%, dan 84,8% peserta didik tuntas.
IMPLEMENTASI MODEL BADALAS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Putera Kamarul Hidayat; Aslamiah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11945

Abstract

This study aims to describe the activities of teachers and students, as well as to analyze students’ critical thinking skills and learning outcomes in the Indonesian language subject using the BADALAS model. The research employed a classroom action research design with both qualitative and quantitative approaches. The results indicate an improvement in activities, skills, and learning outcomes after implementing the BADALAS model. Teacher activity increased from 65%, 78%, 84%, to 100%. Student activity improved from 33%, 67%, 75%, to 100%, categorized as very active. Critical thinking skills increased from 33%, 42%, 50%, to 92%, categorized as skilled. Student learning outcomes increased from 25%, 58%, 75%, to 100%, categorized as complete.
The Manajemen Strategik Membangun Brand Image Untuk Meningkatkan Daya Saing Lembaga Pendidikan: (Studi Multi Situs di SMPN 1 Basarang dan SMPN 2 Basarang) Ervina Lailaturrahmah; Aslamiah; Novitawati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2713

Abstract

Pertumbuhan lembaga pendidikan yang semakin pesat di era modern. Meningkatkan persaingan dalam menyediakan layanan pendidikan yang memerlukan strategi bagi lembaga pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana manajemen strategik membangun brand image guna meningkatkan daya saing lembaga pendidikan di SMP Negeri 1 Basarang dan SMP Negeri 2 Basarang. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang hasilnya saling dibandingkan dan dikonfirmasi untuk memperoleh data yang akurat dan dapat dipercaya. Metode analisis data menggunakan model Miles & Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini dikaji formulasi, implementasi dan evaluasi manajemen strategik membangun brand image untuk meningkatkan daya saing lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategik membangun brand image dilaksanakan di kedua sekolah dengan membentuk Tim Pengembang Sekolah untuk melakukan analisis lingkungan, merumuskan visi, misi dan tujuan, menentukan Segmentation, Targeting dan Positioning serta menentukan brand identity. Dalam implementasinya sekolah melaksanakan program unggulan, pendidikan karakter, meningkatkan prestasi, menjalin kemitraan dan publikasi. Adapun kegiatan evaluasi dilaksanakan melalui penilaian program, pengukuran kinerja, dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Kreativitas, dan OCB Terhadap Produktivitas Kerja Guru Sekolah Menengah Pertama Anisa Rizki Maulida; Aslamiah; Ahmad Suriansyah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 3 Agustus (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel: kepemimpinan transformasional, kreativitas, dan OCB terhadap produktivitas kerja guru. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan analisis jalur (path analysis) untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional, Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan kreativitas terhadap produktivitas kerja guru di 7 SMPN Banjarmasin Timur (N=149). Hasilnya menunjukkan bahwa keempat variabel (kepemimpinan transformasional, kreativitas, OCB, dan produktivitas kerja guru) berada dalam kategori tinggi. Terdapat pengaruh langsung dari kepemimpinan transformasional (0.525), OCB (0.508), dan kreativitas (0.578) terhadap produktivitas kerja guru. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga memengaruhi OCB (0.626) dan kreativitas (0.640) secara langsung. Ditemukan pula pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas kerja guru melalui OCB (0.371) dan kreativitas (0.497). Kesimpulannya, kepemimpinan transformasional, OCB, dan kreativitas memiliki pengaruh signifikan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap produktivitas kerja guru.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Iklim Organisasi, dan Motivasi Kerja Terhadap Prestasi Kerja Guru SD Negeri Ismawiyah Ismawiyah; Aslamiah; Ahmad Suriansyah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3061

Abstract

Prestasi kerja guru dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun kontribusi kepemimpinan transformasional, iklim organisasi, dan motivasi kerja belum banyak dijelaskan secara empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung ketiga variabel tersebut terhadap prestasi kerja guru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pada 184 guru SD Negeri di Kecamatan Selat yang dipilih melalui teknik simple proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, analisis jalur, dan uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori sedang. Kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan prestasi kerja guru. Selain itu, motivasi kerja terbukti memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional dan iklim organisasi terhadap prestasi kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan transformasional dan penciptaan iklim organisasi yang kondusif untuk meningkatkan motivasi dan prestasi kerja guru.
Manajemen Pelayanan Mutu dalam Mewujudkan Sekolah Unggul Sherwina Ranisa; Besse Maryani; Noor Hariani; Aslamiah; Celia Cinantya
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen pelayanan mutu dalam mewujudkan sekolah unggul di SMAN 5 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap strategi manajemen mutu pendidikan di tingkat sekolah. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, dan komite sekolah yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung mereka dalam kegiatan peningkatan mutu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi resmi sekolah. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi empat tahap: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen pelayanan mutu di SMAN 5 Banjarmasin dilaksanakan melalui siklus berkelanjutan Plan–Do–Check–Act (PDCA) dengan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Kepala sekolah berperan sebagai penggerak budaya mutu melalui kepemimpinan transformasional, sementara guru menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme dan inovasi pembelajaran. Namun, tantangan masih dihadapi dalam hal optimalisasi teknologi informasi dan peningkatan evaluasi berbasis data. Secara umum, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) yang menitikberatkan pada keterlibatan total, fokus pelanggan, dan perbaikan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi sekolah lain dalam membangun budaya mutu pendidikan menuju sekolah unggul yang berdaya saing tinggi.